MRT Belum Beroperasi Penuh, Rute hanya Lebak Bulus-Blok M
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:59 WIB
loading...
Operasional MRT Jakarta dipastikan belum bisa beroperasi penuh pada Sabtu (30/8/2025). Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Operasional MRT Jakarta dipastikan belum bisa beroperasi penuh pada Sabtu (30/8/2025). Hingga siang ini, MRT hanya melayani rute Lebak Bulus-Blok M.
Pembatasan rute imbas dari kerusuhan hari Jumat (29/8/2025). Massa yang mengamuk menghancurkan fasilitas umum, salah satunya Stasiun MRT Istora.
Massa merusak pagar penutup stasiun hingga memecahkan kaca.
Baca juga: Stasiun MRT Istora Mandiri Dijarah, CCTV Rusak, Vending Machine Lenyap
Saat ini stasiun setelah Blok M ditutup, tidak dapat diakses penumpang.
Sebelumnya, demo yang ricuh pada Jumat (29/8) malam berdampak langsung pada operasional Stasiun MRT Istora Mandiri. Oknum demonstran menjarah barang vending machine dan merusak fasilitas CCTV di dalam stasiun.
"Vandalisme terjadi dalam stasiun, dan juga ada penjarahan vending machine, juga perusakan fasilitas CCTV," kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo saat ditemui di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025)
Baca juga: Imbas Demo, Kereta Jarak Jauh Pasar Senen Dialihkan ke Stasiun Jatinegara Pagi Ini
Kejadian tersebut, ujarnya, menjadi perhatian serius manajemen. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, baik dari sisi prosedur maupun fasilitas keamanan.
Ahmad menegaskan, rekaman CCTV yang masih ada akan dipakai untuk pemeriksaan internal serta dapat menjadi bahan komunikasi dengan aparat penegak hukum.
"Ada yang mencoba merangsek masuk dan lakukan penjarahan, tapi memang jumlah massa yang masuk ke dalam stasiun itu tidak banyak juga,” jelasnya.
Pembatasan rute imbas dari kerusuhan hari Jumat (29/8/2025). Massa yang mengamuk menghancurkan fasilitas umum, salah satunya Stasiun MRT Istora.
Massa merusak pagar penutup stasiun hingga memecahkan kaca.
Baca juga: Stasiun MRT Istora Mandiri Dijarah, CCTV Rusak, Vending Machine Lenyap
Saat ini stasiun setelah Blok M ditutup, tidak dapat diakses penumpang.
Sebelumnya, demo yang ricuh pada Jumat (29/8) malam berdampak langsung pada operasional Stasiun MRT Istora Mandiri. Oknum demonstran menjarah barang vending machine dan merusak fasilitas CCTV di dalam stasiun.
"Vandalisme terjadi dalam stasiun, dan juga ada penjarahan vending machine, juga perusakan fasilitas CCTV," kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo saat ditemui di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025)
Baca juga: Imbas Demo, Kereta Jarak Jauh Pasar Senen Dialihkan ke Stasiun Jatinegara Pagi Ini
Kejadian tersebut, ujarnya, menjadi perhatian serius manajemen. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, baik dari sisi prosedur maupun fasilitas keamanan.
Ahmad menegaskan, rekaman CCTV yang masih ada akan dipakai untuk pemeriksaan internal serta dapat menjadi bahan komunikasi dengan aparat penegak hukum.
"Ada yang mencoba merangsek masuk dan lakukan penjarahan, tapi memang jumlah massa yang masuk ke dalam stasiun itu tidak banyak juga,” jelasnya.
(nnz)
Lihat Juga :