Balita Meninggal Akibat Cacingan, Ribka Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:02 WIB
loading...
Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning meminta pemerintah perkuat layanan kesehatan agar kasus meninggalnya anak akibat cacingan tidak terulang. Foto/SindoNews
A
A
A
SUKABUMI - Kasus meninggalnya Raya (4) balita asal Kampung Padangenyang, Sukabumi, Jawa Barat akibat cacingan menarik perhatian sejumlah kalangan. Pemerintah dan DPR diminta menjadikan anak sebagai prioritas utama perlindungan.
Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Di tengah gencarnya program kesehatan nasional, kata dia, kenyataannya ada seorang anak meninggal karena penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan obat seharga seribu rupiah adalah ironi yang memilukan.
“Ini tamparan keras bagi kita semua. Anak kecil meninggal bukan karena kanker langka atau penyakit berat, tapi karena penyakit cacingan. Penyakit yang semestinya sudah bisa dikendalikan puluhan tahun lalu. Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa lagi berpangku tangan. Jika tragedi ini tidak menjadi alarm nasional, mau berapa lagi yang harus jadi korban,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Pilu! Balita di Sukabumi Meninggal Dunia Akibat Sekujur Tubuh Dipenuhi Cacing
Bagi Ribka perhatian terhadap kesehatan masyarakat di Sukabumi bukan hal baru. Saat menjabat sebagai anggota DPR, Ribka mengaku memprakarsai pembangunan rumah sakit tanpa kelas, sebuah fasilitas kesehatan untuk rakyat kecil yang tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan kelas perawatan.
Namun, bangunan tersebut kini tidak difungsikan sebagai rumah sakit karena masalah perizinan dari pemerintah daerah. “Saya mendirikan rumah sakit tanpa kelas untuk memastikan rakyat miskin punya akses kesehatan layak. Tapi sayangnya, karena persoalan perizinan, bangunan itu sekarang beralih fungsi. Inikan bukti bahwa niat baik sering terhambat birokrasi,” tegas Ribka.
Baca juga: Menko Pratikno Ditanya soal Balita di Sukabumi Akibat Cacingan: Saya Agak Ngantuk Dikit Ini
Ribka mendesak pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan primer, memastikan program pemberian obat cacing massal berjalan efektif hingga pelosok desa. Selain itu, menjamin akses sanitasi dasar dan air bersih, karena penyakit cacingan berkaitan langsung dengan kemiskinan dan lingkungan kotor. Mengalokasikan anggaran prioritas khusus untuk anak-anak rentan, khususnya di daerah terpencil.
"Pemerintah harus menggalakkan edukasi kesehatan publik, agar keluarga memahami pentingnya kebersihan diri dan lingkungan," katanya.
Ribka juga menyerukan kepada anggota DPR agar isu kesehatan anak tidak dijadikan panggung politik. “Kita tidak boleh sibuk berdebat soal anggaran dan lupa bahwa ada anak-anak yang mati sia-sia di kampung-kampung. Ini soal nyawa, bukan sekadar program di atas kertas,” katanya.
Ribka menambahkan, tragedi Raya menegaskan tantangan kesehatan dasar di Indonesia belum tuntas. Negara harus hadir melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat miskin di akar rumput, bukan sekadar lewat spanduk dan laporan rapat.
Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Di tengah gencarnya program kesehatan nasional, kata dia, kenyataannya ada seorang anak meninggal karena penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan obat seharga seribu rupiah adalah ironi yang memilukan.
“Ini tamparan keras bagi kita semua. Anak kecil meninggal bukan karena kanker langka atau penyakit berat, tapi karena penyakit cacingan. Penyakit yang semestinya sudah bisa dikendalikan puluhan tahun lalu. Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa lagi berpangku tangan. Jika tragedi ini tidak menjadi alarm nasional, mau berapa lagi yang harus jadi korban,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Pilu! Balita di Sukabumi Meninggal Dunia Akibat Sekujur Tubuh Dipenuhi Cacing
Bagi Ribka perhatian terhadap kesehatan masyarakat di Sukabumi bukan hal baru. Saat menjabat sebagai anggota DPR, Ribka mengaku memprakarsai pembangunan rumah sakit tanpa kelas, sebuah fasilitas kesehatan untuk rakyat kecil yang tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan kelas perawatan.
Namun, bangunan tersebut kini tidak difungsikan sebagai rumah sakit karena masalah perizinan dari pemerintah daerah. “Saya mendirikan rumah sakit tanpa kelas untuk memastikan rakyat miskin punya akses kesehatan layak. Tapi sayangnya, karena persoalan perizinan, bangunan itu sekarang beralih fungsi. Inikan bukti bahwa niat baik sering terhambat birokrasi,” tegas Ribka.
Baca juga: Menko Pratikno Ditanya soal Balita di Sukabumi Akibat Cacingan: Saya Agak Ngantuk Dikit Ini
Ribka mendesak pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan primer, memastikan program pemberian obat cacing massal berjalan efektif hingga pelosok desa. Selain itu, menjamin akses sanitasi dasar dan air bersih, karena penyakit cacingan berkaitan langsung dengan kemiskinan dan lingkungan kotor. Mengalokasikan anggaran prioritas khusus untuk anak-anak rentan, khususnya di daerah terpencil.
"Pemerintah harus menggalakkan edukasi kesehatan publik, agar keluarga memahami pentingnya kebersihan diri dan lingkungan," katanya.
Ribka juga menyerukan kepada anggota DPR agar isu kesehatan anak tidak dijadikan panggung politik. “Kita tidak boleh sibuk berdebat soal anggaran dan lupa bahwa ada anak-anak yang mati sia-sia di kampung-kampung. Ini soal nyawa, bukan sekadar program di atas kertas,” katanya.
Ribka menambahkan, tragedi Raya menegaskan tantangan kesehatan dasar di Indonesia belum tuntas. Negara harus hadir melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat miskin di akar rumput, bukan sekadar lewat spanduk dan laporan rapat.
(cip)
Lihat Juga :