Tembakkan Gas Air Mata, Polisi Pukul Mundur Pengunjuk Rasa di Mako Brimob Kwitang
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 18:56 WIB
loading...
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di Mako Brimob, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketegangan memuncak di kawasan Mako Brimob , Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (29/8/2025), saat aparat kepolisian mulai memukul mundur massa aksi yang bertahan sejak pagi hari.
Sekitar pukul 17.30 WIB, polisi mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa. Asap tebal mengepul di sepanjang Jalan Kwitang, namun demonstran tampak tetap bertahan dan bahkan membalas dengan lemparan batu serta petasan.
Meski situasi terus memanas, belum terlihat kehadiran kendaraan taktis maupun water cannon di lokasi, yang biasanya digunakan dalam penanganan demonstrasi skala besar. Hal ini membuat bentrokan berlangsung lama dan sulit dikendalikan.
Baca juga: Mahasiswa Bakar Tiang hingga Kursi di Depan Polda Metro Jaya
Hingga kini, belum ada tanda-tanda situasi akan segera kondusif. Awan mendung yang menggantung di langit Jakarta pun tampaknya tak menyurutkan semangat massa untuk terus melakukan perlawanan.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak tunjangan fasilitas anggota DPR di depan Gedung DPR/MPR berujung ricuh. Bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa pecah di sejumlah lokasi.
Baca juga: Pemakaman Affan Kurniawan yang Dilindas Rantis Penuh Haru, Driver Ojol Kenakan Jaket Hijau Sambil berdoa
Dalam bentrokan tersebut, seorang driver ojol Affan Kurniawan yang berada di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat saat demo berlangsung ditabrak rantis Brimob Polri. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung menemui keluarga almarhum di RSCM dan menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf kepada masyarakat. “Tentunya saya juga minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan juga masyrakat atas musibah dan peristiwa yang terjadi," ujar Kapolri, Jumat (29/8/2025) dini hari tadi.
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim menyatakan tujuh oknum polisi telah diamankan dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan. Ketujuh orang tersebut yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, Baraka D.
"Saat ini pelaku sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," katanya.
Sekitar pukul 17.30 WIB, polisi mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa. Asap tebal mengepul di sepanjang Jalan Kwitang, namun demonstran tampak tetap bertahan dan bahkan membalas dengan lemparan batu serta petasan.
Meski situasi terus memanas, belum terlihat kehadiran kendaraan taktis maupun water cannon di lokasi, yang biasanya digunakan dalam penanganan demonstrasi skala besar. Hal ini membuat bentrokan berlangsung lama dan sulit dikendalikan.
Baca juga: Mahasiswa Bakar Tiang hingga Kursi di Depan Polda Metro Jaya
Hingga kini, belum ada tanda-tanda situasi akan segera kondusif. Awan mendung yang menggantung di langit Jakarta pun tampaknya tak menyurutkan semangat massa untuk terus melakukan perlawanan.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak tunjangan fasilitas anggota DPR di depan Gedung DPR/MPR berujung ricuh. Bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa pecah di sejumlah lokasi.
Baca juga: Pemakaman Affan Kurniawan yang Dilindas Rantis Penuh Haru, Driver Ojol Kenakan Jaket Hijau Sambil berdoa
Dalam bentrokan tersebut, seorang driver ojol Affan Kurniawan yang berada di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat saat demo berlangsung ditabrak rantis Brimob Polri. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung menemui keluarga almarhum di RSCM dan menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf kepada masyarakat. “Tentunya saya juga minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan juga masyrakat atas musibah dan peristiwa yang terjadi," ujar Kapolri, Jumat (29/8/2025) dini hari tadi.
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim menyatakan tujuh oknum polisi telah diamankan dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan. Ketujuh orang tersebut yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, Baraka D.
"Saat ini pelaku sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," katanya.
(cip)
Lihat Juga :