LKMI Manado Sebut MBG Bangun Generasi Sehat dan Produktif
Senin, 06 Oktober 2025 - 10:40 WIB
loading...
Ketua LKMI Cabang Kota Manado Lukman Fajar Setyawan mendukung pelaksanaan Program MBG yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Foto/SindoNews
A
A
A
MANADO - Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Cabang Kota Manado mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program MBG bukan sekadar program pemenuhan makan siang, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Sebagai mahasiswa profesi dokter sekaligus bagian dari LKMI Cabang Manado, saya melihat MBG di Manado bukan hanya sebagai program pemenuhan makan siang, tetapi sebagai gerakan strategis dalam membangun generasi sehat dan produktif,” ujar Ketua Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Cabang Kota Manado Lukman Fajar Setyawan, Senin (6/10/2025).
Lukman menjelaskan, Program MBG memiliki potensi besar sebagai entry point edukasi gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui kegiatan rutin makan bergizi di sekolah, anak-anak dapat dikenalkan dengan pentingnya pola makan seimbang sejak dini.
Baca juga: Program MBG Mampu Tekan Stunting, FSPI: Fokus Evaluasi, Bukan Politisasi
“Ketika anak-anak sekolah terbiasa dengan asupan bergizi seimbang sejak dini, kita sebenarnya sedang menanam benih peradaban sehat yang akan menekan angka stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lukman menyebut, peran tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan MBG, khususnya dalam aspek edukasi dan pendampingan. Lukman mendorong agar pemerintah daerah menggandeng lembaga kesehatan dan komunitas mahasiswa untuk memperkuat pemahaman gizi di kalangan pelajar dan orang tua.
Program MBG sendiri telah berjalan secara bertahap sejak Januari 2025 dengan sasaran anak-anak PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui. Di Manado, pelaksanaannya mendapat apresiasi karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan sehat.
Baca juga: Panggil Kepala BGN, Prabowo Tegaskan Dapur MBG Wajib Punya Alat Tes Kit
“Kami berharap, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi nasional yang melibatkan semua unsur, termasuk mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” pungkas dr. Lukman.
![LKMI Manado Sebut MBG Bangun Generasi Sehat dan Produktif]()
Dengan dukungan berbagai pihak, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
“Sebagai mahasiswa profesi dokter sekaligus bagian dari LKMI Cabang Manado, saya melihat MBG di Manado bukan hanya sebagai program pemenuhan makan siang, tetapi sebagai gerakan strategis dalam membangun generasi sehat dan produktif,” ujar Ketua Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Cabang Kota Manado Lukman Fajar Setyawan, Senin (6/10/2025).
Lukman menjelaskan, Program MBG memiliki potensi besar sebagai entry point edukasi gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui kegiatan rutin makan bergizi di sekolah, anak-anak dapat dikenalkan dengan pentingnya pola makan seimbang sejak dini.
Baca juga: Program MBG Mampu Tekan Stunting, FSPI: Fokus Evaluasi, Bukan Politisasi
“Ketika anak-anak sekolah terbiasa dengan asupan bergizi seimbang sejak dini, kita sebenarnya sedang menanam benih peradaban sehat yang akan menekan angka stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lukman menyebut, peran tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan MBG, khususnya dalam aspek edukasi dan pendampingan. Lukman mendorong agar pemerintah daerah menggandeng lembaga kesehatan dan komunitas mahasiswa untuk memperkuat pemahaman gizi di kalangan pelajar dan orang tua.
Program MBG sendiri telah berjalan secara bertahap sejak Januari 2025 dengan sasaran anak-anak PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui. Di Manado, pelaksanaannya mendapat apresiasi karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan sehat.
Baca juga: Panggil Kepala BGN, Prabowo Tegaskan Dapur MBG Wajib Punya Alat Tes Kit
“Kami berharap, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi nasional yang melibatkan semua unsur, termasuk mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” pungkas dr. Lukman.

Dengan dukungan berbagai pihak, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
(cip)
Lihat Juga :