Penyebab Banjir Bandang di Bali Terungkap, BMKG Ingatkan Fenomena Badai Seroja

Jum'at, 12 September 2025 - 18:31 WIB
loading...
Penyebab Banjir Bandang...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab banjir bandang yang melanda Bali, pada 9 September 2025. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengungkapkan penyebab banjir bandang yang melanda Bali, pada 9 September 2025. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, peristiwa itu menjadi bukti bahwa masa peralihan musim juga dapat memicu kondisi ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks.

“Jadi ini sudah menjadi suatu empiris ya, fakta empiris. Biasanya masa peralihan itu justru juga bisa terjadi kondisi ekstrem. Kenapa bisa begitu? Nah karena tadi dikatakan dinamika atmosfer yang terjadi saat itu, itu merupakan fenomena, beberapa fenomena yang terjadinya itu bersamaan,” ujar Dwikorita saat Konferensi Pers Prakiraan Musim Hujan 2025 dan Update Kondisi Cuaca, Jumat (12/9/2025).

Ia menjelaskan, pada saat banjir bandang Bali terjadi, terdapat sejumlah fenomena atmosfer yang muncul bersamaan diantaranya adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau arak-arakan awan hujan, aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator.

Baca juga: Update Banjir Bali, 18 Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih dalam Pencarian



“Jadi misalnya saat kejadian Bali itu, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation yang saat itu aktif sampai hari ini sudah berkurang dan geser ya, hari ini sudah bergeser tidak di wilayah Bali lagi ya. Itu tadi pergerakan arak-arakan awan hujan dari Samudra Hindia sebelah barat Indonesia bersamaan dengan aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator,” jelasnya.

Selain itu, Dwikorita juga menyebut adanya pengaruh Bibit Siklon yang turut memperkuat hujan ekstrem. Fenomena ini, kata dia, sebelumnya diperkirakan hanya terjadi saat musim hujan, namun faktanya juga bisa muncul di musim kemarau maupun masa peralihan.

“Selain ada tadi pengaruh Bibit Siklon, dan fenomena-fenomena itu pun ternyata kalau waktu kita belajar awal tentang meteorologi itu, fenomena-fenomena itu saat itu diperkirakan yaitu kalau terjadinya musim hujan. Tapi ternyata saat musim kemarau pun, fenomena ekstrem itu pun terjadi,” papar Dwikorita.

“Jadi tampaknya ada tren kejadian-kejadian itu yang harusnya tidak terjadi di musim kemarau atau di peralihan jadi mulai fakta menunjukkan itu ternyata bisa terjadi. Kayak ada apa ya sesuatu anomali gitu ya kita sendiri para terutama para pakar sedang mengkaji,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Dwikorita juga mengingatkan kembali fenomena Badai Tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021 sebagai contoh anomali cuaca, yang tidak sesuai teori.

“Seperti kejadian badai Tropis Seroja, itu harusnya tidak terjadi di lintang ekuator antara 10 derajat Lintang Selatan dan 10 derajat Lintang Utara. Teorinya itu badai tropis itu selalu bertindak apabila memasuki ekuator. Faktanya terjadi anomali, lahirnya itu di dalam ekuator sehingga menjadi catatan kami adanya beberapa hal yang perlu kita waspadai meskipun itu masih di peralihan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Vila Privat di Bali Ini Sediakan Butler Pribadi
Dibuka Tahun Ini, Nuanu...
Dibuka Tahun Ini, Nuanu Park Bali Bakal Hadirkan Zipline hingga Art Village
Rekomendasi
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Terungkap Penyebab Ukraina...
Terungkap Penyebab Ukraina Tembak Jet Tempur F-16 Miliknya Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved