Jalankan Arahan Prabowo, UKP Mardiono Turun Langsung Dialog di Tengah Nelayan Kepulauan Seribu
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:35 WIB
loading...
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono bertemu nelayan di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi Jakarta, Sabtu (23/8/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono bertemu nelayan di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi Jakarta, Sabtu (23/8/2025). Kedatangannya ke Pulau Tidung itu dalam rangka berdialog, serta menyerap aspirasi nelayan yang ada di sana.
"Hari ini kebetulan kunjungan perdana saya di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Tidung untuk bertemu dengan warga dan nelayan yang ada di sini," kata Mardiono, Sabtu (23/8/2025).
Dalam diskusi dengan nelayan tersebut, Mardiono berjanji akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kepulauan Seribu. Tujuannya agar tidak terus terjadi kesenjangan sosial, mengingat warga Kepulauan Seribu tinggal terpisah dengan daratan Provinsi Jakarta yang sudah jauh pesat pembangunannya.
![Jalankan Arahan Prabowo, UKP Mardiono Turun Langsung Dialog di Tengah Nelayan Kepulauan Seribu]()
Baca juga: Utusan Khusus Presiden Mardiono Dorong Purworejo Kembangkan Pertanian Sirkular
"Kita tahu bahwa Kepulauan Seribu ini kan sebuah pulau yang menjadi bagian dari penyangga Jakarta. Oleh karena itu, kami harus mempercepat pertumbuhan ekonomi di sini agar tidak terjadi kesenjangan yang besar antara warga yang tinggal di Jakarta dan Kepulauan Seribu," ungkapnya.
Menurut Mardiono, meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Kepulauan Seribu tidaklah sulit secara geografis, mengingat jarak dari daratan Jakarta ke Kepulauan Seribu hanya di tempuh dalam waktu satu jam dengan kapal penyebrangan.
"Jarak kilo meternya kalau kita tarik garis lurus itu juga dekat. Tapi saat ini tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi warga di sini masih jauh tertinggal dibandingkan warga di daratan utama Jakarta," ujarnya.
Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini optimistis pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu masih bisa mengejar ketertinggalannya dari daratan utama Jakarta.
Hal ini dikarenakan Pemeritah Pusat dan Pemerintah Jakarta berkolaborasi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi warga Kepulauan Seribu, khususnya di sektor nelayan atau ketahanan pangan.
"Nah, ini sudah gayung bersambut bahwa pemerintah pusat dan daerah juga bertekad untuk mempercepat dalam rangka untuk mengurangi gap-gap kesenjangan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Ke depannya, sektor infrastruktur dan nelayan Kepulauan Seribu akan ditingkatkan. Seperti ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal-kapal nelayan hingga pemenuhan stok umpan.
"Sektor nelayan jadi skala prioritas pembangunan di sini, karena di sini tidak ada lahan untuk pertanian. Jadi pemerintah akan hadir untuk mendorong mendapatkan hasil tangkapan atau hasil pancing yang besar, sehingga bisa membangun perekonomian dan kesejahteraan keluarga nelayan di Kepulauan Seribu, InsyaAllah," imbuhnya.
Dia menambahkan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dapat hadir langsung di tengah masyarakat termasuk nelayan untuk mencari solusi cepat dan tepat. Serta memastikan bahwa subsidi-subsidi dari pemerintah harus dirasakan masyarakat secara langsung.
"Jadi sekarang memang pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada semua kabinet Merah Putih harus terlibat turun ke lapangan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Aceng Zaeni mengapresiasi kedatangan UKP Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono ke wilayah mereka. "Hari ini luar biasa, kehadiran UKP Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono disambut antusias masyarakat dan nelayan di Kepulauan Seribu," kata Aceng Zaeni.
Menurut dia, kehadiran UKP Muhamad Mardiono menandakan perhatian pemerintah untuk masyarakat Kepulauan Seribu. "Kehadiran Bapak UKP menjadi wujud perhatian Pemerintah Pusat untuk warga kami," ucapnya.
Dia menyebut, lewat diskusi ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, khususnya dengan UKP Bidang Ketahanan Pangan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat di Kepulauan Seribu.
