PGN Gandeng UGM Kembangkan Wisata Kawasan Mandeh Sumbar
Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:47 WIB
loading...
PG menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) kembangkan wisata di kawasan Mandeh dan Sungai Nyalo, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Foto/istimewa
A
A
A
SUMBAR - Pembangunan pariwisata lokal di berbagai daerah terus digencarkan oleh berbagai kalangan. Salah satunya di Kawasan Mandeh dan Sungai Nyalo, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Dalam pembangunan tersebut PGN menggandeng mahasiswa kuliah kerja nyata pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan KKN PPM mahasiswa UGM itu berlangsung lebih dari satu bulan, dan ditutup pada Jumat 1 Agusutus 2025 di Pantai Paku, Sumatera Barat, dengan penyelenggaraan Festival Menoreh Mandeh.
Festival tersebut menampilkan berbagai capaian program kerja mahasiswa, mulai dari produk teh daun karamunting, kerajinan batik berbahan pewarna alami dari gambir, hingga produk pangan olahan seperti selai, sirup nipah, dan abon ikan tongkol.
Baca juga: 7 Destinasi Wisata di Sumatera Barat yang Mirip Luar Negeri, Nomor 5 Dijuluki Grand Canyon-nya Indonesia
Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, kolaborasi dengan mahasiswa KKN merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Usman, kemajuan suatu daerah harus dimulai dari peningkatan kapasitas manusianya, dan kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting untuk mencapai itu.
“Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperkuat peran strategisnya melalui Program CSR. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi yang kami dorong untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Jadi Tuan Rumah WIES 2025, Sandiaga Uno Sebut Sumbar Acuan para Entrepreneur Muslim Dunia
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM Prof. Deendarlianto mengatakan, penerjunan mahasiswa KKN UGM di Mandeh merupakan kali pertama. Melihat kesuksesan ini, pihaknya akan melanjutkan program tersebut untuk tiga tahun ke depan, dengan harapan program ini benar-benar dapat mendorong Mandeh sebagai kawasan wisata berkelanjutan.
“Kawasan wisata Mandeh merupakan tujuan wisata baru dan tujuan destinasi wisata kedua setelah Bukittinggi. Kita ingin memastikan bahwa Mandeh bisa menjadi daerah wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pengembangan pariwisata, program kerja KKN PPM UGM di tahun kedua ini memang diarahkan untuk pengembangan energi terbarukan dan peningkatan ketahanan pangan. Salah satu aksi nyatanya adalah memasang lampu penerang jalan dengan panel surya di Nagari Sungai Nyalo.
Salah seorang penduduk setempat, Chandra (34) mengaku, sangat terbantu dengan pemasangan lampu tersebut karena sebelumnya jalan di kampung cukup gelap, bahkan tidak jarang orang terperosok di lubang di jalan setapak. Dengan adanya lampu penerangan tenaga surya ini semakin membuat kampung nampak terang dan mendukung aktivitas warga di malam hari.
“Kalau malam ini gelap sekali. Jadi, ini bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujarnya.
PGN terus berupaya memperkuat kontribusi di sektor pendidikan dan lingkungan, termasuk dengan mendukung pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan yang juga menjadi fokus KKN PPM UGM di tahun-tahun mendatang.
“PGN terus memperkuat peran strategisnya melalui program CSR yang mendukung keberlanjutan lingkungan, peningkatan ekonomi lokal, dan pengembangan generasi muda,” ucapnya.
Dalam pembangunan tersebut PGN menggandeng mahasiswa kuliah kerja nyata pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan KKN PPM mahasiswa UGM itu berlangsung lebih dari satu bulan, dan ditutup pada Jumat 1 Agusutus 2025 di Pantai Paku, Sumatera Barat, dengan penyelenggaraan Festival Menoreh Mandeh.
Festival tersebut menampilkan berbagai capaian program kerja mahasiswa, mulai dari produk teh daun karamunting, kerajinan batik berbahan pewarna alami dari gambir, hingga produk pangan olahan seperti selai, sirup nipah, dan abon ikan tongkol.
Baca juga: 7 Destinasi Wisata di Sumatera Barat yang Mirip Luar Negeri, Nomor 5 Dijuluki Grand Canyon-nya Indonesia
Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, kolaborasi dengan mahasiswa KKN merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Usman, kemajuan suatu daerah harus dimulai dari peningkatan kapasitas manusianya, dan kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting untuk mencapai itu.
“Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperkuat peran strategisnya melalui Program CSR. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi yang kami dorong untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Jadi Tuan Rumah WIES 2025, Sandiaga Uno Sebut Sumbar Acuan para Entrepreneur Muslim Dunia
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM Prof. Deendarlianto mengatakan, penerjunan mahasiswa KKN UGM di Mandeh merupakan kali pertama. Melihat kesuksesan ini, pihaknya akan melanjutkan program tersebut untuk tiga tahun ke depan, dengan harapan program ini benar-benar dapat mendorong Mandeh sebagai kawasan wisata berkelanjutan.
“Kawasan wisata Mandeh merupakan tujuan wisata baru dan tujuan destinasi wisata kedua setelah Bukittinggi. Kita ingin memastikan bahwa Mandeh bisa menjadi daerah wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pengembangan pariwisata, program kerja KKN PPM UGM di tahun kedua ini memang diarahkan untuk pengembangan energi terbarukan dan peningkatan ketahanan pangan. Salah satu aksi nyatanya adalah memasang lampu penerang jalan dengan panel surya di Nagari Sungai Nyalo.
Salah seorang penduduk setempat, Chandra (34) mengaku, sangat terbantu dengan pemasangan lampu tersebut karena sebelumnya jalan di kampung cukup gelap, bahkan tidak jarang orang terperosok di lubang di jalan setapak. Dengan adanya lampu penerangan tenaga surya ini semakin membuat kampung nampak terang dan mendukung aktivitas warga di malam hari.
“Kalau malam ini gelap sekali. Jadi, ini bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujarnya.
PGN terus berupaya memperkuat kontribusi di sektor pendidikan dan lingkungan, termasuk dengan mendukung pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan yang juga menjadi fokus KKN PPM UGM di tahun-tahun mendatang.
“PGN terus memperkuat peran strategisnya melalui program CSR yang mendukung keberlanjutan lingkungan, peningkatan ekonomi lokal, dan pengembangan generasi muda,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :