Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bersikukuh Tolak Cabut Larangan Study Tour
Selasa, 22 Juli 2025 - 13:33 WIB
loading...
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menolak mencabut kebijakan larangan study tour keluar daerah yang bertujuan agar orang tua siswa yang tidak mampu tak terbebani. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menolak mencabut kebijakan larangan study tour keluar daerah. Kang Dedi Mulyadi (KDM) beralasan kebijakan itu bertujuan agar orang tua siswa yang tidak mampu tak terbebani oleh biaya study tour yang digelar setiap tahun.
Penyataan penolakan itu disampaikan KDM melalui akun media sosial (medsos) Instagram. Dalam video itu, KDM merespons aksi unjuk rasa ribuan pelaku usaha dan pekerja pariwisata di Gedung Sate dan DPRD Jabar pada Senin (21/7/2025). Bahkan para pengunjuk rasa memblokade Flyover Pasupati atau Jalan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja hingga tengah malam.
Baca juga: KDM Didemo Ratusan Pekerja Pariwisata Jabar, Tuntut Pencabutan Larangan Study Tour
Di video tersebut KDM mengatakan, heran dengan aksi unjuk rasa pelaku usaha dan pekerja pariwisata yang menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) 45 tentang larangan study tour sekolah di Jabar ke luar daerah.
KDM mengatakan, ada keterlibatan asosiasi Jeep di Yogyakarta yang mendukung aksi unjuk rasa tersebut.
"Saya sampaikan hari kemarin ada demonstrasi di Gedung Sate. Bahkan melakukan blokade Flyover Pasupasti. Mereka adalah para pelaku jasa usaha kepariwisataan baik penyelenggara travel, kemudian sopir bus, pengusaha bus mendesak saya mencabut SK larangan study tour. Yang protes itu adalah kegiatan pariwisata. SK saya adalah SK studi tur," kata KDM dikutip dari laman instagramnya, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Terungkap! Gubernur Dedi Mulyadi Diduga Kuat Hadiri Makan Gratis Maut di Garut
Menurut KDM, dengan fakta tersebut, kegiatan study tour selama ini merupakan ajang untuk piknik. Sebab mereka yang berdemonstrasi meminta larangan study tour dicabut dari jasa kepariwisataan.
"Yang dilarang adalah kegiatan studi tur. Dengan demonstrasi itu menunjukkan dengan jelas kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik. Kegiatan rekreasi bisa dibuktikan yang demonstrasi para pelaku jasa kepariwisataan," ujar KDM.
Gubernur Jabar menuturkan, mereka yang berdemonstrasi mendapatkan dukungan dari asosiasi Jeep di Yogyakarta terutama yang mengangkut wisatawan di Gunung Merapi. Artinya demonstrasi dilakukan bukan hanya warga Jawa Barat.
"Insya Allah, saya Gubernur Jabar akan tetapi berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan," tutur Gubernur Jabar.
KDM mengatakan, akan tetap berusaha mengefisiensi pendidikan dari beban biaya-biaya yang tidak terkait Panca Waluya. Dia berharap industri pariwisata tumbuh. Yang datang berwisata orang luar negeri, yang memiliki uang dan murni memiliki tujuan kepariwisataan dan kemampuan ekonomi.
"Bukan orang yang memiliki kemampuan pas-pasan dengan alasan study tour dipaksa piknik atau kalau tidak dipaksa anaknya malu di rumah karena tidak ikut piknik," ucap KDM.
Penyataan penolakan itu disampaikan KDM melalui akun media sosial (medsos) Instagram. Dalam video itu, KDM merespons aksi unjuk rasa ribuan pelaku usaha dan pekerja pariwisata di Gedung Sate dan DPRD Jabar pada Senin (21/7/2025). Bahkan para pengunjuk rasa memblokade Flyover Pasupati atau Jalan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja hingga tengah malam.
Baca juga: KDM Didemo Ratusan Pekerja Pariwisata Jabar, Tuntut Pencabutan Larangan Study Tour
Di video tersebut KDM mengatakan, heran dengan aksi unjuk rasa pelaku usaha dan pekerja pariwisata yang menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) 45 tentang larangan study tour sekolah di Jabar ke luar daerah.
KDM mengatakan, ada keterlibatan asosiasi Jeep di Yogyakarta yang mendukung aksi unjuk rasa tersebut.
"Saya sampaikan hari kemarin ada demonstrasi di Gedung Sate. Bahkan melakukan blokade Flyover Pasupasti. Mereka adalah para pelaku jasa usaha kepariwisataan baik penyelenggara travel, kemudian sopir bus, pengusaha bus mendesak saya mencabut SK larangan study tour. Yang protes itu adalah kegiatan pariwisata. SK saya adalah SK studi tur," kata KDM dikutip dari laman instagramnya, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Terungkap! Gubernur Dedi Mulyadi Diduga Kuat Hadiri Makan Gratis Maut di Garut
Menurut KDM, dengan fakta tersebut, kegiatan study tour selama ini merupakan ajang untuk piknik. Sebab mereka yang berdemonstrasi meminta larangan study tour dicabut dari jasa kepariwisataan.
"Yang dilarang adalah kegiatan studi tur. Dengan demonstrasi itu menunjukkan dengan jelas kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik. Kegiatan rekreasi bisa dibuktikan yang demonstrasi para pelaku jasa kepariwisataan," ujar KDM.
Gubernur Jabar menuturkan, mereka yang berdemonstrasi mendapatkan dukungan dari asosiasi Jeep di Yogyakarta terutama yang mengangkut wisatawan di Gunung Merapi. Artinya demonstrasi dilakukan bukan hanya warga Jawa Barat.
"Insya Allah, saya Gubernur Jabar akan tetapi berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan," tutur Gubernur Jabar.
KDM mengatakan, akan tetap berusaha mengefisiensi pendidikan dari beban biaya-biaya yang tidak terkait Panca Waluya. Dia berharap industri pariwisata tumbuh. Yang datang berwisata orang luar negeri, yang memiliki uang dan murni memiliki tujuan kepariwisataan dan kemampuan ekonomi.
"Bukan orang yang memiliki kemampuan pas-pasan dengan alasan study tour dipaksa piknik atau kalau tidak dipaksa anaknya malu di rumah karena tidak ikut piknik," ucap KDM.
(shf)
Lihat Juga :