Cari 2 Petani Korban Longsor di Tasikmalaya, Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak
Senin, 30 Juni 2025 - 11:28 WIB
loading...
Dua dari empat petani yang tertimbun longsor di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu (29/6/2025) siang hingga kini belum ditemukan. Hari ini, Senin (30/6/2025), Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian. Foto/Asep Juhariyono
A
A
A
TASIKMALAYA - Dua dari empat petani yang tertimbun longsor di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu (29/6/2025) siang hingga kini belum ditemukan. Hari ini, Senin (30/6/2025), Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan mengerahkan anjing pelacak dan pemetaan lokasi menggunakan drone termal.
Proses pencarian diawali dengan pemetaan lokasi menggunakan drone termal untuk mengetahui cakupan dan luas area longsoran. Langkah ini dilakukan guna mendapatkan gambaran utuh dari udara sebelum tim turun ke lokasi terdampak.
setelah pemetaan udara selesai, Tim SAR melakukan asesmen awal dengan mengerahkan dua ekor anjing pelacak (K-9) dari Dit Samapta Polda Jawa Barat. Asesmen ini bertujuan untuk menentukan jalur aman yang akan digunakan dalam proses pencarian, termasuk langkah evakuasi jika situasi darurat terjadi.
Baca Juga: Tebing Longsor di Tasikmalaya Timpa 4 Petani, 2 Orang Masih Tertimbun
Pencarian akan difokuskan pada titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemetaan dan asesmen. Untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan, tim juga menempatkan petugas pengawas di bagian atas lokasi untuk memantau kemungkinan gerakan tanah maupun retakan yang muncul.
Sejumlah kendala masih dihadapi dalam operasi pencarian ini. Medan yang sulit dan terjal membuat alat berat tidak dapat menjangkau lokasi kejadian. Tim di lapangan hanya mengandalkan peralatan manual seperti cangkul dan linggis untuk menggali material longsor.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Jika hujan turun deras, pencarian akan dihentikan sementara demi keselamatan seluruh personel.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat setempat masih terus berupaya maksimal dalam proses pencarian, dengan harapan kedua korban segera ditemukan.
"Kendala cuaca ya. Kalau cuaca hujan deras, nanti kita akan lanjutkan kalau memang memungkinkan dilanjutkan," kata Mamang Fatmono, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung.
Diberitakan sebelumnya, empat petani tertimbun longsor saat sedang beristirahat seusai mencangkul di sawah di Kampung Ciomas, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu siang. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Saat kejadian, empat warga yang seluruhnya berprofesi sebagai petani tengah beristirahat di area sawah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah atas tebing, disusul dengan longsoran tanah dalam volume besar yang menimbun dua orang di antaranya. Longsor yang terjadi berasal dari tebing dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai ratusan meter. Material tanah yang menimbun korban memiliki kedalaman antara lima hingga enam meter, dengan panjang longsoran diperkirakan mencapai satu kilometer.
Proses pencarian diawali dengan pemetaan lokasi menggunakan drone termal untuk mengetahui cakupan dan luas area longsoran. Langkah ini dilakukan guna mendapatkan gambaran utuh dari udara sebelum tim turun ke lokasi terdampak.
setelah pemetaan udara selesai, Tim SAR melakukan asesmen awal dengan mengerahkan dua ekor anjing pelacak (K-9) dari Dit Samapta Polda Jawa Barat. Asesmen ini bertujuan untuk menentukan jalur aman yang akan digunakan dalam proses pencarian, termasuk langkah evakuasi jika situasi darurat terjadi.
Baca Juga: Tebing Longsor di Tasikmalaya Timpa 4 Petani, 2 Orang Masih Tertimbun
Pencarian akan difokuskan pada titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemetaan dan asesmen. Untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan, tim juga menempatkan petugas pengawas di bagian atas lokasi untuk memantau kemungkinan gerakan tanah maupun retakan yang muncul.
Sejumlah kendala masih dihadapi dalam operasi pencarian ini. Medan yang sulit dan terjal membuat alat berat tidak dapat menjangkau lokasi kejadian. Tim di lapangan hanya mengandalkan peralatan manual seperti cangkul dan linggis untuk menggali material longsor.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Jika hujan turun deras, pencarian akan dihentikan sementara demi keselamatan seluruh personel.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat setempat masih terus berupaya maksimal dalam proses pencarian, dengan harapan kedua korban segera ditemukan.
"Kendala cuaca ya. Kalau cuaca hujan deras, nanti kita akan lanjutkan kalau memang memungkinkan dilanjutkan," kata Mamang Fatmono, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung.
Diberitakan sebelumnya, empat petani tertimbun longsor saat sedang beristirahat seusai mencangkul di sawah di Kampung Ciomas, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu siang. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Saat kejadian, empat warga yang seluruhnya berprofesi sebagai petani tengah beristirahat di area sawah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah atas tebing, disusul dengan longsoran tanah dalam volume besar yang menimbun dua orang di antaranya. Longsor yang terjadi berasal dari tebing dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai ratusan meter. Material tanah yang menimbun korban memiliki kedalaman antara lima hingga enam meter, dengan panjang longsoran diperkirakan mencapai satu kilometer.
(zik)
Lihat Juga :