Penanganan Banjir Bali Masuk Tahap Rehabilitasi, Ini Penampakannya
Sabtu, 13 September 2025 - 10:07 WIB
loading...
BNPB menyatakan seluruh banjir di berbagai wilayah di Bali sudah mulai surut. Saat ini, proses penanganan memasuki tahap rehabilitasi dampak terjangan banjir. Foto/BNPB
A
A
A
DENPASAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan seluruh banjir di berbagai wilayah di Bali sudah mulai surut. Saat ini, proses penanganan memasuki tahap rehabilitasi dampak terjangan banjir.
![Penanganan Banjir Bali Masuk Tahap Rehabilitasi, Ini Penampakannya]()
"Proses pembersihan kita lanjut ke tahapan rehabilitasi rekonstruksi. Semua kebutuhan masyarakat ini dibantu secara kolaborasi antara pemerintah kota kabupaten dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat lewat BNPB dan kementerian lembaga terkait lainnya," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian
Dia menjelaskan, banjir Bali yang berlangsung sejak Rabu 10 September 2025 dinyatakan selesai. Saat ini sudah tidak ada lagi genangan air.
Sedangkan pengungsi banjir di seluruh Bali tinggal 185 orang dan itupun kalau malam tinggal di titik pengungsian, siang kembali ke rumah masing-masing untuk bersama Satgas Gabungan membersihkan rumahnya.
![Penanganan Banjir Bali Masuk Tahap Rehabilitasi, Ini Penampakannya]()
Suharyanto menambahkan, menindaklanjuti masih adanya korban yang dilaporkan hilang, tim gabungan terus berupaya pencarian secara maksimal.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Banjir di Bali dan NTT
"Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang, golden time dalam pencarian korban itu enam atau tujuh hari," ujarnya.
Sementara itu, korban jiwa akibat banjir Bali mencapai 18 orang. "Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, 214 KK/659 jiwa terdampak (dalam pendataan) dan 185 jiwa Mengungsi. Korban hilang masih terus dicari oleh BASARNAS," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan, Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Abdul menambahkan Pemerintah Provinsi Bali memastikan masa tanggap darurat yang berlaku hingga 17 September 2025 akan difokuskan untuk pemulihan awal, termasuk perbaikan jembatan, jalan rusak, dan tembok penyengker yang jebol.
Penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak masih berjalan dengan prioritas utama menyelamatkan korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar ini.

"Proses pembersihan kita lanjut ke tahapan rehabilitasi rekonstruksi. Semua kebutuhan masyarakat ini dibantu secara kolaborasi antara pemerintah kota kabupaten dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat lewat BNPB dan kementerian lembaga terkait lainnya," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian
Dia menjelaskan, banjir Bali yang berlangsung sejak Rabu 10 September 2025 dinyatakan selesai. Saat ini sudah tidak ada lagi genangan air.
Sedangkan pengungsi banjir di seluruh Bali tinggal 185 orang dan itupun kalau malam tinggal di titik pengungsian, siang kembali ke rumah masing-masing untuk bersama Satgas Gabungan membersihkan rumahnya.

Suharyanto menambahkan, menindaklanjuti masih adanya korban yang dilaporkan hilang, tim gabungan terus berupaya pencarian secara maksimal.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Banjir di Bali dan NTT
"Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang, golden time dalam pencarian korban itu enam atau tujuh hari," ujarnya.
Korban Jiwa 18 Orang
Sementara itu, korban jiwa akibat banjir Bali mencapai 18 orang. "Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, 214 KK/659 jiwa terdampak (dalam pendataan) dan 185 jiwa Mengungsi. Korban hilang masih terus dicari oleh BASARNAS," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan, Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Abdul menambahkan Pemerintah Provinsi Bali memastikan masa tanggap darurat yang berlaku hingga 17 September 2025 akan difokuskan untuk pemulihan awal, termasuk perbaikan jembatan, jalan rusak, dan tembok penyengker yang jebol.
Penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak masih berjalan dengan prioritas utama menyelamatkan korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar ini.
(shf)
Lihat Juga :