Pelatihan Petugas MBG di Papua Pastikan Hidangan Aman dan Bergizi
Rabu, 24 September 2025 - 20:02 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua semakin diperkuat dengan adanya pelatihan khusus bagi ratusan petugas pengolah makanan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
MIMIKA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua semakin diperkuat dengan adanya pelatihan khusus bagi ratusan petugas pengolah makanan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pelatihan digagas Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan setiap hidangan yang tersaji aman, sehat, dan memenuhi standar higienis.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN Enny Indarti mengatakan, pelatihan itu diikuti petugas dari 12 dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap SPPG mempekerjakan 50 orang terdiri dari relawan, tenaga ahli gizi, akuntan, serta seorang kepala unit.
Baca juga: Universitas Cenderawasih Jadi Pusat Unggulan Program MBG di Papua
“Pelatihan penjamah makanan ini merupakan upaya BGN memperkenalkan proses penyediaan makanan bergizi gratis di dapur SPPG. Salah satunya untuk mencegah mitigasi risiko terhadap keracunan dan kejadian lainnya,” ujar Enny dikutip, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan ini tak hanya berhenti pada tahap pelatihan. Ke depan BGN juga akan melakukan sertifikasi SPPG. "Sehingga mempunyai kelayakan untuk mendapatkan penghargaan,” ucapnya.
Apresiasi tinggi patut diberikan kepada relawan yang bekerja menjaga kualitas penyajian MBG di Mimika. Mereka menjadi garda terdepan agar paket makanan bergizi benar-benar sampai kepada anak-anak sekolah maupun kelompok rentan dengan standar terbaik.
Program ini menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SLTA serta kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Rencananya, Mimika akan memiliki 14 dapur sehat SPPG yang mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat di setiap unit. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas akses gizi seimbang bagi generasi muda Papua.
Di sisi lain, pengawasan ketat juga dilakukan di Papua Barat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Marten Rantetampang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar waktu produksi dan distribusi.
“Hasil laboratorium BPOM Manokwari menemukan ada menu yang tidak layak konsumsi karena mengandung bakteri. Itu yang menjadi bahan evaluasi kita,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan distribusi yang lebih ketat menjadi syarat mutlak. Dinas Kesehatan mewajibkan setiap dapur MBG mengantongi rekomendasi resmi sebelum beroperasi. Dengan begitu, kualitas pangan dapat dijamin dan kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu, Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Agus Prihanto Donny menegaskan tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap penyedia MBG yang abai. “Kalau terjadi untuk ketiga kalinya maka dapur tersebut bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak boleh beroperasi lagi,” tegasnya.
Diketahui, anak-anak Papua menyambut antusias program MBG. Siswa-siswi dengan antusias menerima paket makanan, mencuci tangan, berdoa bersama, lalu menyantap hidangan dengan tertib. Mereka bahkan kompak menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN Enny Indarti mengatakan, pelatihan itu diikuti petugas dari 12 dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap SPPG mempekerjakan 50 orang terdiri dari relawan, tenaga ahli gizi, akuntan, serta seorang kepala unit.
Baca juga: Universitas Cenderawasih Jadi Pusat Unggulan Program MBG di Papua
“Pelatihan penjamah makanan ini merupakan upaya BGN memperkenalkan proses penyediaan makanan bergizi gratis di dapur SPPG. Salah satunya untuk mencegah mitigasi risiko terhadap keracunan dan kejadian lainnya,” ujar Enny dikutip, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan ini tak hanya berhenti pada tahap pelatihan. Ke depan BGN juga akan melakukan sertifikasi SPPG. "Sehingga mempunyai kelayakan untuk mendapatkan penghargaan,” ucapnya.
Apresiasi tinggi patut diberikan kepada relawan yang bekerja menjaga kualitas penyajian MBG di Mimika. Mereka menjadi garda terdepan agar paket makanan bergizi benar-benar sampai kepada anak-anak sekolah maupun kelompok rentan dengan standar terbaik.
Program ini menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SLTA serta kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Rencananya, Mimika akan memiliki 14 dapur sehat SPPG yang mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat di setiap unit. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas akses gizi seimbang bagi generasi muda Papua.
Di sisi lain, pengawasan ketat juga dilakukan di Papua Barat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Marten Rantetampang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar waktu produksi dan distribusi.
“Hasil laboratorium BPOM Manokwari menemukan ada menu yang tidak layak konsumsi karena mengandung bakteri. Itu yang menjadi bahan evaluasi kita,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan distribusi yang lebih ketat menjadi syarat mutlak. Dinas Kesehatan mewajibkan setiap dapur MBG mengantongi rekomendasi resmi sebelum beroperasi. Dengan begitu, kualitas pangan dapat dijamin dan kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu, Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Agus Prihanto Donny menegaskan tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap penyedia MBG yang abai. “Kalau terjadi untuk ketiga kalinya maka dapur tersebut bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak boleh beroperasi lagi,” tegasnya.
Diketahui, anak-anak Papua menyambut antusias program MBG. Siswa-siswi dengan antusias menerima paket makanan, mencuci tangan, berdoa bersama, lalu menyantap hidangan dengan tertib. Mereka bahkan kompak menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
(jon)
Lihat Juga :