Belajar Bikin Olahan Ikan di Kepulauan Seribu, Sandiaga Uno: Emak-emak Pulau Pramuka Siap Buka Lapangan Kerja
Kamis, 18 September 2025 - 23:16 WIB
loading...
YIS Bersama Rumah Sandiuno Indonesia berkolaborasi dengan Pemkab Kepulauan Seribu menggelar Pelatihan Baking Siomay dan Dimsum Ikan di Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Rabu (17/9/2025). Foto: Ist
A
A
A
KEPULAUAN SERIBU - Upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir terus digencarkan. Sebanyak 50 ibu rumah tangga terlibat dalam kegiatan ini.
Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama Rumah Sandiuno Indonesia berkolaborasi dengan Pemkab Kepulauan Seribu menggelar Pelatihan Baking Siomay dan Dimsum Ikan di Kantor Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Dongkrak Investasi Ciptakan Lapangan Kerja
Menurut Sandiaga Uno, emak-emak memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi keluarga. Karena itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu mengikis stigma yang menyatakan perempuan hanya di rumah saja.
“Kami ingin memberdayakan perempuan, emak-emak agar bisa mandiri dan buka lapangan kerja,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno, Kamis (18/9/2025).
Selain pelatihan langsung, peserta juga akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu ke depan.
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam mengolah hasil laut menjadi produk makanan bernilai ekonomi tinggi. Olahan ikan dipilih karena komoditas bahari sangat melimpah di Kepulauan Seribu.
“Di Pulau Pramuka, potensi perikanan sangat besar. Dari sanalah kami memulai pelatihan ini, membuat siomay dan dimsum berbahan dasar ikan. Nantinya emak-emak juga dibekali keterampilan berjualan dan strategi pemasaran agar produk mereka bisa laku,” katanya.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pulau Panggang Fahrozi menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Harapannya, ibu-ibu bisa lebih inovatif dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat perekonomian keluarga,” ujarnya.
Setelah pelatihan tatap muka, peserta akan mengikuti program pendampingan selama tiga minggu. Dalam periode ini, peserta difasilitasi untuk berdiskusi dengan para pelatih, mendapatkan dukungan dalam memecahkan kendala usaha, serta belajar strategi promosi dan pemasaran digital.
Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama Rumah Sandiuno Indonesia berkolaborasi dengan Pemkab Kepulauan Seribu menggelar Pelatihan Baking Siomay dan Dimsum Ikan di Kantor Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Dongkrak Investasi Ciptakan Lapangan Kerja
Menurut Sandiaga Uno, emak-emak memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi keluarga. Karena itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu mengikis stigma yang menyatakan perempuan hanya di rumah saja.
“Kami ingin memberdayakan perempuan, emak-emak agar bisa mandiri dan buka lapangan kerja,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno, Kamis (18/9/2025).
Selain pelatihan langsung, peserta juga akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu ke depan.
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam mengolah hasil laut menjadi produk makanan bernilai ekonomi tinggi. Olahan ikan dipilih karena komoditas bahari sangat melimpah di Kepulauan Seribu.
“Di Pulau Pramuka, potensi perikanan sangat besar. Dari sanalah kami memulai pelatihan ini, membuat siomay dan dimsum berbahan dasar ikan. Nantinya emak-emak juga dibekali keterampilan berjualan dan strategi pemasaran agar produk mereka bisa laku,” katanya.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pulau Panggang Fahrozi menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Harapannya, ibu-ibu bisa lebih inovatif dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat perekonomian keluarga,” ujarnya.
Setelah pelatihan tatap muka, peserta akan mengikuti program pendampingan selama tiga minggu. Dalam periode ini, peserta difasilitasi untuk berdiskusi dengan para pelatih, mendapatkan dukungan dalam memecahkan kendala usaha, serta belajar strategi promosi dan pemasaran digital.
(jon)
Lihat Juga :