130 Rumah di Kudus Direnovasi, Habiskan Anggaran Rp7,5 Miliar
Rabu, 01 Oktober 2025 - 13:13 WIB
loading...
Sebanyak 130 rumah di Kudus, Jawa Tengah direnovasi dan dibangun ulang dengan total biaya mencapai Rp7,5 miliar. Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Sebanyak 130 rumah di Kudus , Jawa Tengah direnovasi dan dibangun ulang dengan total biaya mencapai Rp7,5 miliar. Anggaran tersebut untuk masing-masing rumah berkisar Rp58 juta sampai Rp60 juta.
Ratusan rumah ini tersebar di 9 kecamatan yakni 18 rumah di Kecamatan Gebog, 21 rumah di Kecamatan Dawe, 5 rumah di Kecamatan Bae, 13 rumah di Kecamatan Kota, 13 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 2 rumah di Kecamatan Jati, 26 rumah di Kecamatan Undaan, 17 rumah di Kecamatan Mejobo, serta 15 rumah di Kecamatan Jekulo.
Program ini merupakan kelanjutan dari PT Djarum dan Polytron dalam komitmen program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Tahap pertama RSLH di Kudus pada April 2025 yang meresmikan 92 hunian. Ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu penerima bantuan RSLH, Misbahussurur, warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog bersyukur bisa menempati hunian yang jauh lebih nyaman dan aman, dari yang sebelumnya hampir roboh dan banyak kebocoran.
“Rumah saya dulu kurang kokoh, kalau kena angin itu goyang-goyang istilahnya, atap juga pada bocor. Dulu kamar mandi roboh, kena angin. Karena itu, saya mandinya di rumah tetangga. Sekarang alhamdulillah sudah ada kamar mandi dan wc,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut positif konsistensi PT Djarum dan Polytron dalam program RSLH sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus. Dia berharap para penerima bantuan dapat merasakan manfaat serta meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat Kudus semakin merata
“Melalui program RSLH ini, kami harap penerima bantuan dapat lebih produktif dan termotivasi untuk hidup lebih baik. Karena rumah yang aman, sehat, dan nyaman menjadi fondasi penting,” ucapnya.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, tahap pertama dan kedua dengan total 222 rumah merupakan rangkaian dari target 300 hunian yang akan direnovasi sepanjang 2025. Untuk 78 rumah lainnya dicanangkan rampung pada Desember 2025.
“Ini persembahan untuk masyarakat Kudus karena selama ini telah bersinergi bersama membangun Kota Kretek. Momen ini juga merupakan serah terima rumah terbanyak sepanjang yang kami telah lakukan di Kudus. Keberhasilan ini berkat langkah kolaboratif maupun dukungan dari Bappeda Kudus serta Dinas PKPLH Kudus sehingga dari proses awal pendataan hingga akhir pembangunan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Menariknya, mulai pada tahap ini dan selanjutnya, luas rumah bertambah 3,5 meter persegi dari sebelumnya 30 meter persegi. Lalu penempatan kamar mandi yang semula berdekatan dengan dapur, kini berada di area belakang rumah.
Melalui program bedah rumah ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali. Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.
Ratusan rumah ini tersebar di 9 kecamatan yakni 18 rumah di Kecamatan Gebog, 21 rumah di Kecamatan Dawe, 5 rumah di Kecamatan Bae, 13 rumah di Kecamatan Kota, 13 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 2 rumah di Kecamatan Jati, 26 rumah di Kecamatan Undaan, 17 rumah di Kecamatan Mejobo, serta 15 rumah di Kecamatan Jekulo.
Program ini merupakan kelanjutan dari PT Djarum dan Polytron dalam komitmen program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Tahap pertama RSLH di Kudus pada April 2025 yang meresmikan 92 hunian. Ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu penerima bantuan RSLH, Misbahussurur, warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog bersyukur bisa menempati hunian yang jauh lebih nyaman dan aman, dari yang sebelumnya hampir roboh dan banyak kebocoran.
“Rumah saya dulu kurang kokoh, kalau kena angin itu goyang-goyang istilahnya, atap juga pada bocor. Dulu kamar mandi roboh, kena angin. Karena itu, saya mandinya di rumah tetangga. Sekarang alhamdulillah sudah ada kamar mandi dan wc,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut positif konsistensi PT Djarum dan Polytron dalam program RSLH sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus. Dia berharap para penerima bantuan dapat merasakan manfaat serta meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat Kudus semakin merata
“Melalui program RSLH ini, kami harap penerima bantuan dapat lebih produktif dan termotivasi untuk hidup lebih baik. Karena rumah yang aman, sehat, dan nyaman menjadi fondasi penting,” ucapnya.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, tahap pertama dan kedua dengan total 222 rumah merupakan rangkaian dari target 300 hunian yang akan direnovasi sepanjang 2025. Untuk 78 rumah lainnya dicanangkan rampung pada Desember 2025.
“Ini persembahan untuk masyarakat Kudus karena selama ini telah bersinergi bersama membangun Kota Kretek. Momen ini juga merupakan serah terima rumah terbanyak sepanjang yang kami telah lakukan di Kudus. Keberhasilan ini berkat langkah kolaboratif maupun dukungan dari Bappeda Kudus serta Dinas PKPLH Kudus sehingga dari proses awal pendataan hingga akhir pembangunan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Menariknya, mulai pada tahap ini dan selanjutnya, luas rumah bertambah 3,5 meter persegi dari sebelumnya 30 meter persegi. Lalu penempatan kamar mandi yang semula berdekatan dengan dapur, kini berada di area belakang rumah.
Melalui program bedah rumah ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali. Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.
(jon)
Lihat Juga :