Wujudkan Swasembada Pangan, Kepala NFA-Ketua Komisi IV Kunjungi Pengembangan Benih Padi

Jum'at, 04 Juli 2025 - 21:07 WIB
loading...
Wujudkan Swasembada...
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto mengunjungi pusat pengembangan benih padi SHS di Subang, Jabar. Foto/istimewa
A A A
SUBANG - Pusat benih padi nasional PT Sang Hyang Seri (SHS) di Subang, Jawa Barat menjadi salah satu pijakan monumental swasembada beras di masa Presiden ke-2 RI Soeharto. Kejayaan tersebut patut digelorakan kembali untuk mendukung visi swasembada pangan yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Hal itu mendorong Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto dan anggota Komisi IV DPR mengunjungi Tugu Soeharto di tengah persawahan SHS di Subang, Jawa Barat, Kamis, 3 Juli 2027.

Arief mengatakan kejayaan SHS sebagai pusat benih nasional perlu dorongan banyak pihak, termasuk dari DPR. "Hari ini Ketua Komisi IV DPR Ibu Titiek Soeharto bersama rombongan Komisi IV DPR mau lihat PT Sang Hyang Seri. Di sini ada 3.200 hektare. Dahulu di era Pak Soeharto, ini pusat benih nasional. Jadi ini harus dikembalikan kejayaannya seperti zaman dahulu," jelas Arief, Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Produksi Padi Jatim Melesat, Khofifah Terdepan Wujudkan Swasembada Pangan

"Dari pantauan saya, untuk nandur padi dan segala macam di sini sudah baik. Tinggal perlu peremajaan pabriknya. Nanti 3 bulan lagi ada panen. Hasilnya mesti bagus supaya bisa jadi percontohan. Produktivitasnya harus diatas 8 ton per hektare," tambah Arief.

Adanya pusat perbenihan padi yang berkualitas merupakan bagian dari ekosistem pangan yang harus dikembangkan. Dengan benih padi terbaik yang ditanam oleh petani, maka dapat menentukan skala produktivitas nantinya. Aspek ini penting untuk mengakselerasi upaya swasembada pangan.

Baca juga: Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo : Produksi Beras Nasional Naik, Ini Prestasi Nyata Bangsa

Data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi Indonesia terus mengalami eskalasi yang signifikan. Tercatat pada 2024 merupakan produktivitas padi tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Di 2024, produktivitas padi berada di 52,90 kuintal per hektare atau 5,3 ton per hektare. Sementara di tahun 2023 berada di 52,85 kuintal per hektare.

"Kita ingin SHS bisa bangkit kembali dan mampu menghasilkan benih-benih padi yang berkualitas, maka tentu akan berkontribusi terhadap kenaikan produksi nasional. Swasembada beras pun dapat tergapai. Akhirnya Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia seperti visi besar Bapak Presiden Prabowo yang beliau sampaikan di Rusia beberapa waktu yang lalu," kata Arief lagi.


Berkaitan dengan itu, dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2023 sampai 2025 yang disusun oleh The Food and Agriculture Organization (FAO), produksi beras Indonesia konsisten berada di peringkat 4 besar dunia. Dalam proyeksi 5 tahun terakhir, produksi beras Indonesia di 2025/2026 menjadi yang paling besar yakni di angka 35,6 juta ton.

Kendati begitu, menurut data FAO, produksi beras Indonesia sempat mengalami depresiasi. Di 2022/2023 pernah melejit hingga 35,1 juta ton. Namun di 2023/2024 dan 2024/2025 masing-masing mengalami deklinasi menjadi 34,6 juta ton dan 34,0 juta ton.

Oleh karena itu, jejak historis tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan hulu sampai hilir pangan Indonesia yang tentu salah satunya konkretisasi pusat benih nasional oleh pemerintah dengan BUMN.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mendorong SHS dapat terus berkembang dengan salah satunya memperkuat instrumen penelitian padi. Penelitian yang ia maksud menyasar ke bibit unggul padi lokal dengan produktivitas yang tinggi.

"Ini kami tapak tilas kunjungan Pak Soeharto. Dulu pernah berkunjung ke sini. Di tempat ini ada prasastinya, ini tahun 1968. Jadi Pak Harto dulu ke sini dalam rangka swasembada benih di Sang Hyang Seri. Mudah-mudahan (SHS) ke depan bisa dikembangkan lagi," tutur Titiek.

"Dari zaman dahulu sampai akhir hayatnya, Pak Harto selalu memikirkan bagaimana mensejahterakan bangsa Indonesia. Ini buktinya di sini. Nah nanti ke depan, harus dengan penelitian-penelitian, Sang Hyang Seri ini bisa dinaikkan lagi. Putra-putri daerah yang (ada) penemuan padi bibit unggul, (ajak) risetnya di sini," tukasnya.

Direktur Utama SHS Adhi Cahyono Nugroho memastikan komitmen pengembangan perusahaan yang ia pimpin untuk menjadi pusat benih nasional dalam beberapa tahun mendatang. Langkah menjaga kualitas benih dinomor satukan olehnya. SHS pun siap menjabarkan strategi itu dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI.

Untuk diketahui, sebelum berkunjung ke SHS, Komisi IV DPR RI juga meninjau Smart Fisheries Village (SFV) yang diampu oleh Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Balai Riset Pemuliaan Ikan, Subang, Jawa Barat.

Di sana, Komisi IV DPR RI turut didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna melihat langsung progres positif KKP dalam mendukung pembangunan masyarakat desa perikanan berbasis teknologi cerdas.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Titiek Soeharto Harap...
Titiek Soeharto Harap Nihi Rote-Hospitality Academy Tingkatkan Kesejahteraan di NTT
Pemerintah Diminta Segera...
Pemerintah Diminta Segera Pulihkan Ratusan Hektare Sawah Terdampak Banjir di Demak
Momen Titiek Soeharto...
Momen Titiek Soeharto dan Didit Prabowo Temui Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh
Panen Jagung di Sumsel,...
Panen Jagung di Sumsel, Badan Pangan Nasional Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan
Pemerintah Perkuat Kehadiran...
Pemerintah Perkuat Kehadiran di Papua lewat Program MBG, Bansos, hingga Kopdes
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Rekomendasi
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved