Dorong Pangan Lokal melalui Pelatihan Urban Farming di Cawang
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 20:30 WIB
loading...
Pelatihan Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Saung dalam Urban Farming digelar di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (4/8/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pelatihan Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Saung dalam Urban Farming digelar di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (4/8/2025). Kegiatan itu digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma.
Anggota Kelompok Siaga Air Ciliwung (Saung) dalam kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam praktik urban farming, khususnya dalam mengelola lahan terbatas menjadi sumber pangan yang produktif dan berkelanjutan. Sebanyak 20 anggota Kelompok Saung mendapatkan pendampingan langsung dari Kelompok Tani Cibubur Mandiri yang bertindak sebagai pelatih.
Materi yang dibawakan meliputi teknik pencampuran media tanam, penanaman sayur kangkung dan pakcoy dalam polybag, penentuan jumlah bibit ideal per polybag, perbandingan efektivitas media tanam, hingga pengaturan jadwal penyiraman yang optimal. Para peserta langsung mempraktikkan teknik menanam sayur di polybag dan area bantaran sungai Ciliwung.
Baca juga: Rayakan Hari Mangrove Sedunia di Pulau Untung Jawa
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai setiap tahapan budidaya urban farming, tetapi juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan pasca-banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Siti Maryati, salah satu peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan ini.
“Kegiatan ini sangat bermakna bagi kami. Selain memperoleh pengetahuan teori, kami juga langsung mempraktikkan menanam sayur. Pengalaman ini membuka wawasan baru dan membangkitkan semangat, terutama bagi kami yang sebelumnya lebih fokus pada pengelolaan sampah anorganik,” ungkap Siti.
Eza, peserta lainnya, menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru tentang peran urban farming dalam kehidupan sehari-hari. “Selain membantu ketahanan pangan, urban farming juga berkontribusi besar dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan. Kami sangat antusias untuk terus belajar dan menerapkan ilmu ini,” ungkap Eza.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang berkelanjutan. Kami berharap masyarakat semakin mandiri secara ekonomi dan mampu menjaga ketahanan pangan lokal. Dengan keterampilan urban farming, kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung demi generasi mendatang,” jelas Satria.
Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan menanam sayuran dan tanaman hijau yang membantu menyerap karbon serta memulihkan bantaran Sungai Ciliwung sebagai ruang terbuka hijau, program ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Selain itu, pelatihan urban farming ini juga memperkuat ketahanan pangan lokal, sejalan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Pelatihan ini menjadi langkah awal bagi Kelompok Saung untuk berkontribusi aktif pada ketahanan pangan lokal dan pelestarian lingkungan.
Ke depannya, Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk melanjutkan sinergi dengan masyarakat, menciptakan ekosistem yang berdaya, lestari, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan bersama.
Anggota Kelompok Siaga Air Ciliwung (Saung) dalam kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam praktik urban farming, khususnya dalam mengelola lahan terbatas menjadi sumber pangan yang produktif dan berkelanjutan. Sebanyak 20 anggota Kelompok Saung mendapatkan pendampingan langsung dari Kelompok Tani Cibubur Mandiri yang bertindak sebagai pelatih.
Materi yang dibawakan meliputi teknik pencampuran media tanam, penanaman sayur kangkung dan pakcoy dalam polybag, penentuan jumlah bibit ideal per polybag, perbandingan efektivitas media tanam, hingga pengaturan jadwal penyiraman yang optimal. Para peserta langsung mempraktikkan teknik menanam sayur di polybag dan area bantaran sungai Ciliwung.
Baca juga: Rayakan Hari Mangrove Sedunia di Pulau Untung Jawa
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai setiap tahapan budidaya urban farming, tetapi juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan pasca-banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Siti Maryati, salah satu peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan ini.
“Kegiatan ini sangat bermakna bagi kami. Selain memperoleh pengetahuan teori, kami juga langsung mempraktikkan menanam sayur. Pengalaman ini membuka wawasan baru dan membangkitkan semangat, terutama bagi kami yang sebelumnya lebih fokus pada pengelolaan sampah anorganik,” ungkap Siti.
Eza, peserta lainnya, menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru tentang peran urban farming dalam kehidupan sehari-hari. “Selain membantu ketahanan pangan, urban farming juga berkontribusi besar dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan. Kami sangat antusias untuk terus belajar dan menerapkan ilmu ini,” ungkap Eza.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang berkelanjutan. Kami berharap masyarakat semakin mandiri secara ekonomi dan mampu menjaga ketahanan pangan lokal. Dengan keterampilan urban farming, kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung demi generasi mendatang,” jelas Satria.
Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan menanam sayuran dan tanaman hijau yang membantu menyerap karbon serta memulihkan bantaran Sungai Ciliwung sebagai ruang terbuka hijau, program ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Selain itu, pelatihan urban farming ini juga memperkuat ketahanan pangan lokal, sejalan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Pelatihan ini menjadi langkah awal bagi Kelompok Saung untuk berkontribusi aktif pada ketahanan pangan lokal dan pelestarian lingkungan.
Ke depannya, Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk melanjutkan sinergi dengan masyarakat, menciptakan ekosistem yang berdaya, lestari, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan bersama.
(rca)
Lihat Juga :