Pacu Produktivitas Penenun Sikka NTT, Legislator Partai Perindo Marthen Luther Adji Salurkan Bantuan Benang
Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:50 WIB
loading...
Legislator Partai Perindo Marthen Luther Adji menyalurkan bantuan benang kepada kelompok perajin tenun Koja Wulet, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT saat reses, pekan lalu. Foto: Sindonews
A
A
A
SIKKA - Di Desa Gong Bekor, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tradisi menenun ikat masih dijaga dengan penuh ketekunan oleh para perempuan setempat. Di balik keindahan kain yang dihasilkan, para perajin kerap bergulat dengan keterbatasan bahan dasar, terutama benang.
Melihat kesulitan itu, legislator Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita, Marthen Luther Adji, tergerak untuk turun tangan. Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka ini menyalurkan bantuan benang kepada kelompok perajin tenun Koja Wulet saat reses, pekan lalu.
Baca juga: Legislator Perindo Terjun ke Masyarakat Salurkan Bantuan Kursi Roda
Bantuan ini merupakan bentuk tanggapan nyata atas aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Kami ingin apa yang kami dengar dari masyarakat bisa diwujudkan, tidak berhenti hanya sebagai catatan reses,” ungkap Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Muhammadiyah Kupang ini.
Ketua Koja Wulet Maria Rensiana menyambut dengan penuh syukur. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya memberi solusi praktis, tetapi juga menyalakan semangat baru bagi para perajin. “Bantuan ini kami harapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tenun ikat di Desa Gong Bekor,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, tenun ikat Sikka bukan sekadar karya budaya, tetapi menjadi sumber nafkah. Dengan tambahan benang, para perajin kini berpeluang menghasilkan kain yang lebih bernilai jual, yang pada akhirnya bisa membantu perekonomian keluarga mereka.
Kepedulian dan bantuan Marthen Luther Adji ini sejalan dengan fokus DPP Partai Perindo meningkatkan produktivitas kalangan masyarakat 5P selama lima tahun ke depan demi kesejahteraan dan persatuan Indonesia. Kelima P itu yakni Perempuan, Pemuda, Pekerja, Penyandang Disabilitas, dan Pelaku UMKM.
Terlebih, para penenun ini merupakan kalangan perempuan yang juga sekaligus pegiat UMKM. Fokus Partai Perindo yang menyasar kelompok perempuan lantaran setengah populasi Indonesia adalah kaum hawa. Diyakini, kesejahteraan dan produktivitas perempuan dapat berdampak kepada keluarga dan masa depan anak.
Adapun pertimbangan mendorong produktivitas kelompok pelaku usaha, terkhusus usaha kecil, karena partai yang dipimpin Angela Tanoesoedibjo ini menyadari sektor UMKM telah menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Marthen bukan kali ini saja turun membantu masyarakat yang membutuhkan. Pria yang 33 tahun mengabdi sebagai ASN sebelum terjun ke dunia politik ini sebelumnya membantu pengadaan listrik dan membedah rumah warga yang tidak layak huni.
Selain itu, Koordinator Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Wilayah Flores-Lembata ini membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Aksi ini disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat.
Melihat kesulitan itu, legislator Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita, Marthen Luther Adji, tergerak untuk turun tangan. Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka ini menyalurkan bantuan benang kepada kelompok perajin tenun Koja Wulet saat reses, pekan lalu.
Baca juga: Legislator Perindo Terjun ke Masyarakat Salurkan Bantuan Kursi Roda
Bantuan ini merupakan bentuk tanggapan nyata atas aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Kami ingin apa yang kami dengar dari masyarakat bisa diwujudkan, tidak berhenti hanya sebagai catatan reses,” ungkap Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Muhammadiyah Kupang ini.
Ketua Koja Wulet Maria Rensiana menyambut dengan penuh syukur. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya memberi solusi praktis, tetapi juga menyalakan semangat baru bagi para perajin. “Bantuan ini kami harapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tenun ikat di Desa Gong Bekor,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, tenun ikat Sikka bukan sekadar karya budaya, tetapi menjadi sumber nafkah. Dengan tambahan benang, para perajin kini berpeluang menghasilkan kain yang lebih bernilai jual, yang pada akhirnya bisa membantu perekonomian keluarga mereka.
Kepedulian dan bantuan Marthen Luther Adji ini sejalan dengan fokus DPP Partai Perindo meningkatkan produktivitas kalangan masyarakat 5P selama lima tahun ke depan demi kesejahteraan dan persatuan Indonesia. Kelima P itu yakni Perempuan, Pemuda, Pekerja, Penyandang Disabilitas, dan Pelaku UMKM.
Terlebih, para penenun ini merupakan kalangan perempuan yang juga sekaligus pegiat UMKM. Fokus Partai Perindo yang menyasar kelompok perempuan lantaran setengah populasi Indonesia adalah kaum hawa. Diyakini, kesejahteraan dan produktivitas perempuan dapat berdampak kepada keluarga dan masa depan anak.
Adapun pertimbangan mendorong produktivitas kelompok pelaku usaha, terkhusus usaha kecil, karena partai yang dipimpin Angela Tanoesoedibjo ini menyadari sektor UMKM telah menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Marthen bukan kali ini saja turun membantu masyarakat yang membutuhkan. Pria yang 33 tahun mengabdi sebagai ASN sebelum terjun ke dunia politik ini sebelumnya membantu pengadaan listrik dan membedah rumah warga yang tidak layak huni.
Selain itu, Koordinator Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Wilayah Flores-Lembata ini membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Aksi ini disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat.
(jon)
Lihat Juga :