Logistik PSU Pilkada Papua Mulai Didistribusikan
Senin, 04 Agustus 2025 - 21:22 WIB
loading...
Wamendagri Ribka Haluk bersama Pj Gubernur Papua Agus Fatoni resmi melepas pendistribusian logistik PSU Pilkada Papua ke kabupaten/kota, Senin (4/8/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAYAPURA - Logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di distribusikan ke kabupaten/kota, Senin (4/8/2025). Pendistribusian logistik dilepas langsung Penjabat (Pj) Gubernur Agus Fatoni bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.
Dalam sambutannya, Wamendagri menyampaikan, Kota Jayapura memegang peran strategis sebagai wajah dan cerminan kedewasaan berdemokrasi di wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua. Karena itu, dia mengingatkan agar terus menjaga proses PSU sebaik mungkin agar berjalan dengan lancar, aman, dan damai.
"Saya percaya dengan semangat gotong royong, koordinasi lintas sektor serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah kita dapat menjadikan PSU ini bukan sekadar pengulangan tetapi sebuah pembuktian bahwa Papua mampu menjadi teladan dalam martabat demokrasi," kata Wamendagri di Gudang Logistik KPU Kota Jayapura, Jayapura, Papua.
Wamendagri yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan PSU, mulai dari KPU, Bawaslu, Pemerintah Daerah, TNI/Polri hingga masyarakat luas.
"Kami percaya bahwa semangat kolaborasi ini akan menjadi kunci keberhasilan, bukan hanya memastikan logistik tiba di tujuan dengan tempat aman tetapi juga mewujudkan PSU yang damai, jujur dan demokrasitis," kata Ribka Haluk.
Ia menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah, terutama terhadap Pj Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, untuk melaksanakan tugas dengan tanggung jawab. "Tujuannya, kualitas penyelenggaraan harus kita kawal bersama agar ini berjalan dengan baik dan tepat waktu," katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Papua Diana Dorthea Simbiak mengatakan, logistik PSU merupakan kendaraan demokrasi yang akan mengantar suara rakyat. Karena itu, logistik pemilu seharusnya dihitung secara adil, dijaga secara aman dan dihormati secara utuh.
Diana melaporkan hingga 4 Agustus 2025 pukul 09.30 WIT tercatat 473 kotak suara telah keluar dari gudang logistik, 312 kotak suara diperkirakan telah sampai di PPD, 6 kotak suara telah sampai di PPS, 5 kotak suara telah tiba di TPS. Namun, sebagian besar sisanya masih dalam proses pengiriman dan akan terus dipantau secara berkala melalui sistem monitoring logistik 24 jam.
"Kami berkomitmen logistik KPU akan sampai paling lambat h-1 pemungutan suara berlangsung sebagaimana amanat perundang-undangan," kata Diana.
Adapun Pj Gubernur Papua Agus Fatoni mengingatkan seluruh ASN untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab.
"Gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani masing-masing. ASN tetap harus bersikap profesional dan netral, namun bukan berarti menutup diri dari informasi terkait PSU," kata Fatoni saat Apel Gabungan di Lingkungan Pemerintah Kota Jayapura di Lapangan Kantor Wali Kota Jayapura, Jayapura, Papua, Senin (4/8/2025).
Dalam sambutannya, Wamendagri menyampaikan, Kota Jayapura memegang peran strategis sebagai wajah dan cerminan kedewasaan berdemokrasi di wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua. Karena itu, dia mengingatkan agar terus menjaga proses PSU sebaik mungkin agar berjalan dengan lancar, aman, dan damai.
"Saya percaya dengan semangat gotong royong, koordinasi lintas sektor serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah kita dapat menjadikan PSU ini bukan sekadar pengulangan tetapi sebuah pembuktian bahwa Papua mampu menjadi teladan dalam martabat demokrasi," kata Wamendagri di Gudang Logistik KPU Kota Jayapura, Jayapura, Papua.
Wamendagri yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan PSU, mulai dari KPU, Bawaslu, Pemerintah Daerah, TNI/Polri hingga masyarakat luas.
"Kami percaya bahwa semangat kolaborasi ini akan menjadi kunci keberhasilan, bukan hanya memastikan logistik tiba di tujuan dengan tempat aman tetapi juga mewujudkan PSU yang damai, jujur dan demokrasitis," kata Ribka Haluk.
Ia menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah, terutama terhadap Pj Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, untuk melaksanakan tugas dengan tanggung jawab. "Tujuannya, kualitas penyelenggaraan harus kita kawal bersama agar ini berjalan dengan baik dan tepat waktu," katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Papua Diana Dorthea Simbiak mengatakan, logistik PSU merupakan kendaraan demokrasi yang akan mengantar suara rakyat. Karena itu, logistik pemilu seharusnya dihitung secara adil, dijaga secara aman dan dihormati secara utuh.
Diana melaporkan hingga 4 Agustus 2025 pukul 09.30 WIT tercatat 473 kotak suara telah keluar dari gudang logistik, 312 kotak suara diperkirakan telah sampai di PPD, 6 kotak suara telah sampai di PPS, 5 kotak suara telah tiba di TPS. Namun, sebagian besar sisanya masih dalam proses pengiriman dan akan terus dipantau secara berkala melalui sistem monitoring logistik 24 jam.
"Kami berkomitmen logistik KPU akan sampai paling lambat h-1 pemungutan suara berlangsung sebagaimana amanat perundang-undangan," kata Diana.
Adapun Pj Gubernur Papua Agus Fatoni mengingatkan seluruh ASN untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab.
"Gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani masing-masing. ASN tetap harus bersikap profesional dan netral, namun bukan berarti menutup diri dari informasi terkait PSU," kata Fatoni saat Apel Gabungan di Lingkungan Pemerintah Kota Jayapura di Lapangan Kantor Wali Kota Jayapura, Jayapura, Papua, Senin (4/8/2025).
(abd)
Lihat Juga :