Dukung Pembangunan SMA di Pulau Gebe, Wagub-Ketua DPRD Malut: Perluas Akses Pendidikan
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 22:50 WIB
loading...
Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe dan Ketua DPRD M. Iqbal Ruray mendukung pembangunan SMA di Pulau Gebe untuk memperluas akses pendidikan. Foto/istimewa
A
A
A
MALUKU UTARA - Rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah mendapat dukungan penuh dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) . Pembangunan gedung sekolah oleh PT Smart Marsindo dinilai sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Dukungan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara Sarbin Sehe dan Ketua DPRD M. Iqbal Ruray, dan anggota Komisi III DPRD. Asisten III Bupati Halteng Husain Ali, Kabag Organisasi Risky Hasyim, staf aset Pemda Halteng, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Malut serta perwakilan PT Smart Marsindo pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan, pembangunan SMA di Pulau Gebe merupakan langkah strategis memperluas akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Genjot Perekonomian lewat Konektivitas Digital
“Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pelajar di Gebe agar dapat menempuh pendidikan dengan fasilitas memadai tanpa harus meninggalkan daerah asal,” katanya, Sabtu (16/8/2025).
Sedangkan, Ketua DPRD Malut M. Iqbal Ruray menekankan pentingnya percepatan realisasi pembangunan mengingat dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. “Komitmen PT Smart Marsindo dinilai sebagai langkah nyata yang jarang ditempuh oleh perusahaan lain di sektor tambang yang telah beroperasi di Malut,” katanya.
Baca juga: Komitmen Gubernur Malut Tingkatkan Fasilitas Sekolah dan Hapus Uang Komite
Dukungan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menjadi harapan agar langkah serupa dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain demi memajukan pendidikan di daerah. Rencana pembangunan ini telah memiliki jadwal pasti, karena dijadwalkan pada 3 September 2025 nanti akan dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya konstruksi.
“Pemerintah Kabupaten Halteng pun telah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk lokasi pembangunan, dan tidak menutup kemungkinan area tersebut akan diperluas jika kebutuhan pengembangan sekolah meningkat di masa mendatang,” ucapnya.
Direktur PT Smart Marsindo Jilly R. Lumankun, menegaskan kesiapannya menjalankan semua keputusan yang telah diambil bersama pemerintah provinsi dan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah. “Perusahaan akan melaksanakan semua yang sudah diputuskan dalam rapat bersama pemprov dan pemda Halmahera Tengah,” ujarnya.
Lumankun juga memastikan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi pada pengembangan daerah, khususnya di sektor pendidikan. “Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan maupun mengembangkan sektor lain melalui program CSR, terutama di Pulau Gebe,” tandasnya.
Selain memperluas sarana pendidikan, proyek ini diproyeksikan memberi dampak turunan bagi perekonomian dan pembangunan sosial di Pulau Gebe. Kehadiran SMA baru akan memicu peningkatan kebutuhan tenaga pendidik, fasilitas pendukung, hingga potensi pembukaan lapangan kerja baru. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak awal pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah-wilayah terpencil Malut.
“Sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta, pembangunan SMA di Pulau Gebe diharapkan dapat menjadi model kerja sama yang membawa perubahan nyata bagi generasi muda serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Malut,” ucapnya.
Dukungan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara Sarbin Sehe dan Ketua DPRD M. Iqbal Ruray, dan anggota Komisi III DPRD. Asisten III Bupati Halteng Husain Ali, Kabag Organisasi Risky Hasyim, staf aset Pemda Halteng, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Malut serta perwakilan PT Smart Marsindo pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan, pembangunan SMA di Pulau Gebe merupakan langkah strategis memperluas akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Genjot Perekonomian lewat Konektivitas Digital
“Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pelajar di Gebe agar dapat menempuh pendidikan dengan fasilitas memadai tanpa harus meninggalkan daerah asal,” katanya, Sabtu (16/8/2025).
Sedangkan, Ketua DPRD Malut M. Iqbal Ruray menekankan pentingnya percepatan realisasi pembangunan mengingat dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. “Komitmen PT Smart Marsindo dinilai sebagai langkah nyata yang jarang ditempuh oleh perusahaan lain di sektor tambang yang telah beroperasi di Malut,” katanya.
Baca juga: Komitmen Gubernur Malut Tingkatkan Fasilitas Sekolah dan Hapus Uang Komite
Dukungan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menjadi harapan agar langkah serupa dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain demi memajukan pendidikan di daerah. Rencana pembangunan ini telah memiliki jadwal pasti, karena dijadwalkan pada 3 September 2025 nanti akan dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya konstruksi.
“Pemerintah Kabupaten Halteng pun telah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk lokasi pembangunan, dan tidak menutup kemungkinan area tersebut akan diperluas jika kebutuhan pengembangan sekolah meningkat di masa mendatang,” ucapnya.
Direktur PT Smart Marsindo Jilly R. Lumankun, menegaskan kesiapannya menjalankan semua keputusan yang telah diambil bersama pemerintah provinsi dan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah. “Perusahaan akan melaksanakan semua yang sudah diputuskan dalam rapat bersama pemprov dan pemda Halmahera Tengah,” ujarnya.
Lumankun juga memastikan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi pada pengembangan daerah, khususnya di sektor pendidikan. “Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan maupun mengembangkan sektor lain melalui program CSR, terutama di Pulau Gebe,” tandasnya.
Selain memperluas sarana pendidikan, proyek ini diproyeksikan memberi dampak turunan bagi perekonomian dan pembangunan sosial di Pulau Gebe. Kehadiran SMA baru akan memicu peningkatan kebutuhan tenaga pendidik, fasilitas pendukung, hingga potensi pembukaan lapangan kerja baru. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak awal pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah-wilayah terpencil Malut.
“Sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta, pembangunan SMA di Pulau Gebe diharapkan dapat menjadi model kerja sama yang membawa perubahan nyata bagi generasi muda serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Malut,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :