Perluas Jangkauan Pasar, Dharma Jaya Optimistis Tumbuh lewat Grosir dan Digital
Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:49 WIB
loading...
Perumda Dharma Jaya mencatatkan kinerja komersial yang solid di tengah upaya memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan Ibu Kota. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Perumda Dharma Jaya mencatatkan kinerja komersial yang solid di tengah upaya memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan Ibu Kota. Melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis dan memperluas pasar dari grosir hingga marketplace.
Dharma Jaya tidak hanya berkontribusi pada perekonomian daerah, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional sehingga pertumbuhan bisnis bergerak signifikan.
Direktur Utama Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, strategi menjaga stabilitas omzet penjualan dilakukan dengan menjaga kualitas produk, memastikan pasokan, dan memberikan harga yang wajar agar pelanggan tetap loyal.
Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Dharma Jaya Tambah Modern Channel
“Memastikan penambahan jumlah pelanggan reguler maupun grosir, kami bekerja keras mempromosikan produk protein hewani dengan berbagai cara yang menarik minat dan perhatian masyarakat,” ujar Raditya, Selasa (19/8/2025).
Promo saat hari besar dan membagikannya melalui media sosial agar masyarakat bisa membeli di marketplace yang tersedia. Meski omzet saat ini masih didominasi sektor grosir, kontribusi ritel modern terus meningkat. Dengan terbitnya izin impor, dia optimistis sektor general trade akan tumbuh lebih besar.
Selain fokus pada aspek komersial, Dharma Jaya juga mengembangkan program keberlanjutan di lahan seluas 1,2 hektare di Cakung meliputi ecopark, nursery, dan green house. Program ini mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta mengedukasi masyarakat tentang urban farming.
Saat ini Dharma Jaya bekerja sama dengan mitra ritel modern seperti Transmart (5 cabang), FoodHall Daily (10 cabang), Tip Top (8 cabang), Grocery City, Perumda Pasar Jaya, Djawara Fried Chicken, hingga berbagai marketplace e-commerce.
Dari sektor grosir dan general trade, Dharma Jaya melayani 146 pelanggan reguler dan 12 pelanggan grosir, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap omzet perusahaan.
Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menuturkan BUMD memiliki tiga fungsi utama yakni menyediakan kebutuhan masyarakat, membangun ekonomi, dan mencari profit.
“Dharma Jaya adalah salah satu BUMD yang berperan menjaga ketahanan pangan Jakarta sekaligus berkontribusi menekan inflasi. Karena itu, penguatan kinerja melalui kolaborasi strategis sangat penting baik dengan swasta maupun BUMD daerah lain,” ungkapnya.
Untuk memastikan target tercapai, seluruh direksi dan komisaris Dharma Jaya telah menandatangani Pakta Integritas serta Key Performance Indicator (KPI) sebagai komitmen menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan profitabilitas.
“Dengan adanya Pakta Integritas dan KPI, Dharma Jaya dapat bergerak menjadi perusahaan pangan yang tidak hanya memperoleh keuntungan tetapi juga dapat menjaga ketahanan pangan Kota Jakarta,” katanya.
Dharma Jaya tidak hanya berkontribusi pada perekonomian daerah, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional sehingga pertumbuhan bisnis bergerak signifikan.
Direktur Utama Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, strategi menjaga stabilitas omzet penjualan dilakukan dengan menjaga kualitas produk, memastikan pasokan, dan memberikan harga yang wajar agar pelanggan tetap loyal.
Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Dharma Jaya Tambah Modern Channel
“Memastikan penambahan jumlah pelanggan reguler maupun grosir, kami bekerja keras mempromosikan produk protein hewani dengan berbagai cara yang menarik minat dan perhatian masyarakat,” ujar Raditya, Selasa (19/8/2025).
Promo saat hari besar dan membagikannya melalui media sosial agar masyarakat bisa membeli di marketplace yang tersedia. Meski omzet saat ini masih didominasi sektor grosir, kontribusi ritel modern terus meningkat. Dengan terbitnya izin impor, dia optimistis sektor general trade akan tumbuh lebih besar.
Selain fokus pada aspek komersial, Dharma Jaya juga mengembangkan program keberlanjutan di lahan seluas 1,2 hektare di Cakung meliputi ecopark, nursery, dan green house. Program ini mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta mengedukasi masyarakat tentang urban farming.
Saat ini Dharma Jaya bekerja sama dengan mitra ritel modern seperti Transmart (5 cabang), FoodHall Daily (10 cabang), Tip Top (8 cabang), Grocery City, Perumda Pasar Jaya, Djawara Fried Chicken, hingga berbagai marketplace e-commerce.
Dari sektor grosir dan general trade, Dharma Jaya melayani 146 pelanggan reguler dan 12 pelanggan grosir, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap omzet perusahaan.
Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menuturkan BUMD memiliki tiga fungsi utama yakni menyediakan kebutuhan masyarakat, membangun ekonomi, dan mencari profit.
“Dharma Jaya adalah salah satu BUMD yang berperan menjaga ketahanan pangan Jakarta sekaligus berkontribusi menekan inflasi. Karena itu, penguatan kinerja melalui kolaborasi strategis sangat penting baik dengan swasta maupun BUMD daerah lain,” ungkapnya.
Untuk memastikan target tercapai, seluruh direksi dan komisaris Dharma Jaya telah menandatangani Pakta Integritas serta Key Performance Indicator (KPI) sebagai komitmen menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan profitabilitas.
“Dengan adanya Pakta Integritas dan KPI, Dharma Jaya dapat bergerak menjadi perusahaan pangan yang tidak hanya memperoleh keuntungan tetapi juga dapat menjaga ketahanan pangan Kota Jakarta,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :