Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, JICT Dukung Implementasi TBS
Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:06 WIB
loading...
Peringati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, JICT resmi mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Peringati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Jakarta International Container Terminal ( JICT ) bersama seluruh terminal peti kemas di Tanjung Priok resmi mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS). Sistem ini hadir untuk menjawab kebutuhan efisiensi, transparansi, dan kelancaran arus barang di pelabuhan terbesar di Indonesia.
Direktur Utama JICT Ade Hartono, menyampaikan implementasi TBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi logistik nasional.
“Dengan TBS, kita membebaskan logistik nasional dari antrean panjang, waktu tunggu yang tidak pasti, dan biaya tinggi. JICT siap menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan efisien,” ujar Ade saat Peluncuran TBS di Museum Maritim, Tanjung Priok, pada Selasa (19/8/2025).
Baca juga: Program Rumah Belajar Dinilai Berhasil, JICT Terima Penghargaan dari Gubernur DKI
Melalui TBS, setiap kendaraan pengangkut petikemas yang masuk ke kawasan pelabuhan kini memiliki jadwal pasti. Dengan demikian, potensi kemacetan di area terminal dapat ditekan, dan waktu tunggu truk berkurang signifikan.
“Bagi pengguna jasa, sistem ini memberikan kepastian. Bagi operator pelabuhan, TBS menghadirkan tata kelola yang lebih teratur. Dan bagi Indonesia, langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu kendala daya saing nasional,” kata Ade.
Baca juga: 6 Brigjen Pol Naik Pangkat Setelah Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri Awal Agustus 2025
Peluncuran TBS di hari kemerdekaan menjadi simbol kuat: bahwa bangsa ini tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga melangkah maju dengan inovasi.
JICT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator pelabuhan, hingga pelaku usaha logistik agar sistem ini berjalan optimal.
Sebagai terminal peti kemas terbesar dan tersibuk di Indonesia, JICT menempatkan keberhasilan implementasi TBS sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap kepentingan nasional.
“Kami percaya, keberhasilan TBS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi semua pihak. Inilah langkah bersama untuk logistik Indonesia yang lebih tangguh,” ujar Ade.
Direktur Utama JICT Ade Hartono, menyampaikan implementasi TBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi logistik nasional.
“Dengan TBS, kita membebaskan logistik nasional dari antrean panjang, waktu tunggu yang tidak pasti, dan biaya tinggi. JICT siap menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan efisien,” ujar Ade saat Peluncuran TBS di Museum Maritim, Tanjung Priok, pada Selasa (19/8/2025).
Baca juga: Program Rumah Belajar Dinilai Berhasil, JICT Terima Penghargaan dari Gubernur DKI
Melalui TBS, setiap kendaraan pengangkut petikemas yang masuk ke kawasan pelabuhan kini memiliki jadwal pasti. Dengan demikian, potensi kemacetan di area terminal dapat ditekan, dan waktu tunggu truk berkurang signifikan.
“Bagi pengguna jasa, sistem ini memberikan kepastian. Bagi operator pelabuhan, TBS menghadirkan tata kelola yang lebih teratur. Dan bagi Indonesia, langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu kendala daya saing nasional,” kata Ade.
Baca juga: 6 Brigjen Pol Naik Pangkat Setelah Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri Awal Agustus 2025
Peluncuran TBS di hari kemerdekaan menjadi simbol kuat: bahwa bangsa ini tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga melangkah maju dengan inovasi.
JICT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator pelabuhan, hingga pelaku usaha logistik agar sistem ini berjalan optimal.
Sebagai terminal peti kemas terbesar dan tersibuk di Indonesia, JICT menempatkan keberhasilan implementasi TBS sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap kepentingan nasional.
“Kami percaya, keberhasilan TBS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi semua pihak. Inilah langkah bersama untuk logistik Indonesia yang lebih tangguh,” ujar Ade.
(cip)
Lihat Juga :