Tsunami Rusia Masuk ke Perairan Jayapura hingga Sorong dengan Ketinggian 0,2 Meter
Rabu, 30 Juli 2025 - 16:58 WIB
loading...
BMKG menyatakan terjangan gelombang tsunami dampak gempa bumi M8,7 di Kamchatka, Rusia memasuki perairan Jayapura, Sarmi dan Sorong Papua pada Rabu (30/7/2025). Foto/Ilustrasi/InaTEWS BMKG
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan terjangan gelombang tsunami dampak gempa bumi M8,7 di Kamchatka, Rusia memasuki perairan Jayapura, Sarmi dan Sorong Papua pada Rabu (30/7/2025). Ketinggian gelombang tsunami ini mencapai 0,1-0,2 meter.
"Tsunami akibat Gmp Mag:8.7SR, telah terdeteksi di Kamchatka (06:51WIB)0.8m, Jayapura (14:14WIB) 0.2m, Sarmi (14:20WIB)0.1m, Sorong (14:35WIB)," cuit laman X @infoBMKG.
Baca juga: 10 Wilayah Bakal Terdampak Tsunami Rusia, Ini Perkiraan Waktunya
Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan hasil analisis dampak dari gempa bumi tektonik yang terjadi di wilayah Kamchatka, Russia berkekuatan 8,6 magnitudo (sebelumnya magnitudo 8,7) dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km pada Rabu (30/7/2025) pagi.
Ia menyebut hasil analisis BMKG dampak gempa tersebut dapat berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah perairan Indonesia dengan ketinggian 0,5 meter.
Menurutnya berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Baca juga: Gempa Bumi 8,7 SR Guncang Timur Jauh Rusia, Picu Peringatan Tsunami
Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m)," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
"Wilayah Talaud (ETA 14:52:24 WITA), Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA), Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT), Manokwari (ETA 16:08:54 WIT), Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT), Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT), Supiori (ETA 16:21:54 WIT), Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT), Jayapura (ETA 16:30:24 WIT) dan Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)," tambahnya.
"Tsunami akibat Gmp Mag:8.7SR, telah terdeteksi di Kamchatka (06:51WIB)0.8m, Jayapura (14:14WIB) 0.2m, Sarmi (14:20WIB)0.1m, Sorong (14:35WIB)," cuit laman X @infoBMKG.
Baca juga: 10 Wilayah Bakal Terdampak Tsunami Rusia, Ini Perkiraan Waktunya
Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan hasil analisis dampak dari gempa bumi tektonik yang terjadi di wilayah Kamchatka, Russia berkekuatan 8,6 magnitudo (sebelumnya magnitudo 8,7) dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km pada Rabu (30/7/2025) pagi.
Ia menyebut hasil analisis BMKG dampak gempa tersebut dapat berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah perairan Indonesia dengan ketinggian 0,5 meter.
Menurutnya berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Baca juga: Gempa Bumi 8,7 SR Guncang Timur Jauh Rusia, Picu Peringatan Tsunami
Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m)," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
"Wilayah Talaud (ETA 14:52:24 WITA), Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA), Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT), Manokwari (ETA 16:08:54 WIT), Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT), Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT), Supiori (ETA 16:21:54 WIT), Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT), Jayapura (ETA 16:30:24 WIT) dan Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)," tambahnya.
(shf)
Lihat Juga :