Kebakaran di Permukiman Padat Lenteng Agung Tewaskan 1 Orang
Minggu, 27 Juli 2025 - 13:04 WIB
loading...
Kebakaran. Ilustrasi/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah rumah di permukiman padat penduduk di Jalan Guru Muhyin RT 4/ RW 7, Lenteng Agung , Jagakarsa, Jakarta Selatan ludes terbakar pada Minggu (27/7/2025). Satu orang berinisial E (48) dilaporkan tewas.
"Ada korban satu, informasi sementara istri dari seorang pekerja," kata Command Center Disgulkarmat DKI.
Kebakaran tersebut terjadi pada pukul 09.38 WIB. Api berhasil dipadamkan pukul 12.02 WIB. "Pemadaman selesai (hijau)," ujarnya.
Puluhan unit damkar dan personel pemadam dikerahkan dalam proses pemadaman kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik. "Pengerahan 22 unit dan 86 personel. Dugaan penyebab fenomena listrik," jelasnya.
Baca Juga: Penampakan Kerumunan Warga di Lokasi Kebakaran Tambora
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal meningkatnya frekuensi kebakaran di Jakarta. Ia menegaskan akan tetap memprioritaskan penanganan masalah kebakaran di Jakarta meski tak menampik masalah korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran di permukiman padat penduduk, seperti yang terjadi di Tambora, Jakarta Barat.
"Jadi memang ada beberapa kebakaran di Jakarta salah satunya di Tambora kemarin. Sehingga demikian penanganan kebakaran tetap menjadi prioritas pemerintahan yang saya pimpin walaupun saya harus mengakui bahwa seperti di Tambora padat penduduk. Korsleting itu sering terjadi dan kemarin terjadi. Apa pun akan tetap kita tangani," ujar Pramono saat ditemui di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Pramono juga akan terus memenuhi Program Satu RT Satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ia mengklaim APAR efektif untuk upaya pemadaman awal sebelum petugas damkar tiba. "Apa pun program Satu RT satu APAR akan tetap saya lanjutkan dan itu terbukti ketika di Tambora relatif RT-RTnya sudah mempunyai alat pemadam kebakaran, maka dampaknya itu menjadi lebih kecil," ucapnya.
"Ada korban satu, informasi sementara istri dari seorang pekerja," kata Command Center Disgulkarmat DKI.
Kebakaran tersebut terjadi pada pukul 09.38 WIB. Api berhasil dipadamkan pukul 12.02 WIB. "Pemadaman selesai (hijau)," ujarnya.
Puluhan unit damkar dan personel pemadam dikerahkan dalam proses pemadaman kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik. "Pengerahan 22 unit dan 86 personel. Dugaan penyebab fenomena listrik," jelasnya.
Baca Juga: Penampakan Kerumunan Warga di Lokasi Kebakaran Tambora
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal meningkatnya frekuensi kebakaran di Jakarta. Ia menegaskan akan tetap memprioritaskan penanganan masalah kebakaran di Jakarta meski tak menampik masalah korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran di permukiman padat penduduk, seperti yang terjadi di Tambora, Jakarta Barat.
"Jadi memang ada beberapa kebakaran di Jakarta salah satunya di Tambora kemarin. Sehingga demikian penanganan kebakaran tetap menjadi prioritas pemerintahan yang saya pimpin walaupun saya harus mengakui bahwa seperti di Tambora padat penduduk. Korsleting itu sering terjadi dan kemarin terjadi. Apa pun akan tetap kita tangani," ujar Pramono saat ditemui di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Pramono juga akan terus memenuhi Program Satu RT Satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ia mengklaim APAR efektif untuk upaya pemadaman awal sebelum petugas damkar tiba. "Apa pun program Satu RT satu APAR akan tetap saya lanjutkan dan itu terbukti ketika di Tambora relatif RT-RTnya sudah mempunyai alat pemadam kebakaran, maka dampaknya itu menjadi lebih kecil," ucapnya.
(zik)
Lihat Juga :