Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur Ricuh, Warga Pingsan Terkena Gas Air Mata
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:42 WIB
loading...
Demonstrasi di Kantor Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng) sempat ricuh. Foto/SindoNews
A
A
A
PATI - Demonstrasi di Kantor Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah (Jateng) sempat ricuh. Polisi menembakkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan massa.
Berdasarkan pantauan, ada pedemo yang pingsan karena terkena asap dari gas air mata. Ia langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan perawatan.
Tampak sejumlah massa aksi lainnya saling membantu pedemo yang terkenda dampak dari gas air mata. Pedemo menyatakan bahwa tetap bertahan hingga Bupati Pati Sudewo keluar untuk menemui rakyat.
Baca juga: Mungkinkah Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Terwujud?
"Sementara Sudewo belum menemui rakyat, kita tunggu," kata salah satu warga Pati yang demonstrasi di Live Breaking News iNews TV, Rabu (13/8/2025).
Massa masih terus bertahan melakukan demonstrasi untuk menuntut Bupati Pati lengser dari jabatannya. Mereka tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab Pati meskipun sempat lempar-lemparan dengan aparat kepolisian.
Polisi pun sempat menembakkan gas air mata dan water canon kepada massa aksi atau masyarakat Pati. Massa juga menyebut bakal terus bertahan hingga tuntutannya dikabulkan. Masyarakat merasa kecewa akibat kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati.
Baca juga: Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur Ricuh, Massa Lempar Botol, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Bupati Pati Sudewo menjadi sorotan lantaran mengeluarkan kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Masyarakatnya pun menolak dengan keras.
Dalam aksi ini, bantuan logislitik dari warga berupa air mineral kemasan hingga sejumlah hasil bumi seperti pisang dan lain sebagainya telah memadati posko yang berada di depan halaman Pemkab Pati.
Tak hanya itu, mobil komando yang menjadi pusat massa aksi menyuarakan protesnya, juga sudah terpakrir di lokasi. Terlihat, mobil komando itu juga ditempelkan sejumlah poster tuntutan.
"Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.
Berdasarkan pantauan, ada pedemo yang pingsan karena terkena asap dari gas air mata. Ia langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan perawatan.
Tampak sejumlah massa aksi lainnya saling membantu pedemo yang terkenda dampak dari gas air mata. Pedemo menyatakan bahwa tetap bertahan hingga Bupati Pati Sudewo keluar untuk menemui rakyat.
Baca juga: Mungkinkah Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Terwujud?
"Sementara Sudewo belum menemui rakyat, kita tunggu," kata salah satu warga Pati yang demonstrasi di Live Breaking News iNews TV, Rabu (13/8/2025).
Massa masih terus bertahan melakukan demonstrasi untuk menuntut Bupati Pati lengser dari jabatannya. Mereka tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab Pati meskipun sempat lempar-lemparan dengan aparat kepolisian.
Polisi pun sempat menembakkan gas air mata dan water canon kepada massa aksi atau masyarakat Pati. Massa juga menyebut bakal terus bertahan hingga tuntutannya dikabulkan. Masyarakat merasa kecewa akibat kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati.
Baca juga: Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur Ricuh, Massa Lempar Botol, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Bupati Pati Sudewo menjadi sorotan lantaran mengeluarkan kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Masyarakatnya pun menolak dengan keras.
Dalam aksi ini, bantuan logislitik dari warga berupa air mineral kemasan hingga sejumlah hasil bumi seperti pisang dan lain sebagainya telah memadati posko yang berada di depan halaman Pemkab Pati.
Tak hanya itu, mobil komando yang menjadi pusat massa aksi menyuarakan protesnya, juga sudah terpakrir di lokasi. Terlihat, mobil komando itu juga ditempelkan sejumlah poster tuntutan.
"Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.
(rca)
Lihat Juga :