Angin Kencang dan Arus Kuat Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya
Kamis, 03 Juli 2025 - 14:40 WIB
loading...
Tim gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Angin kencang dan arus kuat menjadi tantangan dalam proses tersebut. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyebutkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan pertolongan pada korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali . Angin kencang dan arus kuat menjadi tantangan dalam proses tersebut.
"Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2-2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian," ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan. Berdasarkan data manifes sementara, kapal tersebut mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, dan 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Baca Juga: Kronologi KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali
Dia menerangkan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) telah dilakukan sejak dini hari oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan. Hingga Kamis (3/7/2025) pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Saat ini telah dibuka Posko Terpadu Penanganan Evakuasi KMP. Tunu Pratama Jaya di Kantor ASDP Cabang Gilimanuk. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut seiring informasi resmi dari tim SAR di lapangan," katanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya Nanang Sigit mengatakan, para korban selamat berhasil menyelamatkan diri dengan berbagai cara. "Ada yang menggunakan sekoci, termasuk korban pertama yang ditemukan selamat oleh tim gabungan. Ada juga yang terdampar di pantai," jelasnya
Beberapa korban ditemukan dalam kondisi berkelompok, sementara lainnya terpisah, tetapi berada di area sekitar lokasi kejadian. Tim SAR memastikan bahwa semua korban selamat saat ini telah dievakuasi ke tempat aman dan mendapatkan penanganan medis.
Proses pencarian terus dilakukan dengan pola pencarian yang diperluas. Enam jam pertama difokuskan pada area 6 nautical mile dari titik kejadian. Namun, setelah ditemukannya korban di luar radius tersebut, pola pencarian diperluas mengikuti arah arus laut.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung untuk menemukan puluhan korban lain yang dilaporkan belum ditemukan.
"Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2-2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian," ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan. Berdasarkan data manifes sementara, kapal tersebut mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, dan 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Baca Juga: Kronologi KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali
Dia menerangkan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) telah dilakukan sejak dini hari oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan. Hingga Kamis (3/7/2025) pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Saat ini telah dibuka Posko Terpadu Penanganan Evakuasi KMP. Tunu Pratama Jaya di Kantor ASDP Cabang Gilimanuk. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut seiring informasi resmi dari tim SAR di lapangan," katanya.
Korban selamat gunakan sekoci
Tim SAR gabungan menyampaikan bahwa para korban ditemukan di sejumlah titik perairan sekitar wilayah Gilimanuk, sebagian besar di bagian selatan wilayah tersebut.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya Nanang Sigit mengatakan, para korban selamat berhasil menyelamatkan diri dengan berbagai cara. "Ada yang menggunakan sekoci, termasuk korban pertama yang ditemukan selamat oleh tim gabungan. Ada juga yang terdampar di pantai," jelasnya
Beberapa korban ditemukan dalam kondisi berkelompok, sementara lainnya terpisah, tetapi berada di area sekitar lokasi kejadian. Tim SAR memastikan bahwa semua korban selamat saat ini telah dievakuasi ke tempat aman dan mendapatkan penanganan medis.
Proses pencarian terus dilakukan dengan pola pencarian yang diperluas. Enam jam pertama difokuskan pada area 6 nautical mile dari titik kejadian. Namun, setelah ditemukannya korban di luar radius tersebut, pola pencarian diperluas mengikuti arah arus laut.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung untuk menemukan puluhan korban lain yang dilaporkan belum ditemukan.
(zik)
Lihat Juga :