Dapat Info Baru, Kompolnas Datangi Rumah Kos Diplomat Arya Daru Pangayunan
Selasa, 22 Juli 2025 - 10:47 WIB
loading...
Kompolnas mendatangi kos almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat Kemlu di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat usai mendapat info baru dari keluarganya. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendatangi kos-kosan almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP) Diplomat Muda Kemlu di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025). Lokasi tersebut merupakan tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya ADP yang tewas dengan kepala terlilit lakban.
Diketahui, kedatangan Kompolnas ke lokasi usai mendatangi keluarga ADP di Yogyakarta dan mengaku mendapatkan informasi baru.
Baca juga: Temui Keluarga Arya Daru, Kompolnas Diberi Informasi Baru
"Kami melakukan pendalaman apa yang sudah kami dapat di Yogya, termasuk informasi awal yang sebelumnya kami dapat," kata Komisioner Kompolnas, Choirul Anam di lokasi.
Anam menyatakan, kedatangan pihaknya ini bukan untuk melakukan olah TKP ulang. Menurutnya, hanya akan melakukan pengecekan lokasi.
"Engak, nggak ada olah TKP ulang. Hanya cek TKP tok," ujarnya.
Sebelumnya, Kompolnas menemui keluarga ADP yang berada di Yogyakarta pada Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Teman Dekat Yakin Diplomat Arya Daru Tidak Bunuh Diri
"Kami hari ini, hari minggu, kami sedang berada di Yogyakarta. Tim Kompolnas melakukan pendalaman tahap awal pertama atas kematian diplomat yang terjadi di Jakarta, kami bertemu dengan keluarga," kata Choirul Anam.
Dari pertemuan tersebut, Kompolnas melakukan berbagai pendalaman yang dinilai terkait dengan peristiwa kematian ADP. Salah satunya perihal waktu menjelang korban ditemukan meninggal.
"Kita mempertegas waktu soal kronologi waktunya, soal apa yang terjadi di waktu-waktu tersebut, dan bagaimana interaksi aktivitas dalam konstrin waktu tersebut, sehingga tidak hanya menjadi kronologi, tapi menjadi satu struktur peristiwa," ujarnya.
Anam melanjutkan, pihaknya juga mendalami tentang barang-barang yang dinilai terkait dengan peristiwa kematian ADP yang masih menjadi misteri.
Selain itu, didalami juga katar belakang ADP, seperti aktivitas kesehariannya hingga interaksi dengan lingkungan setempat.
"Yang tidak kalah penting, kami juga diberi informasi terkait sesuatu yang sifatnya baru, yang belum ada dalam perdebatannya itu memang perlu kami telusuri, kami perdalam nantinya dengan cek TKP, termasuk juga dengan Polda Metro Jaya," ucapnya.
"Pentingnya untuk mengecek sesuatu yang baru ini, untuk mengklarifikasi apakah betul peristiwanya seperti itu, apakah betul sesuatu yang baru ini masih berhubungan dengan peristiwanya atau tidak, atau memiliki makna yang lain," sambungnya.
Kendati begitu, Anam enggan menjelaskan secara detail perihal informasi yang diperoleh Kompolnas usai menemui keluarga ADP di Yogyakarta.
"Termasuk terakhir bagaimana interaksi antara keluarga dengan pihak kepolisian dalam proses penegakkan hukum maupun pelayanan masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, kedatangan Kompolnas ke lokasi usai mendatangi keluarga ADP di Yogyakarta dan mengaku mendapatkan informasi baru.
Baca juga: Temui Keluarga Arya Daru, Kompolnas Diberi Informasi Baru
"Kami melakukan pendalaman apa yang sudah kami dapat di Yogya, termasuk informasi awal yang sebelumnya kami dapat," kata Komisioner Kompolnas, Choirul Anam di lokasi.
Anam menyatakan, kedatangan pihaknya ini bukan untuk melakukan olah TKP ulang. Menurutnya, hanya akan melakukan pengecekan lokasi.
"Engak, nggak ada olah TKP ulang. Hanya cek TKP tok," ujarnya.
Sebelumnya, Kompolnas menemui keluarga ADP yang berada di Yogyakarta pada Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Teman Dekat Yakin Diplomat Arya Daru Tidak Bunuh Diri
"Kami hari ini, hari minggu, kami sedang berada di Yogyakarta. Tim Kompolnas melakukan pendalaman tahap awal pertama atas kematian diplomat yang terjadi di Jakarta, kami bertemu dengan keluarga," kata Choirul Anam.
Dari pertemuan tersebut, Kompolnas melakukan berbagai pendalaman yang dinilai terkait dengan peristiwa kematian ADP. Salah satunya perihal waktu menjelang korban ditemukan meninggal.
"Kita mempertegas waktu soal kronologi waktunya, soal apa yang terjadi di waktu-waktu tersebut, dan bagaimana interaksi aktivitas dalam konstrin waktu tersebut, sehingga tidak hanya menjadi kronologi, tapi menjadi satu struktur peristiwa," ujarnya.
Anam melanjutkan, pihaknya juga mendalami tentang barang-barang yang dinilai terkait dengan peristiwa kematian ADP yang masih menjadi misteri.
Selain itu, didalami juga katar belakang ADP, seperti aktivitas kesehariannya hingga interaksi dengan lingkungan setempat.
"Yang tidak kalah penting, kami juga diberi informasi terkait sesuatu yang sifatnya baru, yang belum ada dalam perdebatannya itu memang perlu kami telusuri, kami perdalam nantinya dengan cek TKP, termasuk juga dengan Polda Metro Jaya," ucapnya.
"Pentingnya untuk mengecek sesuatu yang baru ini, untuk mengklarifikasi apakah betul peristiwanya seperti itu, apakah betul sesuatu yang baru ini masih berhubungan dengan peristiwanya atau tidak, atau memiliki makna yang lain," sambungnya.
Kendati begitu, Anam enggan menjelaskan secara detail perihal informasi yang diperoleh Kompolnas usai menemui keluarga ADP di Yogyakarta.
"Termasuk terakhir bagaimana interaksi antara keluarga dengan pihak kepolisian dalam proses penegakkan hukum maupun pelayanan masyarakat," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :