Gempa Besar Guncang Nabire Papua Tengah, BMKG: Akibat Sesar Anjak Weyland
Jum'at, 19 September 2025 - 07:33 WIB
loading...
Nabire, Papua Tengah diguncang gempa besar dengan kekuatan M6,6, pada Jumat (19/9/2025) pukul 01.19.50 WIB. Foto/BMKG
A
A
A
JAKARTA - Nabire , Papua Tengah diguncang gempa besar dengan kekuatan M6,6, pada Jumat (19/9/2025) pukul 01.19.50 WIB. Gempa susulan dengan kekuatan M5,1 terjadi pada pukul 05.53.45 WIB.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sementara, dari analisis BMKG gempa pertama memiliki parameter update M6,5.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar anjak Weyland," ujar Daryono dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Nabire 2 Kali Diguncang Gempa Hari Ini, Terbesar Berkekuatan M6,6
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Nabire dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Daerah Wasior dengan skala intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Enarotali dengan skala intensitas III-IV (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Daerah Timika dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Biak dan Supiori dengan skala intensitas II-III (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Daryono meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sementara, dari analisis BMKG gempa pertama memiliki parameter update M6,5.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar anjak Weyland," ujar Daryono dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Nabire 2 Kali Diguncang Gempa Hari Ini, Terbesar Berkekuatan M6,6
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Nabire dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Daerah Wasior dengan skala intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Enarotali dengan skala intensitas III-IV (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Daerah Timika dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Biak dan Supiori dengan skala intensitas II-III (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Daryono meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
(zik)
Lihat Juga :