Selidiki Tenggelamnya Kapal Tunu Pratama di Selat Bali, KNKT Cek Sistem Komunikasi dan Data Perjalanan
Sabtu, 05 Juli 2025 - 16:04 WIB
loading...
Kapal Feri KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ) melakukan penyelidikan di hari kedua tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. KNKT memfokuskan penyelidikan pada pemeriksaan sistem komunikasi dan rekam perjalanan pada data facial traffic control.
Ketua KNKT Soejanto Tjahjono mengungkapkan, pihaknya memfokuskan pada pemeriksaan data facial traffic control berupa jumlah kendaraan, kecepatan, dan pola pergerakan KMP Tunu Pratama. Nantinya pergerakan kapal sebelum kecelakaan terjadi.
"Data Facial traffic control, komunikasi yang terjadi saat malam itu kita sudah kumpulkan," kata Soejanto, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025).
Baca juga: KNKT Investigasi Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Namun pemeriksaan data itu akan dilanjutkan dengan memintai keterangan penumpang, guna mengetahui detik-detik kejadian tenggelamnya Kapal KMP Tunu Pratama Jaya, termasuk KNKT akan mengomparasikan dengan beberapa video kapal feri saat mengalami blackout.
"Kami melanjutkan dengan mewawancarai korban-korban yang selamat. Kami ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, sehingga kami bisa memfokuskan kalau ceritanya seperti ini, apa yang terjadi," kata dia.
Baca juga: Basarnas Pastikan 29 Penumpang Masih Hilang Akibat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya sekitar pukul 00.15 WITA pada Kamis (3/7/2025) muncul kode merah dari tim operator Pelabuhan Gilimanuk dan salah satu nahkoda kapal lain, terhadap. KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal.
Sekitar pukul 00.19 WITA KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami black out alias insiden di tengah laut. Total ada sebanyak 53 penumpang dalam manifes, dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga membawa 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Proses pencarian dilakukan setiap hari sejak pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Tapi operasi pencarian itu juga memperhatikan cuaca yang dinamis di Selat Bali. Hingga Jumat malam (4/7/2025) sebanyak 36 orang ditemukan, dimana 30 orang dinyatakan selamat, 6 orang tewas, serta sisanya 29 orang masih dalam pencarian.
Ketua KNKT Soejanto Tjahjono mengungkapkan, pihaknya memfokuskan pada pemeriksaan data facial traffic control berupa jumlah kendaraan, kecepatan, dan pola pergerakan KMP Tunu Pratama. Nantinya pergerakan kapal sebelum kecelakaan terjadi.
"Data Facial traffic control, komunikasi yang terjadi saat malam itu kita sudah kumpulkan," kata Soejanto, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025).
Baca juga: KNKT Investigasi Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Namun pemeriksaan data itu akan dilanjutkan dengan memintai keterangan penumpang, guna mengetahui detik-detik kejadian tenggelamnya Kapal KMP Tunu Pratama Jaya, termasuk KNKT akan mengomparasikan dengan beberapa video kapal feri saat mengalami blackout.
"Kami melanjutkan dengan mewawancarai korban-korban yang selamat. Kami ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, sehingga kami bisa memfokuskan kalau ceritanya seperti ini, apa yang terjadi," kata dia.
Baca juga: Basarnas Pastikan 29 Penumpang Masih Hilang Akibat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya sekitar pukul 00.15 WITA pada Kamis (3/7/2025) muncul kode merah dari tim operator Pelabuhan Gilimanuk dan salah satu nahkoda kapal lain, terhadap. KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal.
Sekitar pukul 00.19 WITA KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami black out alias insiden di tengah laut. Total ada sebanyak 53 penumpang dalam manifes, dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga membawa 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Proses pencarian dilakukan setiap hari sejak pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Tapi operasi pencarian itu juga memperhatikan cuaca yang dinamis di Selat Bali. Hingga Jumat malam (4/7/2025) sebanyak 36 orang ditemukan, dimana 30 orang dinyatakan selamat, 6 orang tewas, serta sisanya 29 orang masih dalam pencarian.
(cip)
Lihat Juga :