Penampakan Puing-puing180 Rumah di Taman Sari Jakarta Barat Akibat Kebakaran
Kamis, 02 Oktober 2025 - 08:35 WIB
loading...
Sebanyak 180 rumah tinggal di permukiman padat penduduk kawasan Kelurahan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat ludes akibat kebakaran pada Minggu (28/9/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 180 rumah tinggal di permukiman padat penduduk kawasan Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat ludes akibat kebakaran pada Minggu (28/9/2025). Data tersebut diperoleh dari pendataan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
![Penampakan Puing-puing180 Rumah di Taman Sari Jakarta Barat Akibat Kebakaran]()
"Saat ini, hasil pendataan cepat kaji didapat berada di angka 180 rumah yang terdampak kebakaran,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Yohan saat dikonfirmasi, Kamis (2/10/2025).
Baca juga: 100 Rumah di Permukiman Padat Taman Sari Ludes Terbakar, Damkar: Terjadi Lompatan Api
"Kemarin itu situasi masih sulit. Hari ini baru bisa pencatatan kembali secara detail," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mencatat, ribuan jiwa di 9 RT dan dua RW permukiman padat penduduk Jalan Gang Langgar, Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat terdampak kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu (28/9/2025).
"Objek terdampak rumah tinggal di RT 2 dan RT 3 RW 5 sebanyak 5 KK atau 12 Jiwa (selamat). Rumah tinggal di RT 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 RW 6 sebanyak 316 KK atau 1.256 jiwa (selamat)," kata Yohan saat dikonfirmasi.
Kebakaran sempat berhasil dilokalisir petugas pemadam kebakaran (damkar) pada pukul 11.00 WIB, hanya saja api melompat ke bangunan lainnya akibat angin kencang dan cuaca panas terik. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Baca juga: Update Kebakaran Permukiman Padat di Taman Sari, 6 Korban Luka Ringan dan 225 Jiwa Mengungsi
"Dugaan penyebab korsleting listrik. Estimasi kerugian Rp28.311.408.000. (Pengungsi) masih dalam pendataan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengungkap bahwa kebakaran hebat rumah tinggal di permukiman padat penduduk diduga akibat korsleting listrik dari kipas angin salah satu rumah warga. Diketahui operasi pemadaman baru dinyatakan selesai pukul 23.09 WIB setelah berkobar sejak pukul 10.04 WIB.
"Menurut saksi mata api berasal dari lantai 2 dekat sebelah warung nasi padang Sinar Baru yang diduga akibat korsleting listrik dari kipas angin, lalu warga berusaha memadamkan api namun api sudah membesar dan langsung menghubungi pos damkar terdekat," ujar Bayu.

"Saat ini, hasil pendataan cepat kaji didapat berada di angka 180 rumah yang terdampak kebakaran,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Yohan saat dikonfirmasi, Kamis (2/10/2025).
Baca juga: 100 Rumah di Permukiman Padat Taman Sari Ludes Terbakar, Damkar: Terjadi Lompatan Api
"Kemarin itu situasi masih sulit. Hari ini baru bisa pencatatan kembali secara detail," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mencatat, ribuan jiwa di 9 RT dan dua RW permukiman padat penduduk Jalan Gang Langgar, Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat terdampak kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu (28/9/2025).

"Objek terdampak rumah tinggal di RT 2 dan RT 3 RW 5 sebanyak 5 KK atau 12 Jiwa (selamat). Rumah tinggal di RT 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 RW 6 sebanyak 316 KK atau 1.256 jiwa (selamat)," kata Yohan saat dikonfirmasi.
Kebakaran sempat berhasil dilokalisir petugas pemadam kebakaran (damkar) pada pukul 11.00 WIB, hanya saja api melompat ke bangunan lainnya akibat angin kencang dan cuaca panas terik. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Baca juga: Update Kebakaran Permukiman Padat di Taman Sari, 6 Korban Luka Ringan dan 225 Jiwa Mengungsi
"Dugaan penyebab korsleting listrik. Estimasi kerugian Rp28.311.408.000. (Pengungsi) masih dalam pendataan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengungkap bahwa kebakaran hebat rumah tinggal di permukiman padat penduduk diduga akibat korsleting listrik dari kipas angin salah satu rumah warga. Diketahui operasi pemadaman baru dinyatakan selesai pukul 23.09 WIB setelah berkobar sejak pukul 10.04 WIB.
"Menurut saksi mata api berasal dari lantai 2 dekat sebelah warung nasi padang Sinar Baru yang diduga akibat korsleting listrik dari kipas angin, lalu warga berusaha memadamkan api namun api sudah membesar dan langsung menghubungi pos damkar terdekat," ujar Bayu.
(shf)
Lihat Juga :