"Di sini ada 3 kelompok nelayan, satu kelompok berisikan 10 anggota. Jadi ada 30 anggota yang berpenghasilan Rp 3-5 Juta per bulan. Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Mardiono yang mewakili Pemerintah Pusat bisa meningkatkan penghasilan nelayan kami," pungkasnya.
"Hari ini kebetulan kunjungan perdana saya di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Tidung untuk bertemu dengan warga dan nelayan yang ada di sini," kata Mardiono, Sabtu (23/8/2025).
Dalam diskusi dengan nelayan tersebut, Mardiono berjanji akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kepulauan Seribu. Tujuannya agar tidak terus terjadi kesenjangan sosial, mengingat warga Kepulauan Seribu tinggal terpisah dengan daratan Provinsi Jakarta yang sudah jauh pesat pembangunannya.

Baca juga: Utusan Khusus Presiden Mardiono Dorong Purworejo Kembangkan Pertanian Sirkular
"Kita tahu bahwa Kepulauan Seribu ini kan sebuah pulau yang menjadi bagian dari penyangga Jakarta. Oleh karena itu, kami harus mempercepat pertumbuhan ekonomi di sini agar tidak terjadi kesenjangan yang besar antara warga yang tinggal di Jakarta dan Kepulauan Seribu," ungkapnya.
Menurut Mardiono, meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Kepulauan Seribu tidaklah sulit secara geografis, mengingat jarak dari daratan Jakarta ke Kepulauan Seribu hanya di tempuh dalam waktu satu jam dengan kapal penyebrangan.
"Jarak kilo meternya kalau kita tarik garis lurus itu juga dekat. Tapi saat ini tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi warga di sini masih jauh tertinggal dibandingkan warga di daratan utama Jakarta," ujarnya.
Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini optimistis pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu masih bisa mengejar ketertinggalannya dari daratan utama Jakarta.
Hal ini dikarenakan Pemeritah Pusat dan Pemerintah Jakarta berkolaborasi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi warga Kepulauan Seribu, khususnya di sektor nelayan atau ketahanan pangan.
"Nah, ini sudah gayung bersambut bahwa pemerintah pusat dan daerah juga bertekad untuk mempercepat dalam rangka untuk mengurangi gap-gap kesenjangan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Ke depannya, sektor infrastruktur dan nelayan Kepulauan Seribu akan ditingkatkan. Seperti ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal-kapal nelayan hingga pemenuhan stok umpan.
"Sektor nelayan jadi skala prioritas pembangunan di sini, karena di sini tidak ada lahan untuk pertanian. Jadi pemerintah akan hadir untuk mendorong mendapatkan hasil tangkapan atau hasil pancing yang besar, sehingga bisa membangun perekonomian dan kesejahteraan keluarga nelayan di Kepulauan Seribu, InsyaAllah," imbuhnya.
Dia menambahkan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dapat hadir langsung di tengah masyarakat termasuk nelayan untuk mencari solusi cepat dan tepat. Serta memastikan bahwa subsidi-subsidi dari pemerintah harus dirasakan masyarakat secara langsung.
"Jadi sekarang memang pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada semua kabinet Merah Putih harus terlibat turun ke lapangan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Aceng Zaeni mengapresiasi kedatangan UKP Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono ke wilayah mereka. "Hari ini luar biasa, kehadiran UKP Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono disambut antusias masyarakat dan nelayan di Kepulauan Seribu," kata Aceng Zaeni.
Menurut dia, kehadiran UKP Muhamad Mardiono menandakan perhatian pemerintah untuk masyarakat Kepulauan Seribu. "Kehadiran Bapak UKP menjadi wujud perhatian Pemerintah Pusat untuk warga kami," ucapnya.
Dia menyebut, lewat diskusi ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, khususnya dengan UKP Bidang Ketahanan Pangan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat di Kepulauan Seribu.
"Di sini ada 3 kelompok nelayan, satu kelompok berisikan 10 anggota. Jadi ada 30 anggota yang berpenghasilan Rp 3-5 Juta per bulan. Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Mardiono yang mewakili Pemerintah Pusat bisa meningkatkan penghasilan nelayan kami," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :