Luas Karhutla di Riau dan Aceh Capai Ribuan Hektare

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:11 WIB
loading...
Luas Karhutla di Riau...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Riau dan Aceh mencapai ribuan hektare. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di kawasan Riau dan Aceh mencapai ribuan hektare. Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar akibat karhutla telah mencapai 1.792,52 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

“Hingga 26 Agustus, satelit mendeteksi dua titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan persnya, Rabu (27/8/2025).

Selain di Riau, karhutla terjadi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh dengan luas terbakar sekitar 5 hektare pada Minggu, 24 Agustus 2025 yang hingga kini api masih dalam proses penanganan di lapangan. Karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Selasa, 26 Agustus 2025 menghanguskan sekitar 4 hektare lahan, api sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Baca juga: Presiden Atensi Karhutla di Riau, Panglima TNI Instruksikan Pangdam I/BB Turun Langsung ke Lokasi



"BNPB mencatat sebanyak 30 kejadian bencana hingga Rabu (27/8/2025) pukul 07.00 WIB pagi tadi. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya tergolong menonjol dan berdampak signifikan," tuturnya.

Dia menerangkan, pada Selasa, 26 Agustus 2025, karhutla juga melanda Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur dengan luas lahan terbakar sekitar 5,7 hektare. Tim pemadam gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi terdampak.

"Selain tiga kejadian baru tersebut, sejumlah bencana sebelumnya terus dilakukan pemutakhiran data. Dimulai dari kebakaran sumur minyak mentah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah," jelasnya.

Dia menerangkan, kebakaran sumur minyak mentah di Blora itu menimbulkan 4 korban jiwa meninggal dunia, 1 luka berat, dan 300 kepala keluarga atau sekitar 750 jiwa mengungsi. Sebanyak 5 rumah juga dilaporkan rusak, status tanggap darurat ditetapkan hingga tanggal 30 Agustus 2025 mendatang dan pemantauan berkala terus dilakukan pascapenutupan sumur.

"Sementara itu, erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih terus berlangsung. Pada 26 Agustus teramati kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak. Sebanyak 20.777 jiwa dilaporkan terdampak dan masih dalam pendataan," ujarnya.

Selain karhutla, kekeringan terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat berdampak pada 7.235 KK atau 21.986 jiwa. Distribusi air bersih yang dilakukan sejak 4 Agustus hingga 26 Agustus telah mencapai 166 ribu liter.

"Adapun bencana hidrometeorologi berupa banjir dilaporkan di Kota Bitung dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Di Bitung, sekitar 1.277 KK terdampak, sementara di Bolaang Mongondow Timur sebanyak 100 KK. Kondisi air dilaporkan mulai surut," katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan, sejumlah karhutla masih dalam penanganan di provinsi lain, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi dengan total ribuan hektare lahan terbakar. Kondisi terbaru menunjukkan tren titik panas mulai menurun, meski pemadaman udara dan darat terus digencarkan.

"Upaya penanganan darurat diutamakan pada keselamatan masyarakat. BNPB terus bersinergi dengan BPBD, kementerian/lembaga terkait, dan unsur TNI/Polri untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Listrik Padam, Aceh,...
Listrik Padam, Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau Blackout
Hadapi Kemarau 2026,...
Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved