Stasiun MRT Istora Mandiri Dijarah, CCTV Rusak, Vending Machine Lenyap
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:34 WIB
loading...
Aksi massa demonstran pada Jumat (29/8/2025) malam berdampak langsung pada operasional Stasiun MRT Istora Mandiri. Ada yang menjarah barang vending machine dan merusak fasilitas CCTV di dalam stasiun. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Aksi massa demonstran pada Jumat (29/8/2025) malam berdampak langsung pada operasional Stasiun MRT Istora Mandiri. Ada yang menjarah barang vending machine dan merusak fasilitas CCTV di dalam stasiun.
"Vandalisme terjadi dalam stasiun, dan juga ada penjarahan vending machine, juga perusakan fasilitas CCTV," kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo saat ditemui di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025)
Kejadian tersebut, ujarnya, menjadi perhatian serius manajemen. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, baik dari sisi prosedur maupun fasilitas keamanan.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Imbau Semua Pihak Menahan Diri dan Hentikan Kekerasan
Ahmad menegaskan, rekaman CCTV yang masih ada akan dipakai untuk pemeriksaan internal serta dapat menjadi bahan komunikasi dengan aparat penegak hukum.
"Ada yang mencoba merangsek masuk dan lakukan penjarahan, tapi memang jumlah massa yang masuk ke dalam stasiun itu tidak banyak juga,” jelasnya.
Terkait keselamatan pekerja, Ahmad memastikan tidak ada petugas MRT yang menjadi korban dalam penjarahan dan perusakan fasilitas. "Alhamdulillah tidak ada petugas yang terkena dampak. Jadi memang kami sudah melakukan serangkaian mitigasi, termasuk pemindahan lokasi dari petugas-petugas stasiun pada saat tadi malam," katanya.
"Vandalisme terjadi dalam stasiun, dan juga ada penjarahan vending machine, juga perusakan fasilitas CCTV," kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo saat ditemui di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025)
Kejadian tersebut, ujarnya, menjadi perhatian serius manajemen. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, baik dari sisi prosedur maupun fasilitas keamanan.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Imbau Semua Pihak Menahan Diri dan Hentikan Kekerasan
Ahmad menegaskan, rekaman CCTV yang masih ada akan dipakai untuk pemeriksaan internal serta dapat menjadi bahan komunikasi dengan aparat penegak hukum.
"Ada yang mencoba merangsek masuk dan lakukan penjarahan, tapi memang jumlah massa yang masuk ke dalam stasiun itu tidak banyak juga,” jelasnya.
Terkait keselamatan pekerja, Ahmad memastikan tidak ada petugas MRT yang menjadi korban dalam penjarahan dan perusakan fasilitas. "Alhamdulillah tidak ada petugas yang terkena dampak. Jadi memang kami sudah melakukan serangkaian mitigasi, termasuk pemindahan lokasi dari petugas-petugas stasiun pada saat tadi malam," katanya.
(zik)
Lihat Juga :