Kawasan Laut Kalibaru Rawan Tawuran, Tiga Pilar Siapkan Patroli
Rabu, 09 September 2020 - 14:18 WIB
loading...
Sebagai upaya mengantisipasi aksi tawuran susulan, tiga pilar dan tokoh masyarakat sepakat berkolaborasi untuk melakukan patroli secara berkala. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Aksi tawuran antarremaja kembali pecah di pesisir laut kawasan Kalibaru, Cilincing, Minggu (7/9/2020) lalu. Dua remaja diamankan polisi beserta senjata tajam dan pecahan keramik.
Sebagai upaya mengantisipasi aksi tawuran susulan, tiga pilar (Pemerintah, TNI, Polri), dan tokoh masyarakat sepakat berkolaborasi untuk melakukan patroli secara berkala.
Ketua RW 015 Kelurahan Kalibaru Slamet Alfarizi mengatakan, kolaborasi patroli bersama ini digencarkan sebagai antisipasi tawuran antarkelompok remaja. Tidak hanya di malam hari, patroli wilayah dilakukan sepanjang hari mulai pagi.
“Patroli ini juga melibatkan pengurus RW lain agar bersama-sama bergerak mengantisipasi tawuran ini,” kata Slamet, saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Viral Remaja Tawuran Usai Jumatan di Koja, Pemicunya Perkara Sepele)
Menurut Slamet, selain patroli upaya antisipasi juga dilakukan dengan cara pendekatan kepada orang tua dan masyarakat. Orang tua dan masyarakat dianggap sebagai kunci utama menjaga anak agar tidak terlibat aksi tawuran yang dapat merugikan berbagai pihak.
Sebagai upaya mengantisipasi aksi tawuran susulan, tiga pilar (Pemerintah, TNI, Polri), dan tokoh masyarakat sepakat berkolaborasi untuk melakukan patroli secara berkala.
Ketua RW 015 Kelurahan Kalibaru Slamet Alfarizi mengatakan, kolaborasi patroli bersama ini digencarkan sebagai antisipasi tawuran antarkelompok remaja. Tidak hanya di malam hari, patroli wilayah dilakukan sepanjang hari mulai pagi.
“Patroli ini juga melibatkan pengurus RW lain agar bersama-sama bergerak mengantisipasi tawuran ini,” kata Slamet, saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Viral Remaja Tawuran Usai Jumatan di Koja, Pemicunya Perkara Sepele)
Menurut Slamet, selain patroli upaya antisipasi juga dilakukan dengan cara pendekatan kepada orang tua dan masyarakat. Orang tua dan masyarakat dianggap sebagai kunci utama menjaga anak agar tidak terlibat aksi tawuran yang dapat merugikan berbagai pihak.
Lihat Juga :