Tanggul Beton Cilincing Diprotes Nelayan, KCN Buka Suara
Jum'at, 12 September 2025 - 17:04 WIB
loading...
Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menyatakan pihaknya tidak tinggal diam dan tengah melakukan pendataan terhadap nelayan yang terdampak pembangunan. Foto/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Proyek pembangunan pelabuhan milik PT Karya Cipta Nusantara (KCN) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara menjadi sorotan publik setelah mendapat keluhan dari sejumlah nelayan di media sosial. Para nelayan mengaku penghasilannya menurun drastis akibat keberadaan tanggul atau pagar beton yang menjadi bagian dari struktur proyek tersebut.
Pagar tersebut dinilai menghalangi akses nelayan ke laut, sehingga menghambat aktivitas melaut yang menjadi mata pencaharian utama mereka. Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menyatakan pihaknya tidak tinggal diam dan tengah melakukan pendataan terhadap nelayan yang terdampak pembangunan.
"Kami sudah akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendata dulu. Kami takut nanti dalam tanda petik ini nelayan Jakarta atau bukan, atau Cilincing, karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing, yang kebetulan keberadaannya tadi kita jelasin, ada diapit oleh Pelindo dan KCN," katanya dalam konferensi pers, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Heboh Tanggul Beton di Laut Cilincing, KCN: Itu Sah
Widodo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan survei terhadap wilayah-wilayah terdampak seperti Kalibaru, Cilincing, dan Marunda. Berdasarkan hasil survei tersebut, terdata ada sekitar 700 nelayan dan 1.100 kapal yang beroperasi di kawasan itu.
"Itulah yang menjadi fokus kami," tambahnya.
Terkait langkah konkret yang akan diambil selama proses pembangunan berlangsung, Widodo mengungkapkan bahwa KCN sedang mencari formula bantuan yang tepat bagi para nelayan.
"Nah, apa yang akan langkah nyatanya selama proses pembangunan? Karena proses pembangunan ini pasti ada dampak. Tadi kami sampaikan, kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," pungkasnya.
Pagar tersebut dinilai menghalangi akses nelayan ke laut, sehingga menghambat aktivitas melaut yang menjadi mata pencaharian utama mereka. Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menyatakan pihaknya tidak tinggal diam dan tengah melakukan pendataan terhadap nelayan yang terdampak pembangunan.
"Kami sudah akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendata dulu. Kami takut nanti dalam tanda petik ini nelayan Jakarta atau bukan, atau Cilincing, karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing, yang kebetulan keberadaannya tadi kita jelasin, ada diapit oleh Pelindo dan KCN," katanya dalam konferensi pers, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Heboh Tanggul Beton di Laut Cilincing, KCN: Itu Sah
Widodo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan survei terhadap wilayah-wilayah terdampak seperti Kalibaru, Cilincing, dan Marunda. Berdasarkan hasil survei tersebut, terdata ada sekitar 700 nelayan dan 1.100 kapal yang beroperasi di kawasan itu.
"Itulah yang menjadi fokus kami," tambahnya.
Terkait langkah konkret yang akan diambil selama proses pembangunan berlangsung, Widodo mengungkapkan bahwa KCN sedang mencari formula bantuan yang tepat bagi para nelayan.
"Nah, apa yang akan langkah nyatanya selama proses pembangunan? Karena proses pembangunan ini pasti ada dampak. Tadi kami sampaikan, kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :