Libur Sekolah, Inflasi Jakarta Tetap Terkendali
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 14:49 WIB
loading...
Meskipun libur sekolah, namun inflasi Jakarta terpantau tetap terkendali. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Meskipun libur sekolah , namun inflasi Jakarta terpantau tetap terkendali. Bahkan catatan inflasi sebesar 0,11 persen lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 0,13 persen.
Deputi Kepala Perwakilan Kantor BI Jakarta, Iwan Setiawan menjelaskan bila inflasi Jakarta bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, kelompok Pendidikan, dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
“Sedangkan kelompok Transportasi dan kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami deflasi sehingga menahan inflasi lebih lanjut,” kata Iwan dalam siaran persnya, Jumat (1/8/2025).
Baca juga: Kalender Pendidikan 2025, Cek Jadwal Libur Sekolah dan Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Dengan perkembangan tersebut, lanjut Iwan, inflasi Jakarta pada Juli 2025 secara tahunan tercatat sebesar 2,25 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional (2,37 persen yoy), dan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (mtm). Meskipun tercatat inflasi, inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (0,44 persen (mtm).
Baca juga: Diskon 30% saat Libur Sekolah, 1,78 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual
“Inflasi pada kelompok ini utamanya bersumber dari kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit akibat terbatasnya pasokan dari wilayah sentra di tengah tingginya curah hujan,” tambahnya.
Inflasi lebih lanjut pada kelompok ini tertahan oleh penurunan harga jeruk yang sedang dalam masa panen dan bawang putih seiring dengan tren penurunan harga bawang putih di negara asal importir (Tiongkok).
Peningkatan biaya masuk sekolah (tarif Sekolah Dasar), terutama sekolah swasta, seiring momen tahun ajaran baru, mengakibatkan kelompok Pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,31 persen (mtm).
Kondisi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Lebih lanjut, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi 0,29 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang bersumber dari peningkatan harga emas perhiasan seiring tingginya permintaan.
Di sisi lain, kelompok Transportasi mengalami deflasi -0,23 persen (mtm) setelah pada bulan lalu tercatat inflasi 0,12 persen (mtm).
“Deflasi pada kelompok ini terutama bersumber dari penurunan tarif angkutan udara seiring dengan kebijakan stimulus Pemerintah pada momen libur anak sekolah dan penurunan tarif kendaraan roda 4 online,” jelas.
Namun demikian, deflasi lebih lanjut pada kelompok ini tertahan oleh peningkatan harga bensin seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 1 Juli 2025.
Selain kelompok Transportasi, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan juga mengalami deflasi -0,11 persen (mtm) yang disumbang oleh penurunan harga telepon seluler.
“Inflasi Jakarta yang terkendali pada Juli 2025 tidak terlepas dari hasil koordinasi, kolaborasi, dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta,” terangnya.
Selama periode laporan, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain menyelenggarakan pasar murah dan program pangan bersubsidi oleh BUMD pangan DKI Jakarta, Festival Urban Farming yang terdiri dari talkshow edukatif, pameran produk lokal, demo tanam, lomba, dan apresiasi kepada penggiat.
“Selain itu penandatanganan nota kesepahaman antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Koperasi Produsen Induk KUD Indonesia dalam rangka memperkuat usaha koperasi desa melalui kegiatan penyediaan dan distribusi pangan,” tambah.
Termasuk penjualan rutin melalui kendaraan truk oleh BUMD pangan DKI Jakarta. Serta Rapat Koordinasi dan Capacity Building tim teknis TPID Provinsi DKI Jakarta dengan tema “Sinergi Anggota TPID dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dan Domestik”.
“Ke depan, sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholders. Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada 2025 diharapkan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy),” tutupnya.
Deputi Kepala Perwakilan Kantor BI Jakarta, Iwan Setiawan menjelaskan bila inflasi Jakarta bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, kelompok Pendidikan, dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
“Sedangkan kelompok Transportasi dan kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami deflasi sehingga menahan inflasi lebih lanjut,” kata Iwan dalam siaran persnya, Jumat (1/8/2025).
Baca juga: Kalender Pendidikan 2025, Cek Jadwal Libur Sekolah dan Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Dengan perkembangan tersebut, lanjut Iwan, inflasi Jakarta pada Juli 2025 secara tahunan tercatat sebesar 2,25 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional (2,37 persen yoy), dan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (mtm). Meskipun tercatat inflasi, inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (0,44 persen (mtm).
Baca juga: Diskon 30% saat Libur Sekolah, 1,78 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual
“Inflasi pada kelompok ini utamanya bersumber dari kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit akibat terbatasnya pasokan dari wilayah sentra di tengah tingginya curah hujan,” tambahnya.
Inflasi lebih lanjut pada kelompok ini tertahan oleh penurunan harga jeruk yang sedang dalam masa panen dan bawang putih seiring dengan tren penurunan harga bawang putih di negara asal importir (Tiongkok).
Peningkatan biaya masuk sekolah (tarif Sekolah Dasar), terutama sekolah swasta, seiring momen tahun ajaran baru, mengakibatkan kelompok Pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,31 persen (mtm).
Kondisi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Lebih lanjut, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi 0,29 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang bersumber dari peningkatan harga emas perhiasan seiring tingginya permintaan.
Di sisi lain, kelompok Transportasi mengalami deflasi -0,23 persen (mtm) setelah pada bulan lalu tercatat inflasi 0,12 persen (mtm).
“Deflasi pada kelompok ini terutama bersumber dari penurunan tarif angkutan udara seiring dengan kebijakan stimulus Pemerintah pada momen libur anak sekolah dan penurunan tarif kendaraan roda 4 online,” jelas.
Namun demikian, deflasi lebih lanjut pada kelompok ini tertahan oleh peningkatan harga bensin seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 1 Juli 2025.
Selain kelompok Transportasi, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan juga mengalami deflasi -0,11 persen (mtm) yang disumbang oleh penurunan harga telepon seluler.
“Inflasi Jakarta yang terkendali pada Juli 2025 tidak terlepas dari hasil koordinasi, kolaborasi, dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta,” terangnya.
Selama periode laporan, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain menyelenggarakan pasar murah dan program pangan bersubsidi oleh BUMD pangan DKI Jakarta, Festival Urban Farming yang terdiri dari talkshow edukatif, pameran produk lokal, demo tanam, lomba, dan apresiasi kepada penggiat.
“Selain itu penandatanganan nota kesepahaman antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Koperasi Produsen Induk KUD Indonesia dalam rangka memperkuat usaha koperasi desa melalui kegiatan penyediaan dan distribusi pangan,” tambah.
Termasuk penjualan rutin melalui kendaraan truk oleh BUMD pangan DKI Jakarta. Serta Rapat Koordinasi dan Capacity Building tim teknis TPID Provinsi DKI Jakarta dengan tema “Sinergi Anggota TPID dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dan Domestik”.
“Ke depan, sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholders. Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada 2025 diharapkan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy),” tutupnya.
(cip)
Lihat Juga :