Apresiasi Kamtibmas di Tangsel, Kemendagri Minta Siskamling Kembali Diaktifkan
Kamis, 11 September 2025 - 13:58 WIB
loading...
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin mengapresiasi Kamtibmas di wilayah Tangerang Selatan. Foto/istimewa
A
A
A
TANGSEL - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu tidak lepas dari kolaborasi antara stakeholders terkait.
Hal itu disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin saat bertemu Forkopimda dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di kediaman Wali Kota Tangsel di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyambut langsung kedatangan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar didampingi Direktur Kewaspadaan Nasional Aang Witarsa Rafik. di kediamannya. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, Kapolres Tangsel Victor Daniel Henry, Dandim Tangsel Letkol Inf. Ary Sutrisno, Kejari Tangsel Apsari Dewi, Sekda Tangsel Bambang Noertjahjo, dan seluruh pejabat di Pemerintah Kota Tangsel.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar mengaku sangat senang saat mendengar laporan dan penyampaian kondisi situasi Kamtibmas di wilayah Tangsel melalui Kapolres Tangsel. Menurut dia, suasana kondusif dan aman seperti apa yang disampaikan oleh Kapolres oleh karena komunikasi intens yang telah berjalan dengan baik antara Pemda dan Forkopimda yang lain.
“Ini bisa berjalan di Tangsel karena Forkopimdanya. Telah bekerja dan berfungsi dengan baik. Sekarang tinggal mempertahankannya saja,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Menurut Bahtiar kombinasi komunikasi yang baik antar Pemkot dan Forkopimda terutama antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan dapat terasa hingga ke masyarakat, seperti suasana aman, terkendali, dan kondusif.
“Intinya jalin komunikasi yang baik bersama tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pimpinan parpol. Perkuat komunikasi dan jalin persahabatan” tutur Bahtiar.
Bahtiar juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam upaya menciptakan ketenteraman dan keamanan di tengah tengah masyarakat. Termasuk delapan poin arahan Mendagri yang sebelumnya telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.
Menurut Bahtiar, selaku Dirjen dirinya mendapat tugas di wilayah Jabodetabek untuk memastikan arahan tersebut sudah terlaksana atau belum.
“Saya ditugaskan khusus untuk jalin komunikasi sekaligus silaturahmi dengan Pemda an Pemkot. Saya sudah mendatangi beberapa Pemda dan Pemkot di wilayah Jabodetabek dan saat ini di Tangsel” ujarnya.
Seperti diketahui Kemendagri menerbitkan delapan poin arahan dari Mendagri. Di antaranya, kepala daerah agar melaksanakan rapat Forkopimda, sambangi atau duduk bersama dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh, laksanakan doa kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan pemerintah.
Gencarkan program pro rakyat seperti gerakan pasar murah, bansos, dan sebagainya, tunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan apalagi dengan musik-musik seperti berpesta, jangan flexing kemewahan baik pejabat maupun keluarga.
“Kalau ada acara pribadi seperti resepsi pernikahan, ulang tahun dan lain-lain, laksanakan secara sederhana, tunda semua keberangkatan ke luar negeri, semua kepala daerah dalam kondisi rawan harus di dalam daerahnya masing-masing untuk mengendalikan situasi bersama Forkompimda,” ucapnya.
Bahtiar juga mengingatkan supaya Pemkot Tangsel kembali mengaktifkan kehadiran siskamling yang memang sudah menjadi bagian kebiasaan dan kebudayaan di Indonesia. Hal tersebut juga sudah menjadi arahan Mendagri kepada seluruh daerah. Dengan warga jaga warga maka kenyamanan dan keamanan wilayah akan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu dalam laporannya Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry menyatakan semua arahan dari Mendagri telah dilaksanakan oleh Forkopimda Tangsel. Termasuk mengaktifkan siskamling di tingkat RT / RW.
“Menjaga lingkungan masing masing, semakin ditingkatkan mulai tingkat RW. Jika terdapat hal hal yang mencurigakan warga langsung melapor,” ungkap Kapolres.
Hal itu disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin saat bertemu Forkopimda dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di kediaman Wali Kota Tangsel di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyambut langsung kedatangan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar didampingi Direktur Kewaspadaan Nasional Aang Witarsa Rafik. di kediamannya. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, Kapolres Tangsel Victor Daniel Henry, Dandim Tangsel Letkol Inf. Ary Sutrisno, Kejari Tangsel Apsari Dewi, Sekda Tangsel Bambang Noertjahjo, dan seluruh pejabat di Pemerintah Kota Tangsel.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar mengaku sangat senang saat mendengar laporan dan penyampaian kondisi situasi Kamtibmas di wilayah Tangsel melalui Kapolres Tangsel. Menurut dia, suasana kondusif dan aman seperti apa yang disampaikan oleh Kapolres oleh karena komunikasi intens yang telah berjalan dengan baik antara Pemda dan Forkopimda yang lain.
“Ini bisa berjalan di Tangsel karena Forkopimdanya. Telah bekerja dan berfungsi dengan baik. Sekarang tinggal mempertahankannya saja,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Menurut Bahtiar kombinasi komunikasi yang baik antar Pemkot dan Forkopimda terutama antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan dapat terasa hingga ke masyarakat, seperti suasana aman, terkendali, dan kondusif.
“Intinya jalin komunikasi yang baik bersama tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pimpinan parpol. Perkuat komunikasi dan jalin persahabatan” tutur Bahtiar.
Bahtiar juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam upaya menciptakan ketenteraman dan keamanan di tengah tengah masyarakat. Termasuk delapan poin arahan Mendagri yang sebelumnya telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.
Menurut Bahtiar, selaku Dirjen dirinya mendapat tugas di wilayah Jabodetabek untuk memastikan arahan tersebut sudah terlaksana atau belum.
“Saya ditugaskan khusus untuk jalin komunikasi sekaligus silaturahmi dengan Pemda an Pemkot. Saya sudah mendatangi beberapa Pemda dan Pemkot di wilayah Jabodetabek dan saat ini di Tangsel” ujarnya.
Seperti diketahui Kemendagri menerbitkan delapan poin arahan dari Mendagri. Di antaranya, kepala daerah agar melaksanakan rapat Forkopimda, sambangi atau duduk bersama dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh, laksanakan doa kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan pemerintah.
Gencarkan program pro rakyat seperti gerakan pasar murah, bansos, dan sebagainya, tunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan apalagi dengan musik-musik seperti berpesta, jangan flexing kemewahan baik pejabat maupun keluarga.
“Kalau ada acara pribadi seperti resepsi pernikahan, ulang tahun dan lain-lain, laksanakan secara sederhana, tunda semua keberangkatan ke luar negeri, semua kepala daerah dalam kondisi rawan harus di dalam daerahnya masing-masing untuk mengendalikan situasi bersama Forkompimda,” ucapnya.
Bahtiar juga mengingatkan supaya Pemkot Tangsel kembali mengaktifkan kehadiran siskamling yang memang sudah menjadi bagian kebiasaan dan kebudayaan di Indonesia. Hal tersebut juga sudah menjadi arahan Mendagri kepada seluruh daerah. Dengan warga jaga warga maka kenyamanan dan keamanan wilayah akan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu dalam laporannya Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry menyatakan semua arahan dari Mendagri telah dilaksanakan oleh Forkopimda Tangsel. Termasuk mengaktifkan siskamling di tingkat RT / RW.
“Menjaga lingkungan masing masing, semakin ditingkatkan mulai tingkat RW. Jika terdapat hal hal yang mencurigakan warga langsung melapor,” ungkap Kapolres.
(cip)
Lihat Juga :