Lindungi Data Pribadi, Mafindo Jakarta dan FKWI Gelar Pelatihan Keamanan Digital
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 21:20 WIB
loading...
Mafindo Jakarta bersama FKWI menggelar pelatihan mengenai keamanan digital. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mafindo Jakarta bersama Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) menggelar Training of Trainer (ToT) keamanan digital kepada 15 orang transpuan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di rumah singgah (shelter) FKWI di Depok, Jawa Barat pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Erie Heriyah mengawali presentasi dengan memperkenalkan sejarah Mafindo dan program-program unggulannya. Menurut Erie, kolaborasi antara Mafindo Jakarta dan FKWI ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kelas khusus Tular Nalar-Mafindo beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Erie juga memaparkan beragam cara untuk mengidentifikasi hoaks dan praktik melakukan cek fakta melalui beberapa tools di antaranya Kalimasada, CekSumbe, dan sebagainya.
Baca juga: Ancaman Siber Sasar UMKM, BSSN Ingatkan Pelaku Usaha Jaga Keamanan Data
Para peserta dilatih untuk melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan digital yang mengintai, tidak over sharing di media sosial dan melakukan cek kekuatan kata sandi dan email pribadi yang kemungkinan sudah bocor.
“Tujuan training ini, kami ingin meningkatkan kesadaran betapa pentingnya menjaga data privasi sekaligus mengajarkan cara mengelola data pribadi dengan aman," ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Keamanan Digital Jadi Kunci Peningkatan Penggunaan QRIS
Dua peserta pelatihan yaitu Ketua Arus Pelangi Nono Sugiono dan Forum Komunikasi Waria Jakarta Maya tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Dengan pelatihan ini, mereka diharapkan dapat melatih anggota komunitas untuk berpikir kritis dan bijak di dunia digital.
"Sangat penting critical thinking atau berpikir kritis di era digital, karena memungkinkan kita untuk dapat menganalisa dan menyaring informasi dengan baik dan juga melindungi kita dari hoaks, manipulasi data dan lain sebagainya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erie Heriyah mengawali presentasi dengan memperkenalkan sejarah Mafindo dan program-program unggulannya. Menurut Erie, kolaborasi antara Mafindo Jakarta dan FKWI ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kelas khusus Tular Nalar-Mafindo beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Erie juga memaparkan beragam cara untuk mengidentifikasi hoaks dan praktik melakukan cek fakta melalui beberapa tools di antaranya Kalimasada, CekSumbe, dan sebagainya.
Baca juga: Ancaman Siber Sasar UMKM, BSSN Ingatkan Pelaku Usaha Jaga Keamanan Data
Para peserta dilatih untuk melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan digital yang mengintai, tidak over sharing di media sosial dan melakukan cek kekuatan kata sandi dan email pribadi yang kemungkinan sudah bocor.
“Tujuan training ini, kami ingin meningkatkan kesadaran betapa pentingnya menjaga data privasi sekaligus mengajarkan cara mengelola data pribadi dengan aman," ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Keamanan Digital Jadi Kunci Peningkatan Penggunaan QRIS
Dua peserta pelatihan yaitu Ketua Arus Pelangi Nono Sugiono dan Forum Komunikasi Waria Jakarta Maya tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Dengan pelatihan ini, mereka diharapkan dapat melatih anggota komunitas untuk berpikir kritis dan bijak di dunia digital.
"Sangat penting critical thinking atau berpikir kritis di era digital, karena memungkinkan kita untuk dapat menganalisa dan menyaring informasi dengan baik dan juga melindungi kita dari hoaks, manipulasi data dan lain sebagainya,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :