UGM Tolak Penggunaan UC Hotel untuk Peluncuran Buku Jokowi's White Paper, Ini Alasannya
Senin, 18 Agustus 2025 - 19:31 WIB
loading...
Soft launching buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo, Risman Hasiholan, dan Tifauzi Tiyassuma sedianya dilaksanakan di Ruang Nusantara UC Hotel UGM, Senin (18/8/2025). Namun, ditolak lalu digelar di coffee shop. Foto: Kuntadi
A
A
A
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) membatalkan penggunaan UC Hotel UGM untuk soft launching buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo, Risman Hasiholan, dan Tifauzi Tiyassuma. Peluncuran buku sedianya dilaksanakan di Ruang Nusantara, Senin (18/8/2025).
Acara akhirnya digelar di Coffee Shop UC UGM dengan kapasitas yang lebih sempit. Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana membenarkan UC Hotel UGM tidak memfasilitasi kegiatan yang diklaim bertajuk konferensi pers tokoh nasional hadiah Kemerdekaan Ke-80 RI.
Baca juga: Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi Bicara soal Ijazah Palsu
Setidaknya ada dua alasan yakni prosedural dan politis. “UGM memahami bahwa kegiatan ini bernuansa politis yang terkait erat dengan isu yang melibatkan Bapak Joko Widodo. UGM tidak melibatkan diri dalam isu tersebut karena tidak terkait dengan UGM secara langsung,” ujarnya.
Secara prosedural, acara ini tidak tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku di unit usaha UGM sebagai lembaga pendidikan. Awalnya pada 17 Agustus 2025 pukul 13.25 WIB, seseorang yang mengaku bernama Aida menghubungi bagian pemasaran UC Hotel dan melakukan pemesanan ruang pertemuan untuk sebuah kegiatan.
kegiatan yang dimaksud yakni Konferensi Pers Tokoh Nasional Hadiah Kemerdekaan RI ke-80. Pihak UC Hotel merespons secara profesional dengan melakukan tanya jawab terkait kebutuhan ruangan dan rincian kegiatan.
Pihak UC UGM juga menyampaikan harga dan prosedur pembayaran. Saat itu dikatakan hanya pertemuan kecil untuk membahas acara besar yang mau diadakan di Yogyakarta.
Saat itu juga dikatakan ada perwakilan dari keamanan internal UGM yang akan berkoordinasi. Pada Senin pagi, UC UGM menerima bukti transfer sebagai uang muka. Namun, dana tersebut sudah dikembalikan karena acara yang akan dilaksanakan tidak sesuai dengan yang disampaikan di awal.
UGM akhirnya menerima informasi jika kegiatan berupa peluncuran buku. Karena sudah bernuansa politis, UGM tidak bersedia terlibat dan memfasilitasi acara tersebut. Apalagi pemesanan juga tidak mengikuti prosedur sehingga dilakukan pembatalan.
UGM mendukung keterbukaan dalam pertukaran gagasan dan berkomitmen untuk berkontribusi positif untuk mewujudkannya. UGM bertanggung jawab untuk melakukan dan mendukung pertukaran gagasan yang sehat guna menjaga kondisi yang kohesif/tenang di masyarakat.
“Bagi UGM, acara yang dimaksud di atas tidak menunjukkan keterbukaan dari awal dan berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu sehingga dengan ini UGM melakukan penolakan,” tegas jubir UGM.
Pakar telematika Roy Suryo kecewa rencana launching buku Jokowi’s White Paper di UC Hotel UGM diganggu. Soft launching akhirnya dilaksanakan di coffee shop dengan bebebagai keterbatasan. “Akhirnya kami hanya menggunakan coffee shop saja,” katanya.
Menurut dia, mereka juga dihalang-halangi untuk menggunakan ruang Nusantara di UC UGM. Bahkan ketika acara sedang berlangsung lampunya mati. Begitu juga dengan AC mati.
Acara akhirnya digelar di Coffee Shop UC UGM dengan kapasitas yang lebih sempit. Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana membenarkan UC Hotel UGM tidak memfasilitasi kegiatan yang diklaim bertajuk konferensi pers tokoh nasional hadiah Kemerdekaan Ke-80 RI.
Baca juga: Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi Bicara soal Ijazah Palsu
Setidaknya ada dua alasan yakni prosedural dan politis. “UGM memahami bahwa kegiatan ini bernuansa politis yang terkait erat dengan isu yang melibatkan Bapak Joko Widodo. UGM tidak melibatkan diri dalam isu tersebut karena tidak terkait dengan UGM secara langsung,” ujarnya.
Secara prosedural, acara ini tidak tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku di unit usaha UGM sebagai lembaga pendidikan. Awalnya pada 17 Agustus 2025 pukul 13.25 WIB, seseorang yang mengaku bernama Aida menghubungi bagian pemasaran UC Hotel dan melakukan pemesanan ruang pertemuan untuk sebuah kegiatan.
kegiatan yang dimaksud yakni Konferensi Pers Tokoh Nasional Hadiah Kemerdekaan RI ke-80. Pihak UC Hotel merespons secara profesional dengan melakukan tanya jawab terkait kebutuhan ruangan dan rincian kegiatan.
Pihak UC UGM juga menyampaikan harga dan prosedur pembayaran. Saat itu dikatakan hanya pertemuan kecil untuk membahas acara besar yang mau diadakan di Yogyakarta.
Saat itu juga dikatakan ada perwakilan dari keamanan internal UGM yang akan berkoordinasi. Pada Senin pagi, UC UGM menerima bukti transfer sebagai uang muka. Namun, dana tersebut sudah dikembalikan karena acara yang akan dilaksanakan tidak sesuai dengan yang disampaikan di awal.
UGM akhirnya menerima informasi jika kegiatan berupa peluncuran buku. Karena sudah bernuansa politis, UGM tidak bersedia terlibat dan memfasilitasi acara tersebut. Apalagi pemesanan juga tidak mengikuti prosedur sehingga dilakukan pembatalan.
UGM mendukung keterbukaan dalam pertukaran gagasan dan berkomitmen untuk berkontribusi positif untuk mewujudkannya. UGM bertanggung jawab untuk melakukan dan mendukung pertukaran gagasan yang sehat guna menjaga kondisi yang kohesif/tenang di masyarakat.
“Bagi UGM, acara yang dimaksud di atas tidak menunjukkan keterbukaan dari awal dan berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu sehingga dengan ini UGM melakukan penolakan,” tegas jubir UGM.
Pakar telematika Roy Suryo kecewa rencana launching buku Jokowi’s White Paper di UC Hotel UGM diganggu. Soft launching akhirnya dilaksanakan di coffee shop dengan bebebagai keterbatasan. “Akhirnya kami hanya menggunakan coffee shop saja,” katanya.
Menurut dia, mereka juga dihalang-halangi untuk menggunakan ruang Nusantara di UC UGM. Bahkan ketika acara sedang berlangsung lampunya mati. Begitu juga dengan AC mati.
(jon)
Lihat Juga :