BNPB: 137 Rumah Rusak Akibat Gempa M5,7 di Banyuwangi-Situbondo
Minggu, 28 September 2025 - 13:26 WIB
loading...
Direktur DSDD BNPB Agus Riyanto (topi rompi cokelat) saat meninjau rumah warga yang terdampak gempabumi M 5.7 di wilayah Situbondo, Jawa Timur. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sebanyak 137 unit rumah rusak akibat gempa bumi kekuatan M5,7 yang mengguncang Banyuwangi -Situbondo, Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan bantuan perbaikan rumah.
"Data tim kaji cepat per Minggu (28/9), sebanyak 137 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 56 unit rumah rusak berat, 20 unit rumah rusak sedang, dan 61 unit rumah rusak ringan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan bantuan perbaikan rumah rusak berupa bantuan material seperti batu bata, semen, dan pasir," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.
Tercatat sebanyak 550 jiwa terdampak. Namun, Aam, sapaan Abdul Muhari, memastikan tidak ada warga yang dilaporkan menderita luka maupun meninggal dunia. Warga yang rumahnya rusak untuk sementara melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat.
Baca Juga: Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Tim BNPB di lapangan yang dipimpin oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Agus Riyanto melaksanakan rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Situbondo dan pemerintah setempat. Kondisi pascagempa saat ini sudah kondusif. Layanan kesehatan dari puskesmas disiagakan 24 jam. Dapur umum akan dioperasikan tiga hari kedepan.
Kata Aam, BNPB mendistribusikan bantuan kebutuhan darurat berupa 50 unit tenda keluarga, satu unit tenda pengungsi, 200 paket sembako, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, dan 100 lembar terpal.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada merespons cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam masa peralihan musim dan bencana geologi gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat hendaknya menyiapkan tas siaga bencana untuk kesiapsiagaan dan selalu memantau perkembangan update informasi melalui otoritas tepercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG."
"Data tim kaji cepat per Minggu (28/9), sebanyak 137 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 56 unit rumah rusak berat, 20 unit rumah rusak sedang, dan 61 unit rumah rusak ringan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan bantuan perbaikan rumah rusak berupa bantuan material seperti batu bata, semen, dan pasir," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.
Tercatat sebanyak 550 jiwa terdampak. Namun, Aam, sapaan Abdul Muhari, memastikan tidak ada warga yang dilaporkan menderita luka maupun meninggal dunia. Warga yang rumahnya rusak untuk sementara melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat.
Baca Juga: Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Tim BNPB di lapangan yang dipimpin oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Agus Riyanto melaksanakan rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Situbondo dan pemerintah setempat. Kondisi pascagempa saat ini sudah kondusif. Layanan kesehatan dari puskesmas disiagakan 24 jam. Dapur umum akan dioperasikan tiga hari kedepan.
Kata Aam, BNPB mendistribusikan bantuan kebutuhan darurat berupa 50 unit tenda keluarga, satu unit tenda pengungsi, 200 paket sembako, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, dan 100 lembar terpal.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada merespons cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam masa peralihan musim dan bencana geologi gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat hendaknya menyiapkan tas siaga bencana untuk kesiapsiagaan dan selalu memantau perkembangan update informasi melalui otoritas tepercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG."
(zik)
Lihat Juga :