Momen Warga Jati Padang Jemur Uang Kotak Amal Musala setelah Banjir Surut
Senin, 07 Juli 2025 - 14:58 WIB
loading...
Tanggul penahan air di RT 03/06 Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan jebol imbas luapan Kali Jati Padang membuat Musala Sabili tergenang air dan lumpur. Warga menjemur uang kertas dari kotak amal yang basah karena terkena banjir. Foto/Ari Sandita
A
A
A
JAKARTA - Tanggul penahan air di RT 03/06 Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan jebol kemarin imbas luapan Kali Jati Padang membuat Musala Sabili tergenang air dan lumpur. Kini, warga pun sibuk menjemur uang kertas dari kotak amal yang basah karena terkena banjir .
Setelah banjir surut, warga kini disibukkan dengan menambal tanggul yang jebol dan membersihkan lumpur, baik di rumah, jalanan gang, hingga musala. Ada pula warga yang sibuk menjemur yang kertas yang basah imbas terkena banjir.
Uang tersebut berasal dari kotak amal musala yang berhasil diselamatkan oleh warga. Warga tampak menjemur uang pecahan Rp2 ribu hingga Rp100 ribu tersebut di bawah teriknya sinar matahari.
Baca Juga: Pramono Ngaku Belum Tidur Urus Banjir Kepung Jakarta
"Kotaknya nggak kuat kena banjir, kacanya jadi pecah. Untung (kotaknya) nggak keluar. Kotaknya di dalem yang deket tanggul yang jebol. Untung nggak di luar. Kalau di luar wassalam (hanyut terbawa air banjir)," ujar salah satu warga, Sumiati, saat menjemur uang kertas tersebut, Senin (7/7/2025).
Dia menerangkan, kotak amal berisi uang tersebut sebelumnya kotor oleh lumpur. Warga bersyukur kotak tersebut tak sampai hanyut. Uang itu pun sempat dipenuhi lumpur hingga akhirnya warga bergotong royong membersihkannya dan kini menjemurnya.
"Waktu kejadian airnya kencang sehingga warga pada mengungsi, 1 RW (yang terkena banjir)," katanya.
"Kemarin sore jebolnya pas mau magrib, awalnya ada rembes-rembes, tak lama jebol karena air di kali sudah tinggi diikuti lumpur sehingga tak bisa menampung lagi tanggulnya," ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, warga sempat melihat adanya rembesan air di sela-sela tanggul. Air pun tumpah dari atas tanggul yang meluber. Tak lama, tanggul pun jebol hingga membuat air mendorong tembok pagar musala membuat musala ikut rusak.
"Warga panik, teriak 'jebol-jebol'. Lalu ada yang menyelamatkan barang di musala, karpet segala macam. Ada juga warga yang menyelamatkan barang di rumah karena khawatir. Kaca musala pecah dan pagar ambruk."
Warga lainnya, Topik menambahkan, tanggul tersebut pernah jebol juga dahulu, yakni sekitar 7 tahun lalu. "Itu kejadiannya pas lagi mau nonton Piala Presiden, tiba- tiba ada air rembes, lalu mendadak jebol. Kita langsung selamatin barang di rumah," katanya.
Setelah banjir surut, warga kini disibukkan dengan menambal tanggul yang jebol dan membersihkan lumpur, baik di rumah, jalanan gang, hingga musala. Ada pula warga yang sibuk menjemur yang kertas yang basah imbas terkena banjir.
Uang tersebut berasal dari kotak amal musala yang berhasil diselamatkan oleh warga. Warga tampak menjemur uang pecahan Rp2 ribu hingga Rp100 ribu tersebut di bawah teriknya sinar matahari.
Baca Juga: Pramono Ngaku Belum Tidur Urus Banjir Kepung Jakarta
"Kotaknya nggak kuat kena banjir, kacanya jadi pecah. Untung (kotaknya) nggak keluar. Kotaknya di dalem yang deket tanggul yang jebol. Untung nggak di luar. Kalau di luar wassalam (hanyut terbawa air banjir)," ujar salah satu warga, Sumiati, saat menjemur uang kertas tersebut, Senin (7/7/2025).
Dia menerangkan, kotak amal berisi uang tersebut sebelumnya kotor oleh lumpur. Warga bersyukur kotak tersebut tak sampai hanyut. Uang itu pun sempat dipenuhi lumpur hingga akhirnya warga bergotong royong membersihkannya dan kini menjemurnya.
"Waktu kejadian airnya kencang sehingga warga pada mengungsi, 1 RW (yang terkena banjir)," katanya.
Detik-detik tanggul jebol
Warga RW 06, Ratna mengatakan, peristiwa jebolnya tanggul yang berlokasi persisi di samping Musala Sabili itu terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025 pukul 17.30 WIB. Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah tersebut."Kemarin sore jebolnya pas mau magrib, awalnya ada rembes-rembes, tak lama jebol karena air di kali sudah tinggi diikuti lumpur sehingga tak bisa menampung lagi tanggulnya," ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, warga sempat melihat adanya rembesan air di sela-sela tanggul. Air pun tumpah dari atas tanggul yang meluber. Tak lama, tanggul pun jebol hingga membuat air mendorong tembok pagar musala membuat musala ikut rusak.
"Warga panik, teriak 'jebol-jebol'. Lalu ada yang menyelamatkan barang di musala, karpet segala macam. Ada juga warga yang menyelamatkan barang di rumah karena khawatir. Kaca musala pecah dan pagar ambruk."
Warga lainnya, Topik menambahkan, tanggul tersebut pernah jebol juga dahulu, yakni sekitar 7 tahun lalu. "Itu kejadiannya pas lagi mau nonton Piala Presiden, tiba- tiba ada air rembes, lalu mendadak jebol. Kita langsung selamatin barang di rumah," katanya.
(zik)
Lihat Juga :