Pondok Pesantren se-Jombang Gelar Doa Bersama untuk Bangsa

Minggu, 31 Agustus 2025 - 21:32 WIB
loading...
Pondok Pesantren se-Jombang...
Ratusan santri dan kiai pondok pesantren se-Jombang, Jawa Timur (Jatim) menggelar salat gaib dan doa bersama untuk keselamatan bangsa pada 30-31 Agustus 2025. Foto/Ist
A A A
JOMBANG - Ratusan santri dan kiai pondok pesantren se-Jombang, Jawa Timur (Jatim) menggelar salat gaib dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Mereka yang berasal dari yakni Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denannyar, Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung, Pondok Grenggeng Ngoro berharap umat dapat meredam amarah.

Kegiatan salat gaib dan doa dilangsungkan di pondok pesantren masing-masing, Pondok Pesantren Denannyar menggelar kegiatan usai pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah di masjid induk Pondok Pesantren Denannyar, Minggu (31/8/2025).

Baca juga: Prabowo Minta TNI-Polri Tindak Tegas Perusakan dan Penjarahan

Sedangkan Pondok Pesantren Mojoagung dilakukan hari sebelumnya, Sabtu 30 Agustus 2025.



Pengasuh Pondok Pesantren Denannyar, KH Abdussalam Shohib menjelaskan doa bersama yang dilakukan kiai dan santri bertujuan memohon keselamatan, ketentraman serta keamanan bangsa.

"Utamanya, kiai dan santri berdoa untuk ketentraman dan keamanan bangsa. Memohon agar segala amarah dihilangkan. Selain itu,kiai dan santri melakukan salat gaib ditujukan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu," katanya.

Gus Salam, sapaan akrab KH Abdussalam Shohib menyoroyti aksi anarkis yang terjadi di berbagai daerah. Ia meminta agar aksi anarkis segera dihentikan. Menyampaikan aspirasi, mengutarakan pendapat, tidak melulu dengan cara-cara kekerasan.

Baca juga: Panglima TNI Ajak Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

"Penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan tertib. Kalau sudah mengarah pada tindakan merusak, aparat wajib bertindak sesuai prosedur," katanya

Gus Salam tidak menampik kerusuhan yang terjadi belakangan ini merupakan akumulasi dari berbagai masalah, mulai dari maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tekanan ekonomi masyarakat, hingga perilaku sejumlah elite politik yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi rakyat.

"Namun, aksi anarkis bukan solusi, apalagi sampai menjarah barang orang lain, membakar fasilitas umum, meruskan fasilitas umum. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyalurkan pendapat," tuturnya.

Selain itu, Gus Salam meminta kasus kematian Affan harus diusut secara tuntas.

"Yang bersalah harus di hukum sesuai hukum yang berlaku, jangan sampai rakyat kembali kecewa. Kalauperlu para pelaku yang terlibat dalam kematian Affan dikenakan pelanggaran HAM," ucapnya.

Gus Salam mengaku bersyukur mendengar kabarsejumlah organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah sudah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Sementara di tingkat lokal, pesantren dan tokoh agama akan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Semua ormas dari berbagai Indonesia sudah bertemu dengan Presiden Prabowo jadi sudah terwakilkan mungkin di daerah-daerah kita perlu koordinasi konsolidasi dengan pihak-pihak terkait yang ada di daerah. Tetapi yang penting bagi kita adalah ikut menenangkan umat. itu tugas kita," tutupnya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Babussalam Mojoagung, Kalibening ratusan santri bersama warga sekitar menggelar istighosah dan salat gaib yang dipimpin langsung Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening, KH Muhajjirin.

KH. Muhajjirin menyampaikan pesan sederhana namun dalam maknanya. “Ketika bangsa ini diuji dengan kegaduhan, jangan sampai hati kita ikut gaduh. Mari tenangkan diri, perbanyak doa, dan memohon kepada Allah SWT agar negeri ini tetap damai. Karena doa, adalah benteng terakhir kita sebagai umat beriman,” ucapnya di hadapan jamaah.

Dalam doa yang dilantunkan, terselip harapan besar agar para pemimpin negeri senantiasa diberi petunjuk untuk berlaku adil, rakyat dijauhkan dari fitnah dan perpecahan, serta Indonesia tetap teguh berdiri di atas persatuan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved