Konversi Kendaraan BBM ke Gas Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online
Kamis, 31 Juli 2025 - 14:26 WIB
loading...
Konversi BBM ke gas untuk kendaraan dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi transportasi online. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas untuk kendaraan dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi transportasi online . Dalam program konversi tersebut, sebanyak 40 unit kendaraan, terdiri atas 30 kendaraan online di Jakarta dan 10 kendaraan di Surabaya mendapatkan bantuan converter kit bahan bakar gas (BBG).
Program ini dilaksanakan oleh anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia, dan Komunitas Mobil Gas (Komogas). Melalui converter kit ini, mesin kendaraan dimodifikasi menjadi sistem dual fuel yang memungkinkan penggunaan BBG bersama dengan BBM atau bahan bakar ganda. Keuntungannya, mesin kendaraan masih dapat mengoperasikan bahan bakar bensin 100%, atau secara bergantian pada campuran bensin dan gas.
Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Fajriyah Usman mengatakan, penggunaan BBG untuk transportasi, khususnya angkutan online, adalah salah satu solusi transisi energi yang realistis dan efektif. Komitmen Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060 membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh sektor, termasuk energi dan transportasi.
Baca juga: Kementerian ESDM Targetkan Konversi 1.000 Unit Motor BBM ke Listrik Tahun Ini
"PGN mengambil peran aktif melalui program konversi BBG yang terbukti dapat menurunkan emisi karbon secara signifikan dan dapat segera diimplementasikan karena telah tersedia infrstrukturnya,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Hingga saat ini PGN bersama Komogas telah mengkonversi 187 unit kendaraan BBM ke BBG sejak 2023. Rinciannya, 80 unit dalam program CSR PGN di 2023, 67 unit kendaraan di 2024, dan 40 unit di 2025. Sementara konversi mandiri oleh anggota Komogas sebanyak 102 unit kendaraan.
Baca juga: Aturan Konversi Mobil BBM Jadi Listrik, Ini Serba-serbi yang Perlu Kamu Tahu
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan menegaskan, PGN Grup berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam mendorong transisi energi bersih. Selain berdampak positif bagi lingkungan, pemanfaatan BBG mendorong peningkatan kesejahteraan para pengemudi kendaraan online, karena dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga 30%.
Pasalnya harga BBG lebih ekonomis dibandingkan BBM, yakni Rp4.500 per Liter Setara Premium (LSP) yang membuat biaya operasional kendaraan dapat ditekan signifikan.
“PGN bersama Gagas Energi Indonesia berkomitmen mendukung agenda nasional melalui penyediaan infrastruktur dan program konversi BBM ke Gas. Kami percaya, penggunaan BBG adalah langkah strategis untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” ujar Santiaji Gunawan.
Ketua Komunitas Mobil Gas (Komogas) Andy Lala Lumban Gaol menyampaikan, secara volume setiap transaksi pengisian BBG oleh anggotanya rata-rata berjumlah sekitar 8-12 liter gas, dengan rata-rata sekitar 9 liter pengisian. Begitu juga dari sisi jarak tempuh, konversi BBG terbukti mampu mendukung operasional kendaraan dengan jarak perjalanan tinggi.
Salah satu kendaraan anggota mencatat jarak tempuh tertinggi sekitar 10.987 Km dalam satu bulan, dengan estimasi sekitar 80% perjalanan tersebut ditopang oleh BBG (sisanya menggunakan BBM). “Ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur BBG cukup memadai, kendaraan dapat menempuh jarak jauh hampir sepenuhnya dengan bahan bakar gas,” kata Andy.
Dia menyebut pada 30 Juni hingga 6 Juli 2025 Komogas dan PGN sukses menyelenggarakan program Pelatihan Teknisi Konversi dan Pemeliharaan Kendaraan BBG. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia dilatih menjadi teknisi konversi BBG.
Serangkaian inisiatif program ini masih menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-60 PGN, yang sejalan dengan agenda transisi energi bersih nasional dan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini dilaksanakan oleh anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia, dan Komunitas Mobil Gas (Komogas). Melalui converter kit ini, mesin kendaraan dimodifikasi menjadi sistem dual fuel yang memungkinkan penggunaan BBG bersama dengan BBM atau bahan bakar ganda. Keuntungannya, mesin kendaraan masih dapat mengoperasikan bahan bakar bensin 100%, atau secara bergantian pada campuran bensin dan gas.
Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Fajriyah Usman mengatakan, penggunaan BBG untuk transportasi, khususnya angkutan online, adalah salah satu solusi transisi energi yang realistis dan efektif. Komitmen Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060 membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh sektor, termasuk energi dan transportasi.
Baca juga: Kementerian ESDM Targetkan Konversi 1.000 Unit Motor BBM ke Listrik Tahun Ini
"PGN mengambil peran aktif melalui program konversi BBG yang terbukti dapat menurunkan emisi karbon secara signifikan dan dapat segera diimplementasikan karena telah tersedia infrstrukturnya,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Hingga saat ini PGN bersama Komogas telah mengkonversi 187 unit kendaraan BBM ke BBG sejak 2023. Rinciannya, 80 unit dalam program CSR PGN di 2023, 67 unit kendaraan di 2024, dan 40 unit di 2025. Sementara konversi mandiri oleh anggota Komogas sebanyak 102 unit kendaraan.
Baca juga: Aturan Konversi Mobil BBM Jadi Listrik, Ini Serba-serbi yang Perlu Kamu Tahu
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan menegaskan, PGN Grup berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam mendorong transisi energi bersih. Selain berdampak positif bagi lingkungan, pemanfaatan BBG mendorong peningkatan kesejahteraan para pengemudi kendaraan online, karena dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga 30%.
Pasalnya harga BBG lebih ekonomis dibandingkan BBM, yakni Rp4.500 per Liter Setara Premium (LSP) yang membuat biaya operasional kendaraan dapat ditekan signifikan.
“PGN bersama Gagas Energi Indonesia berkomitmen mendukung agenda nasional melalui penyediaan infrastruktur dan program konversi BBM ke Gas. Kami percaya, penggunaan BBG adalah langkah strategis untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” ujar Santiaji Gunawan.
Ketua Komunitas Mobil Gas (Komogas) Andy Lala Lumban Gaol menyampaikan, secara volume setiap transaksi pengisian BBG oleh anggotanya rata-rata berjumlah sekitar 8-12 liter gas, dengan rata-rata sekitar 9 liter pengisian. Begitu juga dari sisi jarak tempuh, konversi BBG terbukti mampu mendukung operasional kendaraan dengan jarak perjalanan tinggi.
Salah satu kendaraan anggota mencatat jarak tempuh tertinggi sekitar 10.987 Km dalam satu bulan, dengan estimasi sekitar 80% perjalanan tersebut ditopang oleh BBG (sisanya menggunakan BBM). “Ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur BBG cukup memadai, kendaraan dapat menempuh jarak jauh hampir sepenuhnya dengan bahan bakar gas,” kata Andy.
Dia menyebut pada 30 Juni hingga 6 Juli 2025 Komogas dan PGN sukses menyelenggarakan program Pelatihan Teknisi Konversi dan Pemeliharaan Kendaraan BBG. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia dilatih menjadi teknisi konversi BBG.
Serangkaian inisiatif program ini masih menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-60 PGN, yang sejalan dengan agenda transisi energi bersih nasional dan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
(cip)
Lihat Juga :