Tolak Privatisasi PAM Jaya, Partai Perindo DKI Jakarta: Jangan Jadikan Air Bersih Barang Dagangan
Selasa, 09 September 2025 - 21:31 WIB
loading...
Polemik rencana privatisasi PAM Jaya mendapat sorotan tajam dari dari Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Effendi Syahputra yang menyebut hal itu berbahaya. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polemik rencana privatisasi PAM Jaya mendapat sorotan tajam dari Partai Perindo DKI Jakarta. Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Effendi Syahputra menilai wacana tersebut justru berbahaya di tengah kondisi pelayanan air bersih yang masih jauh dari kata layak untuk masyarakat ibu kota.
Menurut dia, hingga saat ini masih banyak warga Jakarta yang kesulitan mengakses air bersih. Alih-alih memperbaiki pelayanan, rencana privatisasi dikhawatirkan hanya akan membuka ruang komersialisasi yang membuat masyarakat kecil semakin sulit mendapatkan hak dasarnya.
Baca juga: Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Jabat Ketua Dewas PAM Jaya
“Air bersih jangan dulu dijadikan barang dagangan. PAM Jaya harus fokus membenahi layanan dasar untuk rakyat Jakarta. Pembenahan struktural internal PAM dan peningkatan pelayanan harus benar-benar bisa dirasakan oleh pelanggan,” kata Effendi Syahputra di Jakarta (9/9/2025).
Dia juga menekankan perlunya kajian yang matang sebelum ada perubahan struktur badan hukum PAM Jaya. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan untung rugi, terutama dampaknya terhadap masyarakat kecil. "Tanpa kajian yang komprehensif, privatisasi justru bisa menjadi bumerang bagi warga yang paling membutuhkan.”
Lebih jauh, Effendi mengingatkan bahwa tugas utama PAM Jaya adalah menyediakan air bersih yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Jangan sampai perubahan badan hukum justru mengaburkan fungsi utama ini, karena hak rakyat atas air bersih harus selalu diutamakan,” tambahnya.
Baca juga: PAM JAYA Tutup Pit Galian Jatiwaringin-Hek Kramat Jati, Arus Lalu lintas Berangsur Normal
Dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, buruknya pelayanan saat ini, serta potensi komersialisasi yang merugikan rakyat, DPW Partai Perindo DKI Jakarta menolak tegas rencana privatisasi PAM Jaya. Bagi Perindo, air bersih adalah kebutuhan mendasar yang tidak boleh diperlakukan semata sebagai komoditas bisnis.
Menurut dia, hingga saat ini masih banyak warga Jakarta yang kesulitan mengakses air bersih. Alih-alih memperbaiki pelayanan, rencana privatisasi dikhawatirkan hanya akan membuka ruang komersialisasi yang membuat masyarakat kecil semakin sulit mendapatkan hak dasarnya.
Baca juga: Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Jabat Ketua Dewas PAM Jaya
“Air bersih jangan dulu dijadikan barang dagangan. PAM Jaya harus fokus membenahi layanan dasar untuk rakyat Jakarta. Pembenahan struktural internal PAM dan peningkatan pelayanan harus benar-benar bisa dirasakan oleh pelanggan,” kata Effendi Syahputra di Jakarta (9/9/2025).
Dia juga menekankan perlunya kajian yang matang sebelum ada perubahan struktur badan hukum PAM Jaya. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan untung rugi, terutama dampaknya terhadap masyarakat kecil. "Tanpa kajian yang komprehensif, privatisasi justru bisa menjadi bumerang bagi warga yang paling membutuhkan.”
Lebih jauh, Effendi mengingatkan bahwa tugas utama PAM Jaya adalah menyediakan air bersih yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Jangan sampai perubahan badan hukum justru mengaburkan fungsi utama ini, karena hak rakyat atas air bersih harus selalu diutamakan,” tambahnya.
Baca juga: PAM JAYA Tutup Pit Galian Jatiwaringin-Hek Kramat Jati, Arus Lalu lintas Berangsur Normal
Dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, buruknya pelayanan saat ini, serta potensi komersialisasi yang merugikan rakyat, DPW Partai Perindo DKI Jakarta menolak tegas rencana privatisasi PAM Jaya. Bagi Perindo, air bersih adalah kebutuhan mendasar yang tidak boleh diperlakukan semata sebagai komoditas bisnis.
(shf)
Lihat Juga :