Putus Siklus Karhutla Kalteng, Legislator Partai Perindo Sarnadie D Uga: Kesadaran Kolektif Kunci Lindungi Hutan Katingan

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 20:39 WIB
loading...
Putus Siklus Karhutla...
Anggota DPRD Katingan dari Partai Perindo, Sarnadie D Uga menegaskan ancaman Karhutla bisa diakhiri jika ada kesadaran kolektif dan perilaku baru dalam mengelola lahan. Foto/Dok.SindoNews
A A A
KATINGAN - Setiap musim kemarau, bayang-bayang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selalu menghantui Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) termasuk Kabupaten Katingan. Anggota DPRD Katingan, Sarnadie D Uga menegaskan bahwa ancaman ini bisa diakhiri jika ada kesadaran kolektif dan perilaku baru dalam mengelola lahan di tengah masyarakat.

Legislator Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita ini mengatakan, pencegahan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum dan pemadaman api saat kejadian. Kuncinya adalah membangun kesadaran sejak dini melalui edukasi yang konsisten.

Baca juga: Pacu Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan, Partai Perindo-Pemkab Halmahera Selatan Siap Bangun Kolaborasi

“Sosialisasi sangat penting sebagai langkah preventif, agar masyarakat tidak sembarangan membakar lahan,” ujar Sarnadie yang merupakan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Katingan, Jumat (15/8/2025).



Pemerintah daerah perlu menjalankan kampanye pencegahan yang lebih kreatif. Misalnya dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama hingga kelompok pemuda, agar pesan bahaya karhutla dapat dipahami dan diikuti.

Sarnadie mengatakan, jika masyarakat punya kesadaran tinggi, mereka akan mencari cara lain yang lebih ramah lingkungan untuk membuka lahan. "Sosialisasi yang intensif bisa mendorong masyarakat untuk menerapkan pengelolaan lahan yang lebih bertanggung jawab,” tuturnya.

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng menunjukkan, hingga 4 Agustus 2025 tercatat 1.317 hotspot dengan 326 kejadian karhutla yang membakar 451 hektare lahan, mayoritas di areal penggunaan lain (APL) dan lahan mineral. Angka ini menunjukkan karhutla masih menjadi siklus tahunan yang belum terputus.

Baca juga: DPP Perindo Gandeng Perludem Gelar FGD Bahas Tata Ulang Sistem Kepemiluan usai Putusan MK

Kalimantan Tengah sendiri memiliki 4,67 juta hektare lahan gambut yang sangat rentan terbakar. Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan lahan gambut terbesar, disusul Kapuas dan Kotawaringin Timur.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September. Provinsi ini bahkan masuk enam besar wilayah prioritas penanganan karhutla nasional bersama Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Sarnadie mengingatkan, dampak karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, menurunkan produktivitas ekonomi, hingga membatasi aktivitas warga.

"Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, risiko Karhutla di Katingan bisa ditekan. Ini demi menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kesehatan publik,” ucap Sarjana Teknik lulusan Universitas Palangka Raya ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Struktur Kabupaten dan...
Struktur Kabupaten dan Kota Selesai, DPW Perindo Bengkulu Matangkan Verpol 2027
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Rekomendasi
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved