Lippo Renovasi 1.500 Rumah Desa, Dimulai dari Malang
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:59 WIB
loading...
Kelompok Lippo menggelar program renovasi 1.500 rumah desa dimulai dari Kampung Wisata Topeng, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/8/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
MALANG - Kelompok Lippo menggelar program renovasi 1.500 rumah desa dimulai dari Kampung Wisata Topeng, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/8/2025). Program ini sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia usaha mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan 3 juta rumah per tahun.
Tahap pertama dari program renovasi 1.500 rumah desa dimulai di Kampung Wisata Topeng, Malang, dengan fokus pada perbaikan struktur bangunan, ventilasi, serta akses air bersih. Program ini secara bertahap akan diperluas ke berbagai wilayah lain, seperti Bandung, Bekasi, Tangerang, Sulawesi, hingga Papua, dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Baca juga: Anggaran Program 3 Juta Rumah Rp49 Triliun di 2026, Paling Banyak untuk Renovasi
Program renovasi rumah ini merupakan langkah awal Lippo dalam ikut serta menghadirkan hunian layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Khususnya di kawasan perdesaan dan daerah wisata budaya.
Program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memiliki beberapa tujuan. Pertama, mengurangi backlog perumahan nasional yang saat ini masih tinggi. Kedua, memberikan akses rumah layak huni bagi masyarakat menengah ke bawah.
Ketiga, meningkatkan kualitas hidup rakyat desa melalui infrastruktur dasar yang lebih sehat. Keempat, mendorong penciptaan lapangan kerja lokal di bidang konstruksi, material, dan jasa pendukung. Kelima, mengangkat martabat keluarga Indonesia, sehingga dapat lebih produktif dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Terkait rumah, Pendiri Lippo Mochtar Riady memberika pandangannya. “Rumah adalah tempat lahirnya harapan. Dengan merenovasi rumah-rumah sederhana di desa, kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia merasakan hidup yang lebih layak, sehat, dan penuh martabat. Program ini adalah bentuk tanggung jawab moral Lippo sebagai bagian dari bangsa, sekaligus dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi besar membangun 3 juta rumah setahun untuk rakyat. Baca juga: Sambangi Proyek Meikarta, Ini Permintaan Maruarar Sirait ke Lippo Group
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan renovasi rumah desa adalah salah satu bentuk intervensi sosial yang efektif. Perumahan layak meningkatkan kesehatan, pendidikan, serta produktivitas ekonomi keluarga miskin. ”Apa yang dilakukan Lippo di Malang dapat menjadi model kolaborasi swasta-pemerintah untuk mengurangi kemiskinan secara structural,” katanya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rumah tidak hanya soal dinding dan atap, tapi soal harkat manusia. ”Dukungan Lippo terhadap program 3 juta rumah Presiden Prabowo menunjukkan bahwa sektor swasta bisa menjadi mitra strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia,” jelasnya.
Tahap pertama dari program renovasi 1.500 rumah desa dimulai di Kampung Wisata Topeng, Malang, dengan fokus pada perbaikan struktur bangunan, ventilasi, serta akses air bersih. Program ini secara bertahap akan diperluas ke berbagai wilayah lain, seperti Bandung, Bekasi, Tangerang, Sulawesi, hingga Papua, dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Baca juga: Anggaran Program 3 Juta Rumah Rp49 Triliun di 2026, Paling Banyak untuk Renovasi
Program renovasi rumah ini merupakan langkah awal Lippo dalam ikut serta menghadirkan hunian layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Khususnya di kawasan perdesaan dan daerah wisata budaya.
Program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memiliki beberapa tujuan. Pertama, mengurangi backlog perumahan nasional yang saat ini masih tinggi. Kedua, memberikan akses rumah layak huni bagi masyarakat menengah ke bawah.
Ketiga, meningkatkan kualitas hidup rakyat desa melalui infrastruktur dasar yang lebih sehat. Keempat, mendorong penciptaan lapangan kerja lokal di bidang konstruksi, material, dan jasa pendukung. Kelima, mengangkat martabat keluarga Indonesia, sehingga dapat lebih produktif dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Terkait rumah, Pendiri Lippo Mochtar Riady memberika pandangannya. “Rumah adalah tempat lahirnya harapan. Dengan merenovasi rumah-rumah sederhana di desa, kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia merasakan hidup yang lebih layak, sehat, dan penuh martabat. Program ini adalah bentuk tanggung jawab moral Lippo sebagai bagian dari bangsa, sekaligus dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi besar membangun 3 juta rumah setahun untuk rakyat. Baca juga: Sambangi Proyek Meikarta, Ini Permintaan Maruarar Sirait ke Lippo Group
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan renovasi rumah desa adalah salah satu bentuk intervensi sosial yang efektif. Perumahan layak meningkatkan kesehatan, pendidikan, serta produktivitas ekonomi keluarga miskin. ”Apa yang dilakukan Lippo di Malang dapat menjadi model kolaborasi swasta-pemerintah untuk mengurangi kemiskinan secara structural,” katanya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rumah tidak hanya soal dinding dan atap, tapi soal harkat manusia. ”Dukungan Lippo terhadap program 3 juta rumah Presiden Prabowo menunjukkan bahwa sektor swasta bisa menjadi mitra strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :