Panas Bumi di Kabupaten Manggarai NTT Potensial Jadi Sumber Energi Terbarukan
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 14:37 WIB
loading...
Energi panas bumi atau geothermal di daerah Poco Leok, Kabupaten Manggarai, NTT dinilai sebagai sumber Energi Baru Terbarukan untuk dikembangkan.
A
A
A
NTT - Energi panas bumi (geothermal) dinilai sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk dikembangkan di wilayah timur Indonesia, khususnya di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kalau di daerah Poco Leok, panas bumi itu salah satu potensi yang besar. Energi angin dan matahari memang ada, tapi tidak stabil. Panas bumi bisa produksi listrik 24 jam,” ujar pengamat energi Komaidi Notonegoro, Jumat (8/8/2025).
Menurut Komidi, kestabilan pasokan listrik dari panas bumi sangat penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. ”Kita perlu listrik yang stabil. Kalau hanya bisa siang, kegiatan ekonomi malam hari jadi terhambat,” tambahnya.
Baca juga: Flores, Dapur Energi Terbarukan di Kawasan Timur Indonesia
Komaidi menyebut energi panas bumi tidak hanya bermanfaat dari sisi teknis, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi secara luas. “Geothermal itu satu-satunya EBT yang sudah memberikan kontribusi ke negara dalam bentuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Selain pemerintah pusat, daerah penghasil juga dapat bagian,” katanya.
Komaidi menjelaskan manfaat panas bumi juga dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Selain membuka lapangan kerja, kehadiran industri panas bumi juga mendukung akses listrik hingga mendorong kegiatan ekonomi warga.
Baca juga: 10 Pati Bintang 1 dan 2 Tinggalkan TNI usai Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto, Ini Nama-namanya
“Pembangkit panas bumi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan kerja, tetapi juga pelatihan dan pembinaan untuk membangun usaha mandiri. Ini sudah terlihat hasilnya di beberapa wilayah, seperti Kamojang di Jawa Barat,” ujar Komaidi.
Komaidi menambahkan, pelibatan masyarakat sejak awal menjadi kunci keberhasilan proyek. “Pada intinya, produksi energi harus selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Idealnya, daerah penghasil juga menjadi daerah yang pertama merasakan manfaat langsung dari kehadiran infrastruktur energi,” ucapnya.
“Kalau di daerah Poco Leok, panas bumi itu salah satu potensi yang besar. Energi angin dan matahari memang ada, tapi tidak stabil. Panas bumi bisa produksi listrik 24 jam,” ujar pengamat energi Komaidi Notonegoro, Jumat (8/8/2025).
Menurut Komidi, kestabilan pasokan listrik dari panas bumi sangat penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. ”Kita perlu listrik yang stabil. Kalau hanya bisa siang, kegiatan ekonomi malam hari jadi terhambat,” tambahnya.
Baca juga: Flores, Dapur Energi Terbarukan di Kawasan Timur Indonesia
Komaidi menyebut energi panas bumi tidak hanya bermanfaat dari sisi teknis, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi secara luas. “Geothermal itu satu-satunya EBT yang sudah memberikan kontribusi ke negara dalam bentuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Selain pemerintah pusat, daerah penghasil juga dapat bagian,” katanya.
Komaidi menjelaskan manfaat panas bumi juga dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Selain membuka lapangan kerja, kehadiran industri panas bumi juga mendukung akses listrik hingga mendorong kegiatan ekonomi warga.
Baca juga: 10 Pati Bintang 1 dan 2 Tinggalkan TNI usai Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto, Ini Nama-namanya
“Pembangkit panas bumi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan kerja, tetapi juga pelatihan dan pembinaan untuk membangun usaha mandiri. Ini sudah terlihat hasilnya di beberapa wilayah, seperti Kamojang di Jawa Barat,” ujar Komaidi.
Komaidi menambahkan, pelibatan masyarakat sejak awal menjadi kunci keberhasilan proyek. “Pada intinya, produksi energi harus selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Idealnya, daerah penghasil juga menjadi daerah yang pertama merasakan manfaat langsung dari kehadiran infrastruktur energi,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :