Ratusan Warga Dua Desa di Jayapura Ikuti Edukasi Pencegahan TBC dari TBIG
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 13:52 WIB
loading...
Ratusan warga Kampung Sosiri di Distrik Waibu dan Desa Bhayangkara di Distrik Jayapura Utara, Kabupaten Jayapura, Papua mendapatkan edukasi kesehatan. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Ratusan warga Kampung Sosiri di Distrik Waibu dan Desa Bhayangkara di Distrik Jayapura Utara, Kabupaten Jayapura, Papua mendapatkan edukasi kesehatan . Kegiatan tersebut digelar PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Pelatihan ini diberikan kepada 320 keluarga di dua desa tersebut. Kegiatan ini memberikan dampak kepada sekitar 1.280 jiwa. Selain edukasi kesehatan, TBIG bekerja sama dengan Filantra dan Puskesmas setempat memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining kesehatan umum, dan bantuan makanan bergizi.
Penyuluhan edukasi kesehatan diberikan di Kampung Sosiri dengan fokus pada pencegahan penyakit menular dan tidak menular, terutama tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Puskesmas Kanda, Kabupaten Jayapura, Riando Firmansyah Sapoan menegaskan edukasi tentang penyakit menular dan tidak menular sangat penting untuk masyarakat.
Baca juga: Edukasi Kesehatan Ginjal Sangat Penting buat Masyarakat
“Kegiatan ini membantu puskesmas dalam memperluas layanan skrining kesehatan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengenali gejala serta langkah pencegahan penyakit menular dan tidak menular. Selain itu, aspirasi dari masyarakat sekitar juga terbantu akibat adanya pelayanan kesehatan dari TBIG,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan WHO (Global TB Report 2023) menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia setelah India, dengan estimasi 969.000 kasus TBC pada 2022 dan angka kematian mencapai 93.000 jiwa per tahun.
Di tingkat daerah, Papua termasuk dalam provinsi dengan kasus TBC yang tinggi, sehingga kegiatan promotif dan preventif di masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperkuat deteksi dini.
Baca juga: 10 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada September 2025, Ini Daftar Namanya
Tokoh masyarakat adat desa Sosiri, Muas Asaeno menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap kegiatan ini bisa dijalankan di banyak tempat selain Papua.
“Atas nama masyarakat, saya mengucapkan banyak terima kasih dan supaya kegiatan pengobatan ini tidak hanya dilakukan di sini, tetapi juga berjalan di tempat-tempat lainnya. Selanjutnya, mari terus bekerja sama yang baik untuk Indonesia," tuturnya.
Masyarakat desa Bhayangkara juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran TBIG di lingkungannya. “Jarak dari Bhayangkara ke puskesmas terdekat tidak dekat, jadi kami biasanya harus naik kendaraan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sementara, banyak warga yang tidak punya angkutan. Pelayanan ini membantu mereka memperoleh layanan secara langsung tanpa harus pergi jauh,” ujar salah seorang warga Desa Bhayangkara, Siti Mariana.
Program pilar kesehatan TBIG saat ini difokuskan pada edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan khususnya masyarakat di wilayah 3T. “Melalui aksi ini, manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi diharapkan mampu memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” kata Chief of Business Support Directorate Lie Si An.
President Direktur Herman Setya Budi menyampaikan implementasi CSR TBIG berpedoman kepada prinsip-prinsip ESG, SDGs dan ISO 26000. “Ini untuk memastikan program CSR TBIG dapat memenuhi harapan seluruh stakeholders perusahaan,” jelasnya.
Pelatihan ini diberikan kepada 320 keluarga di dua desa tersebut. Kegiatan ini memberikan dampak kepada sekitar 1.280 jiwa. Selain edukasi kesehatan, TBIG bekerja sama dengan Filantra dan Puskesmas setempat memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining kesehatan umum, dan bantuan makanan bergizi.
Penyuluhan edukasi kesehatan diberikan di Kampung Sosiri dengan fokus pada pencegahan penyakit menular dan tidak menular, terutama tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Puskesmas Kanda, Kabupaten Jayapura, Riando Firmansyah Sapoan menegaskan edukasi tentang penyakit menular dan tidak menular sangat penting untuk masyarakat.
Baca juga: Edukasi Kesehatan Ginjal Sangat Penting buat Masyarakat
“Kegiatan ini membantu puskesmas dalam memperluas layanan skrining kesehatan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengenali gejala serta langkah pencegahan penyakit menular dan tidak menular. Selain itu, aspirasi dari masyarakat sekitar juga terbantu akibat adanya pelayanan kesehatan dari TBIG,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan WHO (Global TB Report 2023) menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia setelah India, dengan estimasi 969.000 kasus TBC pada 2022 dan angka kematian mencapai 93.000 jiwa per tahun.
Di tingkat daerah, Papua termasuk dalam provinsi dengan kasus TBC yang tinggi, sehingga kegiatan promotif dan preventif di masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperkuat deteksi dini.
Baca juga: 10 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada September 2025, Ini Daftar Namanya
Tokoh masyarakat adat desa Sosiri, Muas Asaeno menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap kegiatan ini bisa dijalankan di banyak tempat selain Papua.
“Atas nama masyarakat, saya mengucapkan banyak terima kasih dan supaya kegiatan pengobatan ini tidak hanya dilakukan di sini, tetapi juga berjalan di tempat-tempat lainnya. Selanjutnya, mari terus bekerja sama yang baik untuk Indonesia," tuturnya.
Masyarakat desa Bhayangkara juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran TBIG di lingkungannya. “Jarak dari Bhayangkara ke puskesmas terdekat tidak dekat, jadi kami biasanya harus naik kendaraan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sementara, banyak warga yang tidak punya angkutan. Pelayanan ini membantu mereka memperoleh layanan secara langsung tanpa harus pergi jauh,” ujar salah seorang warga Desa Bhayangkara, Siti Mariana.
Program pilar kesehatan TBIG saat ini difokuskan pada edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan khususnya masyarakat di wilayah 3T. “Melalui aksi ini, manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi diharapkan mampu memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” kata Chief of Business Support Directorate Lie Si An.
President Direktur Herman Setya Budi menyampaikan implementasi CSR TBIG berpedoman kepada prinsip-prinsip ESG, SDGs dan ISO 26000. “Ini untuk memastikan program CSR TBIG dapat memenuhi harapan seluruh stakeholders perusahaan,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :