Korban KDRT di Bekasi Pilih Lapor ke Damkar, Sahroni: Ini Pelajaran Penting
Kamis, 26 Juni 2025 - 15:21 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni buka suara mengenai seorang perempuan di Bekasi yang pada akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi untuk meminta bantuan. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni buka suara mengenai seorang perempuan di Bekasi yang pada akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi untuk meminta bantuan karena laporannya terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tak kunjung diproses oleh polisi. Menurut Sahroni, kejadian ini menjadi alarm serius bagi seluruh jajaran di lapangan.
Mengingat, instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah jelas untuk usut tuntas seluruh laporan, terutama kekerasan dan pelecehan. “Instruksi Pak Kapolri itu kan sudah sangat jelas: polisi harus responsif tangani aduan, apalagi dalam kasus KDRT yang menyangkut keselamatan korban,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
“Jadi saya tegaskan, seluruh jajaran kepolisian wajib mengikuti arahan tersebut. Kalau diabaikan, yang dirugikan itu bukan hanya masyarakat, tapi juga nama baik dan kredibilitas institusi Polri itu sendiri,” sambung politikus Partai Nasdem ini.
Baca juga: Sahroni Desak Polisi Jemput Bola Usut Kasus Dugaan Pelecehan di RSUD Cabangbungin
Menurut Sahroni, kasus ini menunjukkan bahwa masyarakat akan selalu mencari institusi yang bisa memberi solusi konkret dan cepat. Dalam hal ini, Damkar justru tampil sebagai penyelamat.
“Kita harus jujur melihat realitasnya. Ketika dibutuhkan, Damkar hadir dengan cepat, tanggap, dan empatik. Ini pelajaran penting,” ujarnya.
Dia mengatakan, Polri harus dengan rendah hati mengamati dan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan para petugas Damkar. “Khususnya dalam hal respons cepat, humanisme, dan keandalan dalam pelayanan publik. Karena saya ingin kepolisian bisa menjadi tempat pertama dan utama yang dipercaya masyarakat untuk mencari perlindungan,” pungkas Sahroni.
Diketahui, seorang perempuan yang menjadi korban KDRT di Bekasi mengalami depresi setelah laporannya ke polisi tak kunjung diproses. Perempuan berusia 26 tahun itu sempat melapor dan divisum oleh Polres Metro Bekasi Kota, namun tak ada kelanjutan.
Dia akhirnya menghubungi Disdamkarmat Kota Bekasi untuk meminta bantuan. Anggota Damkar pun datang ke rumah korban dan memberikan bantuan.
Mengingat, instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah jelas untuk usut tuntas seluruh laporan, terutama kekerasan dan pelecehan. “Instruksi Pak Kapolri itu kan sudah sangat jelas: polisi harus responsif tangani aduan, apalagi dalam kasus KDRT yang menyangkut keselamatan korban,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
“Jadi saya tegaskan, seluruh jajaran kepolisian wajib mengikuti arahan tersebut. Kalau diabaikan, yang dirugikan itu bukan hanya masyarakat, tapi juga nama baik dan kredibilitas institusi Polri itu sendiri,” sambung politikus Partai Nasdem ini.
Baca juga: Sahroni Desak Polisi Jemput Bola Usut Kasus Dugaan Pelecehan di RSUD Cabangbungin
Menurut Sahroni, kasus ini menunjukkan bahwa masyarakat akan selalu mencari institusi yang bisa memberi solusi konkret dan cepat. Dalam hal ini, Damkar justru tampil sebagai penyelamat.
“Kita harus jujur melihat realitasnya. Ketika dibutuhkan, Damkar hadir dengan cepat, tanggap, dan empatik. Ini pelajaran penting,” ujarnya.
Dia mengatakan, Polri harus dengan rendah hati mengamati dan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan para petugas Damkar. “Khususnya dalam hal respons cepat, humanisme, dan keandalan dalam pelayanan publik. Karena saya ingin kepolisian bisa menjadi tempat pertama dan utama yang dipercaya masyarakat untuk mencari perlindungan,” pungkas Sahroni.
Diketahui, seorang perempuan yang menjadi korban KDRT di Bekasi mengalami depresi setelah laporannya ke polisi tak kunjung diproses. Perempuan berusia 26 tahun itu sempat melapor dan divisum oleh Polres Metro Bekasi Kota, namun tak ada kelanjutan.
Dia akhirnya menghubungi Disdamkarmat Kota Bekasi untuk meminta bantuan. Anggota Damkar pun datang ke rumah korban dan memberikan bantuan.
(rca)
Lihat Juga :