Momen Kekaisaran China Kirimkan Utusan ke Pulau Jawa yang Berujung Pemotongan Telinga
Rabu, 25 Juni 2025 - 06:27 WIB
loading...
Kekaisaran Cina meminta Kerajaan Singasari di bawah pimpinannya Kertanagara menyerah dan memberikan upeti. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Kekaisaran Cina meminta Kerajaan Singasari di bawah pimpinannya Kertanagara menyerah dan memberikan upeti. Tapi Kerajaan Singasari bukannya langsung menerima dan tunduk begitu saja. Apalagi Singasari kala itu tengah berusaha memperluas wilayah kekuasaannya juga hingga ke Semenanjung Melayu.
Misi kedua kerajaan besar di dunia itu pun bentrok saat bertemu di kawasan Semenanjung Melayu. Pasukan Mongol dari Cina tiba di Nusantara bersamaan saat misi memperluas wilayah kekuasaan bertajuk Ekspedisi Pamalayu, dari misi Kerajaan Singasari.
Ekspedisi Singasari itu akhirnya terdengar Sang Kaisar Cina hingga membuatnya marah. Kaisar Cina itu akhirnya mengirimkan utusan ke Kerajaan Singasari, sebagaimana dikisahkan pada buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan". Utusan bernama Meng Khi itu jauh-jauh dikirimkan Kaisar Cina khusus ke Pulau Jawa melalui jalur laut.
Baca juga: Kehebatan Prajurit Jayakatwang Kediri Melawan Gempuran Pasukan China, Singasari, dan Madura
Kedatangan utusan Mongol ini tentu agar Kerajaan Singasari bisa takluk ke tangan Kekaisaran Mongol di Tiongkok kala itu. Utusan Mongol yang datang pada 1289 ke wilayah Kerajaan Singasari, konon agar Kerajaan Singasari takluk kepada Mongol, dengan memberikan upeti.
Singkat cerita Meng Khi, meminta Singasari dibawah kekuasaan Raja Kertanegara mengakui penguasaan Kaisar Mongol Khubilai Khan. Namun permintaan ini tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Kertanegara. Raja Kertanegara marah besar dengan kedatangan utusan Mongol ke wilayahnya. Sebagai raja besar di Pulau Jawa dirinya tak mau tunduk kepada siapapun, termasuk kepada Khubilai Khan, dari Kekaisaran Mongol.
Baca juga: Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri
Konon Kertanegara juga melukai wajah dari Meng Khi. Bahkan dikisahkan dari beberapa sumber salah satu telinga Meng Khi sempat dipotong oleh Kertanegara. Hal ini menunjukkan murkanya penguasa Singasari atas ulah Kekaisaran Mongol. Kertanegara pun akhirnya mengusir utusan Meng Khi itu kembali ke Mongol.
Selang beberapa tahun kemudian, Khubilai Khan akhirnya mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Ike Mese, untuk menyerang Kerajaan Singasari. Pasukan Khubilai Khan ini mendarat di Pulau Jawa pada 1293 Masehi. Saat itu, Kertanegara telah lebih dahulu mati akibat terbunuh oleh Jayakatwang dari Kediri.
Pemberontakan Kediri akhirnya menewaskan sang raja terbesar di Kerajaan Singasari Kertanegara. Kertanegara tewas di tangan sang sepupu, sekaligus ipar dan besannya sendiri. Titik kelemahan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Kekaisaran Mongol untuk menyerang Singasari.
Misi kedua kerajaan besar di dunia itu pun bentrok saat bertemu di kawasan Semenanjung Melayu. Pasukan Mongol dari Cina tiba di Nusantara bersamaan saat misi memperluas wilayah kekuasaan bertajuk Ekspedisi Pamalayu, dari misi Kerajaan Singasari.
Ekspedisi Singasari itu akhirnya terdengar Sang Kaisar Cina hingga membuatnya marah. Kaisar Cina itu akhirnya mengirimkan utusan ke Kerajaan Singasari, sebagaimana dikisahkan pada buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan". Utusan bernama Meng Khi itu jauh-jauh dikirimkan Kaisar Cina khusus ke Pulau Jawa melalui jalur laut.
Baca juga: Kehebatan Prajurit Jayakatwang Kediri Melawan Gempuran Pasukan China, Singasari, dan Madura
Kedatangan utusan Mongol ini tentu agar Kerajaan Singasari bisa takluk ke tangan Kekaisaran Mongol di Tiongkok kala itu. Utusan Mongol yang datang pada 1289 ke wilayah Kerajaan Singasari, konon agar Kerajaan Singasari takluk kepada Mongol, dengan memberikan upeti.
Singkat cerita Meng Khi, meminta Singasari dibawah kekuasaan Raja Kertanegara mengakui penguasaan Kaisar Mongol Khubilai Khan. Namun permintaan ini tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Kertanegara. Raja Kertanegara marah besar dengan kedatangan utusan Mongol ke wilayahnya. Sebagai raja besar di Pulau Jawa dirinya tak mau tunduk kepada siapapun, termasuk kepada Khubilai Khan, dari Kekaisaran Mongol.
Baca juga: Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri
Konon Kertanegara juga melukai wajah dari Meng Khi. Bahkan dikisahkan dari beberapa sumber salah satu telinga Meng Khi sempat dipotong oleh Kertanegara. Hal ini menunjukkan murkanya penguasa Singasari atas ulah Kekaisaran Mongol. Kertanegara pun akhirnya mengusir utusan Meng Khi itu kembali ke Mongol.
Selang beberapa tahun kemudian, Khubilai Khan akhirnya mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Ike Mese, untuk menyerang Kerajaan Singasari. Pasukan Khubilai Khan ini mendarat di Pulau Jawa pada 1293 Masehi. Saat itu, Kertanegara telah lebih dahulu mati akibat terbunuh oleh Jayakatwang dari Kediri.
Pemberontakan Kediri akhirnya menewaskan sang raja terbesar di Kerajaan Singasari Kertanegara. Kertanegara tewas di tangan sang sepupu, sekaligus ipar dan besannya sendiri. Titik kelemahan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Kekaisaran Mongol untuk menyerang Singasari.
(cip)
Lihat Juga :