Jajal Pelican Crossing Stasiun Cikini, Pramono Terbayang Citayam Fashion Show
Selasa, 16 September 2025 - 07:37 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjajal pelican crossing atau penyeberangan sebidang dengan rambu lampu lalu lintas di Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025). Foto: Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjajal pelican crossing atau penyeberangan sebidang dengan rambu lampu lalu lintas di Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025). Pramono pun terbayang ajang Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat yang viral beberapa waktu lalu.
"Tahu nggak yang kebayang saya apa? Kayak Citayam Fashion Show," ujar Pramono seraya tertawa ketika menjajal pelican crossing didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Jakarta Afan Andriansyah, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo, hingga Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Ixfan Hendriwintoko.
Baca juga: Cek Langsung Pelican Crossing Stasiun Cikini, Pramono Minta Ojol dan Taksi Tak Parkir Sembarangan
Pembuatan pelican crossing sebagai bentuk respons Pemprov Jakarta dan PT KAI Daop I Jakarta atas keluhan pengguna KRL yang memutar terlalu jauh.
"Terus terang secara cepat kita merespons apa yang menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat begitu problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan. Saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Asisten Pembangunan untuk segera diselesaikan," katanya.
Dia mengimbau driver ojek online (ojol), taksi online, bajaj, dan lainnya tidak parkir dan mencari penumpang di dekat pelican crossing Stasiun Cikini. Hal itu supaya tidak terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.
"Kalau memang ada problem mohon kami segera diinformasikan untuk ditindaklanjuti. Saya berharap mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat," ucapnya.
Pramono menilai waktu 10 detik di pelican crossing paling baik supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan menjadi titik kemacetan baru.
"Jadi, sudah disimulasi 10 detik paling baik supaya tidak mengganggu kemacetan. Tapi yang paling utama bukan itu, yang paling utama jangan sampai kemudian dibebaskan orang turun naik dari sini, nggak boleh. Tetap nggak boleh, kalau itu dilakukan, di sini pasti akan macet sekali," ungkapnya.
"Tahu nggak yang kebayang saya apa? Kayak Citayam Fashion Show," ujar Pramono seraya tertawa ketika menjajal pelican crossing didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Jakarta Afan Andriansyah, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo, hingga Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Ixfan Hendriwintoko.
Baca juga: Cek Langsung Pelican Crossing Stasiun Cikini, Pramono Minta Ojol dan Taksi Tak Parkir Sembarangan
Pembuatan pelican crossing sebagai bentuk respons Pemprov Jakarta dan PT KAI Daop I Jakarta atas keluhan pengguna KRL yang memutar terlalu jauh.
"Terus terang secara cepat kita merespons apa yang menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat begitu problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan. Saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Asisten Pembangunan untuk segera diselesaikan," katanya.
Dia mengimbau driver ojek online (ojol), taksi online, bajaj, dan lainnya tidak parkir dan mencari penumpang di dekat pelican crossing Stasiun Cikini. Hal itu supaya tidak terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.
"Kalau memang ada problem mohon kami segera diinformasikan untuk ditindaklanjuti. Saya berharap mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat," ucapnya.
Pramono menilai waktu 10 detik di pelican crossing paling baik supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan menjadi titik kemacetan baru.
"Jadi, sudah disimulasi 10 detik paling baik supaya tidak mengganggu kemacetan. Tapi yang paling utama bukan itu, yang paling utama jangan sampai kemudian dibebaskan orang turun naik dari sini, nggak boleh. Tetap nggak boleh, kalau itu dilakukan, di sini pasti akan macet sekali," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :