Pramono Hadiri Forum PBB di New York, Rano Karno: Bukan Kelas Kaleng-kaleng
Selasa, 15 Juli 2025 - 15:17 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno memuji kehadiran Gubernur Jakarta, Pramono Anung menghadiri pembukaan HLPF di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto/Danandaya Aria Putra
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno memuji kehadiran Gubernur Jakarta, Pramono Anung menghadiri sesi pembukaan High Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya tak semua orang bisa bicara di forum global tersebut.
"Bicara di PBB tentu bukan kelas kaleng-kaleng, dan gak setiap orang bisa bicara di PBB, artinya sangat penting," kata Rano kepada wartawan di SMAN 6 Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Pramono Tak Hadiri Penutupan Jakarta Fair 2025, Bang Doel: Sudah Terbang ke New York
Kehadiran Pramono dalam forum tersebut tak sekedar menjadi pembicara, namun juga akan bertemu dengan Gubernur dan Wali Kota setempat. Pertemuan itu tentunya bisa membuka peluang kerja sama.
"Itu artinya kita akan menjajaki sister city, jadi ya tentu keberangkatan seseorang keluar pasti punya tujuan," katanya.
Dia menjelaskan pembahasan dalam forum tersebut seperti perubahan iklim atau sistem pembangunan sebagai kota global.
"Ini kan salah satu standar yang memang Jakarta harus capai menjadi kota global, harus masuk ke dalam sentra globalnya itu sendiri," tuturnya.
Baca juga: Fenomena Lulusan Sarjana Ikut Daftar Jadi PPSU, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
Sekadar informasi, Pramono jadi Gubernur Jakarta pertama yang diundang secara resmi oleh Kantor Pusat PBB.
Forum ini merupakan panggung strategis bagi para pemimpin dunia, diplomat, dan kepala pemerintahan daerah untuk membahas pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan tantangan global yang tengah dihadapi.
Kehadiran Jakarta dalam forum ini mencerminkan pengakuan internasional atas transformasi kota menuju kota global yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan pentingnya kolaborasi antarkota dan negara dalam menjawab persoalan urbanisasi, krisis iklim, serta kesenjangan sosial.
"Jakarta bukan lagi hanya ibu kota administratif, tapi harus naik kelas sebagai kota global, sehingga penting bagi kami untuk aktif dalam diplomasi global. Saat ini, Jakarta sedang menjalankan sejumlah inisiatif penting, termasuk transisi energi bersih, digitalisasi layanan publik, dan penguatan ekonomi hijau berbasis komunitas,” kata Pramono.
Pramono juga menerangkan, keikutsertaan Jakarta di markas besar PBB sejalan dengan inisiatif Jakarta sebagai ASEAN Hub, yang mendorong posisi Jakarta sebagai pusat kerja sama dan inovasi kawasan ASEAN.
“Upaya ini menegaskan peran diplomasi Jakarta menuju kota global yang tangguh dan adaptif,” imbuhnya.
"Bicara di PBB tentu bukan kelas kaleng-kaleng, dan gak setiap orang bisa bicara di PBB, artinya sangat penting," kata Rano kepada wartawan di SMAN 6 Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Pramono Tak Hadiri Penutupan Jakarta Fair 2025, Bang Doel: Sudah Terbang ke New York
Kehadiran Pramono dalam forum tersebut tak sekedar menjadi pembicara, namun juga akan bertemu dengan Gubernur dan Wali Kota setempat. Pertemuan itu tentunya bisa membuka peluang kerja sama.
"Itu artinya kita akan menjajaki sister city, jadi ya tentu keberangkatan seseorang keluar pasti punya tujuan," katanya.
Dia menjelaskan pembahasan dalam forum tersebut seperti perubahan iklim atau sistem pembangunan sebagai kota global.
"Ini kan salah satu standar yang memang Jakarta harus capai menjadi kota global, harus masuk ke dalam sentra globalnya itu sendiri," tuturnya.
Baca juga: Fenomena Lulusan Sarjana Ikut Daftar Jadi PPSU, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
Sekadar informasi, Pramono jadi Gubernur Jakarta pertama yang diundang secara resmi oleh Kantor Pusat PBB.
Forum ini merupakan panggung strategis bagi para pemimpin dunia, diplomat, dan kepala pemerintahan daerah untuk membahas pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan tantangan global yang tengah dihadapi.
Kehadiran Jakarta dalam forum ini mencerminkan pengakuan internasional atas transformasi kota menuju kota global yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan pentingnya kolaborasi antarkota dan negara dalam menjawab persoalan urbanisasi, krisis iklim, serta kesenjangan sosial.
"Jakarta bukan lagi hanya ibu kota administratif, tapi harus naik kelas sebagai kota global, sehingga penting bagi kami untuk aktif dalam diplomasi global. Saat ini, Jakarta sedang menjalankan sejumlah inisiatif penting, termasuk transisi energi bersih, digitalisasi layanan publik, dan penguatan ekonomi hijau berbasis komunitas,” kata Pramono.
Pramono juga menerangkan, keikutsertaan Jakarta di markas besar PBB sejalan dengan inisiatif Jakarta sebagai ASEAN Hub, yang mendorong posisi Jakarta sebagai pusat kerja sama dan inovasi kawasan ASEAN.
“Upaya ini menegaskan peran diplomasi Jakarta menuju kota global yang tangguh dan adaptif,” imbuhnya.
(shf)
Lihat Juga :