Rembuk Nelayan 2025, Meminta Prabowo Perhatikan Nasib Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan

Minggu, 14 September 2025 - 17:06 WIB
loading...
Rembuk Nelayan 2025,...
Rembuk Nelayan 2025 ini berlangsung di Gedung Srijaya, Surabaya, Sabtu (13/9/2025). Acara ini dihadiri ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan dari berbagai daerah di Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
A A A
SURABAYA - Ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan menggelar Rembuk Nelayan 2025. Kegiatan ini untuk merefleksikan kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinilai masih merugikan bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan di tanah air.

Mereka merumuskan beberapa poin penting yang akan disuarakan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran agar kebijakannya di sektor perikanan bisa berpihak terhadap kemajuan dan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Rembuk Nelayan 2025 ini berlangsung di Gedung Srijaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/9/2025). Baca juga: Kontribusi Sektor Perikanan Minim, Panggah DPR: Maraknya Praktik Illegal Fishing

"Rembuk Nelayan 2025 ini atas dasar keresahan dan keluhan dari nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) terkait permasalahan di industri perikanan seperti kepastian usaha perikanan, penegakan hukum, adanya kapal asing, PBB laut dan lainnya," kata Ketua Umum SNI Hadi Sutrisno.

Rembuk Nelayan 2025 dihadiri delegasi dari berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Probolinggo, Cilacap, Pati, Rembang, Brebes, Banyuwangi, Tegal, Madura, Tuban, Indramayu, Lamongan, Bitung, Sumatera Utara, Cirebon, Jember, Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi.

Menyikapi dan merefleksikan Pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah berjalan 10 bulan, mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Indonesia. Hadi menjelaskan, kebijakan KKP saat ini menimbulkan beban bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Mereka mendesak KKP mengeluarkan kebijakan fiskal ekspansi selektif untuk memberikan subsidi pelaku perikanan di sektor perikanan BBM solar di subsidi. Kemudian penurunan PNBP 3%, penghapusan PBB laut, menolak naturalisasi kapal asing, serta mengevaluasi kebijakan lainnya yang tidak berpihak bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

"Kita akan menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo Soebianto untuk melakukan evaluasi kebijakan KKP yang saat ini tidak berpihak kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan," ungkapnya. Baca juga: Lindungi Nelayan Cilincing, Pramono: Jangan Sampai Terganggu Tanggul Beton

Sekjen SNI James Then mengatakan, iklim perikanan dI Indonesia sedang mengalami kondisi buruk. Karenanya nelayan dan pelaku usaha menyuarakan keresahan dan kegelisahan terhadap situasi industri perikanan saat ini.

Ia juga menyoroti kebijakan KKP yang belum memihak bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan. "Potensi gelombang protes terhadap kebijakan KKP terus meluas karena kebijakan yang sepihak dan merugikan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan" katanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Pemkab Mimika-Bea Cukai...
Pemkab Mimika-Bea Cukai Papua Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan dan UMKM
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved